
"Tante udah selesai kan?"Tanya Risa membenarkan baju yang hampir terinjak oleh nya.
"Tunggu sayang kamu ganti baju ini dulu selepas itu kamu lakukan pemotretan bareng Angkasa ya"Wira menyerahkan gaun pada Risa.
"Mah kok aku juga sih"Angkasa nyolot sembari berdiri.
"Ih,,pumpung kalian lagi disini lagi kalian kenapa nggak mau sih"Tutur Wira saling melihat keduanya.
"Iya,,iya mah sini"Angkasa meraih pakaian ditangan Wira yang tersenyum senang melihat ekspresi wajah Angkasa yang sepontan menyerah.
Risa dan Angkasa berganti pakaian lagi-lagi Risa membuat angkasa terpukau dengan tampilan nya memakai gaun berwarna merah muda dengan rambut terurai membuat siapa saja yang melihatnya pasti tak kan mengedipkan mata.
Angkasa dan Risa melakukan pemotretan seperti pasangan pada umumnya, mereka berdua benar-benar dua sejoli yang serasi apalagi angkasa terlihat dewasa dan tampan menggunakan baju berwarna hijau toska dengan setelan celana hitam.
"Lihat deh mereka berdua beneran cocok ya buk"Tutur salah satu perias yang ada disana.
"Ya jelas dong siapa dulu,anak sama calon mantu saya"Ucap Wira bangga.
"Oo jadi itu calon mantu ibuk,kalau yang cowok ganteng dan yang cewek cantik kira-kira anaknya kayak apa ya?"Ucap perias heran menggelengkan kepalanya.
"Yang pasti imut"Sahut Wira segera menghampiri mereka ketika selesai pemotretan.
"Tante sudah selesai kan"Tanya Risa menghampiri wira yang berjalan kearah mereka.
"Sudah kok sayang,kita makan malam sekalian ya udah sore banget nih,sana kalian ganti pakaian dulu"Tutur Wira menatap keduanya.
"Mah pulang nya jangan malam-malam ya,soalnya angkasa banyak tugas"Tegur angkasa
"Oh iya,,ada tugas ya"Risa menghentikan langkahnya dan menoleh pada Angkasa yang menganggukkan kepalanya.
"Yaudah nanti sekalian aja kalian belajar bareng sama angkasa dirumah,kalau begitu kalian makan dirumah aja"Tutur wira.
"Nggak usah Tante Risa langsung pulang aja"Sahut Risa tersenyum.
"Risa,,Tante tuh senang banget kalau Tante sering-sering menghabiskan waktu bersama Risa, soalnya kalau Angkasa itu nggak asik nge-game muluk kerjaannya Tante kan butuh teman curhat,mau ya mampir kerumah dulu"Wira tersenyum sambil terus memasang wajah kasihan.
"Yaudah iya Tante"Ucap Risa melirik angkasa yang menatapnya.
__ADS_1
Kenapa ya aku rasanya seneng banget kalau bisa menghabiskan waktu bersama Risa lebih lama.
Sebenarnya aku ingin menolak ajakan Tante Wira karena aku tidak mau berlama-lama dengan Angkasa itu akan membuat hatiku semakin sakit dan sulit untuk melupakannya.
"Yaudah sana kalian ganti pakaian"Cletuk Wira Ketika Angkasa dan Risa saling bertatap.
Keduanya berlalu pergi dan segera berganti pakaian seragam sekolah yang tadi mereka pakai.
Dunia memang unik contohnya seperti angkasa cowok dingin yang senang kalau berlama-lama dengan Risa tapi sebaliknya Risa cewek halus dan ceria berusaha untuk tidak lebih sering menghabiskan waktu bersama Angkasa, karena ia pikir jika ia sering bersama angkasa itu akan menjadi jeratan untuk sulit keluar masa lalunya.
"Risa"Panggil Angkasa dari belakang.
"Iya, kanapa?"Risa menoleh ke belakang tepat didepan Angkasa.
"Nih,tadi hp mu bunyi terus"Ucap Angkasa menyodorkan hp milik Risa yang ia bawa karena tergeletak sembarangan.
"Kok hp ku ada sama kamu"Tutur Risa menyahut hp tersebut dari tangan angkasa.
"Habisnya kamu sembarangan banget naruh hp ditempat yang banyak orang gini,kita kan nggak tau kalau ada banyak orang yang baik atau buruk"Terus Angkasa berlalu meninggalkan Risa yang berdiri menatap langkah nya.
"Angkasa, makasih ya"Ucap Risa membuat Angkasa menoleh dan tersenyum pada nya.
Ba**ru kali ini aku melihat angkasa tersenyum pada ketelah bertahun-tahun aku tidak melihatnya, senyuman itu benar-benar membawa ku dari masa ke masa.
"Iya Tante"Risa berlari kecil menghampiri suara yang memanggil nya.
Semua orang sibuk membereskan peralatan setelah hampir setengah hari melakukan pemotretan yang diperkirakan akan terbit tiga hari lagi,wajah cantik Risa akan segera banyak mencuri perhatian semua orang dan mungkin akan menjadi bintang besar selanjutnya.
"Risa makasih ya udah bantu Tante,Tante senang banget"Tutur Wira memeluk hangat Risa sebelum mereka masuk kedalam mobil.
"Iya sama-sama Tante,Risa juga senang bisa bantu Tante"Risa tersenyum puas ketika melihat Wira begitu bahagia.
"Angkasa kamu pulang bareng Risa naik motor ya"Wira menoleh kearah Angkasa ketika melihat angkasa menghidupkan mesin motornya.
"Loh bukannya katanya tadi Risa mau pulang sama mama"Sahut Angkasa menoleh.
"Iya tapi mama lupa kalau mama harus mampir ketempat minimarket dulu,mau beli bahan makanan untuk makan malam kita nanti"Jelas Wira.
"Yaudah Tante Risa ikut Tante aja sekalian Nemani Tante belanja"Sahut Risa antusias.
__ADS_1
"Nggak usah kalian berdua pulang aja duluan,,daaa"Wira langsung masuk kedalam mobil meninggalkan dan dua sejoli itu bersama.
"Yaudah ayo kita pulang"Ucap Angkasa memakaikan helm dikepala Risa.
"Hah,,aku bisa sendiri"Ucap Risa kaget ketika tiba-tiba Angkasa memakaikan helm dikepalanya.
"Bukan nya tadi siang kamu sendiri tidak bisa memakai nya"Cletuk Angkasa menaikan alisnya.
"Iya"Ucap Risa malu.
"Pakai ini,angin malam begitu dingin"Angkasa melepaskan jaket yang tadinya melekat ditubuhnya dan memakaikan nya pada Risa.
"Eh,,makasih"Risa tersenyum.
Kalau seperti ini kita seperti pasangan ya Angkasa,kita seperti dua orang yang saling mencintai, perhatian mu seperti hangatnya sinar matahari yang mengubah es menjadi hangat.
Mungkin banyak orang yang mengira mereka adalah pasangan paling romantis yang mencari tawa dengan menyusuri lampu-lampu jalan yang menghiasi kota dengan alunan berisik kendaraan yang melintas dipesisir jalan.
Mereka seperti cinta dalam drama Korea yang bertema keindahan dunia cinta masa muda,sangat indah ketika setiap orang bisa menjalani kehidupan cinta yang sebenarnya.
"Loh kita mau kemana"Tanya Risa ketika tiba-tiba Angkasa menepikan motornya diruas jalan yang ramai.
"Aku mau mengajak mu suatu ketempat yang mungkin kamu suka"Jawab Angkasa membawa Risa ketempat .
"Tempat ini"Ucap Risa tersenyum senang sekaligus terharu ketika Angkasa membawanya seperti masuk kedalam masa-masa kecil mereka, dimana mereka sering menghabiskan waktu bersama ditempat itu.
"Kamu masih ingat dulu kamu sering marah dan pergi ketempat ini lalu aku menemukan mu sedang menangis disana"Angkasa tersenyum sembari menunjuk kearah sebuah pohon besar yang ada ditengah-tengah taman kota tersebut.
"Iya aku ingat,,kita kesana yuk"Risa menyahut tangan angkasa dan mereka berlari beriringan menuju pohon yang kini menghiasi taman itu dengan lampu-lampu yang kelap-kelip.
"Lihat lah Angkasa tulisan ini masih"Tutur Risa tersenyum senang ketika mendapati sebuah ukiran nama mereka yang dibuat sebagai takdir masih terlihat jelas dipohon tersebut.
Melihat Risa tersenyum lepas seperti ini,aku merasakan bahwa takdir kita masih ada ditempat ini, dimana kita mengukir nya dengan hati yang masih sama.
Uk**iran takdir ini memang masih terlihat sama tapi hati dan perasaan kita sudah berbeda,aku senang ketika bisa melihat ukiran cinta dipohon ini,tapi aku juga sedih jika aku harus terus mengingat-ingat masa indah dulu.
"Risa kenapa kamu menangis"Tegur Angkasa menghapus air mata Risa yang berjatuhan di pipinya yang merona.
"Nggak kok,aku cuman terharu aja bisa sampai dan melihat tempat ini lagi walaupun tempat ini sedikit ada perubahan"Ucap Risa menyembunyikan lukanya.
__ADS_1
Aku tau Risa sebab kenapa kamu menangis itu karena kamu kembali teringat luka dihati mu itu,itu sebabnya kamu berusaha menyembunyikan Nya.
Mereka menikmati angin malam ditaman kota tersebut, mengulang-ngulang keindahan masa kecil mereka saling saling bertukar cerita seperti tidak ada lagi rasa kecewa dihati Risa,tawa mereka berkumandang di tempat tersebut.