
Setelah hampir seminggu Risa tak kunjung juga ditemukan keberadaan nya, Tiba-tiba keempat temannya yang berusaha menyelidiki kasus ini berbuah hasil,Baru saja Amel,Tasya,Nizam dan Reza mengatakan bahwa mereka menemukan sebuah bukti dari hasil penyelidikan mereka selama tiga hari lalu.
"Lihat,Bukan kan orang ini masuk ke ruang dimana Renata dirawat"Ungkap Nizam menunjukkan sebuah foto dihpnya.
"Iya ini ruang rawat Renata,Tapi apakah kalian yakin kalau orang ini adalah orang yang kalian selidiki?"Tanya Angkasa.
"Ya,Yakin lah orang kita sendiri yang ngikutin"Sahut Reza.
"Tapi rasanya aku masih tidak percaya kalau dibalik semua ini, Adalah rencang Renata"Tutur Angkasa menarik wajahnya.
"Ya iyalah, Kamu nggak bakalan percaya karena secara kan Renata pacar kamu Angkasa"Sahut Amel memutar bola matanya.
"Maksud kamu apa sih?"Bentak Angkasa menatap tajam Amel yang berdiri didepan nya.
"Loh memang kenyataannya kan, Kenapa kamu harus marah"Kata Amel meninggikan suaranya.
"Udah-udah sekarang ini bukan waktunya untuk berantem kayak gini"Tutur Tasya.
"Gimana kalau sekarang kita, Samperin aja si Renata dia dirawat dirumah sakit ini kan"Ujar Reza.
"Iya benar juga saran Reza,Kita harus pertanyakan ini semua pada Renata"Sahut Nizam.
Mereka pun langsung segera pergi keruang rawat Renata yang jaraknya tidak jauh dari ruang rawat Angkasa, Sesampainya diruangan Renata mereka tidak langsung menanyakan hal itu justru mereka pura-pura menjenguknya, Karena saat itu memang ada ibu dan adik perempuan Renata yang sedang menemaninya.
"Loh Angkasa kamu kok pakai baju pasien, Kamu dirawat di sini memang nya apa yang terjadi sama kamu?"Tanya Renata yang kaget melihat Angkasa memakai pakaian pasien.
"Aku nggak apa-apa kok,Cuman demam biasa"Ungkap Angkasa menutupi kenyataan nya bahwa dia masuk rumah sakit karena hampir menenggelamkan dirinya sendiri.
"Kalian disini mau jenguk aku?"Tanya Renata tersenyum.
"Ya iyalah kita kesini mau jenguk kamu,Tapi maaf banget ya kita nggak bawa buah tangan"Jawab Amel menarik senyumnya.
"Nggak apa-apa kok,Kalian udah jenguk aja aku udah seneng"Ungkap Renata.
Setelah ibu dan adik perempuan Renata keluar dari ruangan, Mereka mulai mengintrogasi Renata dengan pertanyaan yang sudah mereka siapkan.
"Renata kita kesini Sebenarnya bukan mau jenguk kamu, Tapi kita mau dengan jawaban kamu"Tutur Nizam.
"Jawaban apa?"
__ADS_1
"Apa benar kamu ada sangkut pautnya dengan hilangnya Risa?"Tanya Tasya menatap mata Renata jelih.
"Maksud kalian apa sih?Aku nggak ngerti?Risa hilang?"Renata menatap kelima orang yang berdiri mengintrogasi nya.
"Kamu jangan pura-pura nggak ngerti deh"Sahut Amel memperlihatkan sebuah foto laki-laki yang yang kemarin masuk kedalam ruangan nya.
"Oo,Kalau itu sih kakak ku"
"Kamu yakin laki-laki yang ada difoto ini kakak kamu?"Tanya Tasya.
"I,iya"Jawab Renata gugup.
"Sejak kapan kamu punya kakak laki-laki?"Tanya Angkasa.
"Sebenarnya bukan kakak kandung,Tapi kakak sepupu"Sahut Renata hampir tidak bisa menyembunyikan kegugupan nya.
"Makin kesini aku semakin curiga kalau kamu memang benar ada hubungannya dengan hilangnya Risa"Amel menganggukkan kepalanya curiga.
"Kalian ngomong apa sih,Aku aja nggak tau kalau Risa itu hilang dan apa buktinya kalau aku memang bersalah"Jelas Renata meninggikan suaranya.
"Ada banyak bukti yang mengarah pada mu,Salah satunya Vidio ini"Tutur Nizam memperlihatkan Vidio dimana Renata membayar seseorang diarea parkiran.
"Dan kami juga punya bukti tentang sidik jari mu yang pada, Jaket yang ada di mobil pelaku"Tutur Amel.
"Selama tiga hari ini kita mencoba menyelidiki kasus hilangnya Risa,Dan semua bukti mengarah pada mu jadi tidak mungkinkan kamu tidak ada hubungannya dengan kasus ini"Jelas Tasya.
"Aku benar-benar masih nggak nyangka ya, Gadis lugu kayak kamu bisa bertindak sejauh ini"Sahut Reza menggelengkan kepalanya.
"Renata jawab dengan jujur apa kamu dibalik semua ini,Jawab jujur Renata"Teriak Angkasa mencengkeram kedua lengan Renata yang berdiam diri didepannya.
"Jawab Renata"Angkasa mengulangi Teriakan sadisnya pada sosok wanita yang selama ini singgah di hatinya.
"Iya"
"Memang aku dibalik semua itu,Tapi asal kalian tau aku melakukan ini semua karena ada sebabnya"Jawab Renata meninggikan suaranya.
Kalimat penjelasan Renata benar-benar langsung menusuk dada Angkasa,Ia masih tidak percaya bahwa Renata bisa melakukan hal sekeji ini apalagi pada Risa, Sungguh kata-kata Renata masih tersaring ditelinga nya.
"Kenapa kamu melakukan ini semua Renata,Apa kamu tidak berfikir dulu sebelum melakukan nya"Tutur Angkasa memegangi kepalanya yang mulai berdenyut keras.
__ADS_1
"Angkasa,, Angkasa kamu nggak apa-apa kan?"Ujar Nizam memegangi kedua pundak Angkasa.
"Aku nggak apa-apa"
"Aku melakukan ini semua karena kamu, Angkasa sejak awal kedatangan Risa aku sudah mulai curiga, Kenapa kalian bisa terlihat sangat dekat dan setelah sekian lama aku baru tau kalau Risa adalah mantan pacar kamu''Jelas Renata mulai meneteskan air mata nya.
"Risa mantan Angkasa?"Sahut Reza.
Jadi Risa adalah mantan Angkasa, Pantesan Mereka berdua terlihat sangat akrab dan dekat selama ini.
"Nizam,Nizam"Amel menyenggol lengan Nizam yang tenggelam dalam lamunan nya.
"Iya,, Kenapa sih"
"Ya habisnya kamu, Bengong muluk"
Angkasa benar-benar terpukul mendengar alasan Renata bisa melakukan hal seperti itu, Bahkan membahayakan pacar dan calon anaknya.
"Tidak hanya itu Angkasa kamu juga menghianati aku,Aku tau sebenarnya Risa sedang hamil anak kamu kan?"Ungkap Renata kembali mengejutkan semua orang yang ada di sana.
"Apa Risa hamil"Teriak Amel kaget.
Ungkapan apa lagi ini,Risa..Risa hamil, Mendengar bahwa Risa adalah mantan Angkasa saja membuatku sesak nafas dan sekarang aku harus mendengar ini juga.
"Benar-benar laki-laki brengsek"Teriak Nizam hampir melayang kan tangan pada wajah Angkasa,Namun Untung saja Reza dan teman-teman nya segera mencegah perkelahian itu.
"Udah,Cukup sekarang kan kita sudah tau siapa yang menculik Risa"Tutur Tasya.
"Renata sekarang katakan dimana kamu menyembunyikan,Risa?"Tanya Amel.
"Sebenarnya Risa sudah berhasil kabur dari tempat penculikan itu,Dan sekarang aku tidak tau keberadaan Risa dimana"
"Kamu jangan bohong deh,Pasti ini akal-akalan kamu saja kan"Teriak Nizam menunjuk Renata.
"Aku nggak bohong,Itu benar kalau Risa memang sudah kabur dari tempat penculikan itu"
"Renata lebih baik kamu jujur dari pada aku harus berbuat kasar pada mu,Aku punya kesabaran untuk menghadapi semua ini"Ungkap Angkasa memukul meja yang ada didekatnya.
"Aku nggak bohong Angkasa,Aku berkata jujur"Ucap Renata berusaha menjelaskannya.
__ADS_1
Kira-kira benar nggak ya yang dikatakan Renata?
Apa Risa berhasil selamat?