DEAR ANGKASA

DEAR ANGKASA
BAB 9: IKATAN BATIN BUKAN IKATAN KIMIA.


__ADS_3

"Woy"Tasya mengagetkan Risa yang terdiam ditempat duduknya seperti orang yang terbebani tapi memang bukan hanya beban yang ia tanggung saat ini tapi juga masalah angkasa yang tiba-tiba tidak masuk sekolah tanpa alasan yang jelas.


"Ya ampun Tasya bikin kaget aja"Risa mengelus dada dan menarik nafas dalam-dalam.


"Eh mau pulang bareng nggak"Tasya merangkul Risa yang sibuk membereskan buku-buku dimejanya.


"Kayaknya aku udah dijemput lain kali aja ya"Jawab Risa berdiri memonyongkan bibirnya.


"Yaudah hati-hati ya,Bye"Tasya melambaikan tangannya pada risa yang mulai hilang di daun pintu kelas, Suasana kelas mulai sepi satu persatu murid meninggalkan tempat itu hanya tersisa Tasya yang terduduk mengayunkan kakinya yang mulai pegal karena menunggu Amel yang tak datang-datang sejak awal dia berpamitan pergi kekamar mandi.


"Silahkan non"Mas Joko membukakan pintu mobil untuk Risa yang membalasnya dengan senyuman.


A**pa aku harus pergi kerumah angkasa buat mastiin dia baik-baik saja apa mungkin dia benar-benar sakit ya,aku coba kerumah, Eh tapi kan aku nggak tau rumah nya apa masih sama seperti yang dulu.


"Mas Joko tau nggak rumah Tante om Toni nggak?"Tanya Risa melirik hpnya.


"Oo, yang sahabatnya bapak itu ya non kalau itu saya kurang tau non"Jelas mas Joko masih terfokus pada jalanan yang ramai.


"Coba dong mas tanya papah"Sahut Risa meletakkan hpnya diatas tas yang tergeletak tak jauh dari tempat dia duduk.


"Kok saya non, Kenapa nggak non Risa aja yang tanya masa mas Joko harus tanya alamat kebapak"Mas Joko tersenyum dan menoleh kebelakang saat mobilnya berhenti karena macet.


"Hehe,,Risa malu mas"Risa tersenyum meringis dengan wajah yang memerah.


"Malu kenapa non?"Mas Joko bertanya heran mendengar penjelasan risa.


"Udahlah mas tanyain aja ke papah,Banyak tanya deh mas Joko"Cletuk Risa mulai sebal mendengar sopirnya banyak melontarkan pernyataan yang akan membuat terus mencari alasan.


"Iya deh non soalnya mas Joko kan orangnya kepoan gitu"Tawa mas Joko dengan penjelasannya lalu mulai meminggirkan mobilnya dan menelfon ayah Risa untuk bertanya alamat rumah angkasa .


"Hallo pak ini saya mau tanya alamatnya pak toni itu dimana ya, Soalnya non Risa nyuruh saya tanyake bapak"Jelas mas Joko tertawa kecil ketika Risa memukul bahunya dengan wajah kesalnya itu, Seperti seekor beruang yang marah tapi menahan malu.


"Ok,, Ok pak terima kasih"Mas Joko meletakkan hpnya setelah ayah Risa mengakhirinya.


"Mas Joko malah bilang aku yang suruh sih"Risa menggedumel dikursi belakang.


"Ya habisnya gimana non,Masak mas Joko harus bilang kalau mas Joko yang minta pasti bapak akan tanya lah buat apa"Terang mas Joko terus menahan tawa melihat ekspresi wajah Risa .


"Ya mas Joko kan bisa cari alasan yang lain,Oh kata papah tadi apa?"Tanya Risa kembali tersenyum.


"Kata bapak nanti akan dikirim alamatnya,Kita langsung kesana non ini bapak udah kirim alamat nya"Mas Joko menyahut hpnya yang menyala dan menampilkan sebuah pesan masuk.


"Iya mas kita langsung kesana"Balas Risa.

__ADS_1


Mereka pun langsung menuju alamat yang tadi diberikan ayah Risa, Jalanan terlihat seperti biasanya ramai dengan kendaraan yang melintas hingga membuat beberapa jalur menjadi macet.


Di rumah angkasa sendiri Wira masih sibuk dengan laitop didepannya menyusun beberapa gambar model yang akan menjadi tampilan dimajalah perusahaan nya, Apalagi akhir-akhir ini perusahaan nya masih sibuk memilih model yang cocok untuk majalah yang akan diterbitkan bulan ini.


"Maaf buk di luar ada tamu"Seorang pembantu menghampiri wira yang berada diruang tengah.


"Siapa?"Tanya Wira menaikan pandangan nya pada sosok wanita tua yang sering dipanggil mbok Darmi.


"Katanya namanya risa,Buk"Ucapnya mencoba mengingat-ingat nama yang tadi ia dengar dari mulut gadis manis yang menunggu didepan rumah.


"Hah Risa, Ya ampun dia datang"Wira tersenyum lalu berdiri dan beranjak keluar.


Ru**mah ini masih sama seperti dulu bahkan halaman diruman ini masih tetap hanya saja sedikit ada perubahan pada tanamanya.


"Hai Risa sayang"Wira berlari memeluk sosok wanita yang birdiri dihadapan nya.


"Tante yaampun apa kabar"Risa memeluk hangat wanita yang kian ada dipelukannya.


"Ya ampun kamu,, Kamu cantik banget sayang"Wira membelai rambut Risa setelah melepaskan pelukannya.


"Makasih tante,,Tante juga makin cantik"Balas Risa tersenyum.


"Aduh Risa kenapa nggak bilang sih kalau mau datang,Kan Tante bisa masak dulu"Keluh Wira mengerutkan keningnya.


"Nggak papa Tante lagian Risa cuma mampir bentar kok"Tutur Risa tersenyum.


"Iya Tante"


"Sini duduk sayang, Kamu mau minum apa atau mau makan"Wira menuangkan air pada gelas yang ada dihadapan Risa.


"Nggak usah Tante, Oh iya Tante angkasa tadi nggak masuk sekolah kemana ya?"Tanya Risa menoleh kekanan-kiri ruangan.


"Iya tadi pagi Angkasa bilang kalau dia sedikit pusing jadi nggak berangkat sekolah"Jawab wira menunjuk kearah kamar Angkasa yang terletak tepat diatas mereka duduk.


B**enar dugaan ku pasti dia sakit gara-gara hujan-hujanan kemarin,Kasian banget sih dia.


Saat tidak ada kata benci yang terlintas di pikiran nya pikirannya benar-benar dibuat khawatir oleh Angkasa meski Angkasa adalah orang membuatnya terluka dan kecewa tapi Risa berusaha mengalihkan kebencian yang ada dipikiran nya itu untuk saat-saat yang perlu dikhawatirkan.


"Tante boleh nggak aku lihat Angkasa"Lirih Risa melihat keatas ruangan.


"Boleh dong sayang kamu kesana aja,Tinggal naik tangga terus belok kanan sampai deh dikamar angkasa nggak ada perempatan dan nggak ada tikungan pelakor kok"Wira tertawa menunjukkan arah kamar angkasa yang ada diatas.


Tante ada Tante tau tikungan pelakor tidak berpengaruh dalam hubungan kita bahkan tanpa tikungan Pelakor kita bisa berakhir tragis seperti ini.

__ADS_1


"Risa coba kesana ya Tante"Kata Risa berjalan menaiki tangga dan menyusuri setiap sudut lorong yang banyak sekali terpajang foto-foto keluarga Angkasa dari mulai foto Angkasa waktu kecil bahkan foto berdua waktu Risa dan Angkasa masih SMP masih terpajang rapi dinding.


"Aduh mama naruh kaos dalam ku dimana sih"Angkasa bergumam membongkar lemari bajunya dan membrantaki pakaian yang sudah tersusun rapi sampai berserakan dimana-mana.


Tok,, Tok,, Tok


"Nah itu pasti mama aku bisa tanya diama kaos dalam ku"Ujar Angkasa berjalan sambil menggosok-gosok rambutnya yang basah sehabis mandi.


Cklek.


Angkasa membuka pintunya dan terkejut mendapati Risa sedang berdiri didepannya begitu pula Risa ia berteriak terkejut karena melihat Angkasa yang telanjang dada didepannya.



"Aaaaaa Angkasa kamu kok nggak pakai baju sih"Teriak Risa menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


"Aku nggak pakai baju karena habis mandi"Jawab angkasa tak menggubris perkataan Risa.


"Aku kaget aja karena tiba-tiba kamu buka pintu terus nggak pakai baju gitu"Sahut Risa membuka tangan yang tadi menutupi wajahnya.


"Oo iya kamu nggapain datang kerumah ku"Tanya Angkasa menatap Risa yang berdiri diam.


"Aku kira kamu sakit karena hujan-hujanan kemarin terus kamu juga nggak masuk sekolah tadi"Tutur Risa sambil mengamati pandangan nya pada kamar angkasa yang terlihat berantakan.


"Kenapa berantakan ya"Ujar Angkasa setelah melihat ekspresi diwajah Risa yang melihat kamarnya.


"Iya kok kayaknya kamar kamu berantakan"Risa menimbali sambil tersenyum.


"Masuk aja kalau mau liat"Angkasa mempersilahkan Risa masuk.


"Eh,,Iya"Risa melangkahkan kakinya masuk kedalam kamar Angkasa.


Y**aampun ini kamar apa gudang berantakan banget bahkan masih rapi gudang dirumah ku dari pada kamarnya.


"Eh,, Kamu mau ngapain!"Tegur Angkasa setelah melihat Risa mencoba mengumpulkan pakaiannya yang berserakan dilantai.


"Aku cuma mau bantuin kamu beres-beres kok"Jawab Risa mengumpulkan satu-persatu pakaian angkasa Yung berhamburan kemana-mana.


"Udah biarin aja nanti aku beresin sendiri"Timbal Angkasa melihat Risa yang terus merapikan kamar nya.


Risa hati kamu itu terbuat dari apa sih walaupun aku udah membuat mu sakit hati dan memberikan kekecewaan yang mungkin nggak akan pernah kamu lupakan tapi kenapa kamu masih seperhatian ini sama aku.


Akhirnya mereka berdua menghabiskan waktu bersama untuk membersihkan kamar milik Angkasa sampai terdengar obrolan dan canda tawa diantara mereka tidak ada tanda-tanda kebencian diantara mereka malah sekarang mereka seperti pasangan suami istri yang membersihkan kamar bersama.

__ADS_1


...Kebenciannya itu bisa sirna dengan adanya suasana yang tidak mungkin untuk kita terus mempertahankan kebencian itu....


...____The cople___...


__ADS_2