
"Risa maafin Angkasa ya,,dia benar-benar kelewatan Tante nggak habis pikir dia bisa mencintai orang lain seperti gadis tadi"Wira terduduk sedih dikursi belakang.
"Tante semua nya sudah berubah,,aku juga mengerti perasaan Angkasa yang hancur dan kesepian karena kepergian ku,mungkin itu tindakan yang benar untuk berani menatap dunia"ujar Risa memeluk hangat Wira yang terus menangis menyesali perbuatan Angkasa.
"hati kamu terbuat dari apa sih Risa? kenapa kamu bisa menahan semua ini dengan mudah"tutur Wira menatap jelih wajah Risa.
minyak dan air itu tidak akan bisa bersatu dan sebesar apapun batu pasti akan lama-lama akan terkikis oleh air.
seperti angkasa yang keras kepala lama-lama dia akan mulai melunak dengan kehangatan hati Risa.
sesampainya dirumah risa,Wira menyuruh Amel membawa kedalam karena cuaca malam tidak baik untuk kesehatan nya.
tidak berapa lama kemudian terlihat dua orang muncul mengendarai motor mereka masing-masing,Nizam yang melaju lebih dulu memasuki kawasan rumah Risa Yang kemudian diikuti Angkasa dari belakang nya.
"Tante Risa untuk masuk kedalam"tanya Nizam melepas helm dikepalanya.
"udah kok,Tante menyuruh Amel untuk membawa Risa kedalam"sahut Wira terus melirik kearah angkasa yang ingin menerobos masuk.
"angkasa berhenti,,!"teriak Wira.
"mah,, Angkasa butuh ngomong sama Risa"tutur angkasa berlari masuk kedalam.
"angkasa mamah bilang berhenti"teriak Wira menyusul angkasa.
"semakin kesini aku semakin binggung dengan semua drama ini,,ada hubungan apa sih antara Risa dan angkasa?"gumam Nizam ikut berlari kedalam.
angkasa berlari kedalam menyusuri tangga menuju kamar Risa yang terletak dilantai atas.
"Risa,,Risa"angkasa membuka pintu kamar Risa,terlihat Amel sedang membantu Risa berbaring diatas tempat tidur.
"angkasa"Risa menoleh ke sosok yang memanggil namanya.
"Risa aku butuh bicara dengan mu"ucap angkasa.
"Amel,, kamu bisa keluar dulu biarkan angkasa berbicara berdua dengan ku"tutur Risa tersenyuman pada Amel yang duduk dipinggir ranjang.
"kamu yakin nggak apa-apa"tanya Amel sedikit cemas.
"nggak apa-apa Mel,udah sana kamu keluar dulu"Risa menganggukkan kepalanya.
"ya sudah"Amel beranjak pergi meninggalkan Risa dengan Angkasa didalam.
"Risa aku ingin mengatur sesuatu"ucap Angkasa mengunci pintunya.
__ADS_1
"angkasa jika kamu ingin mengatakan sesuatu,,katakan saja tidak perlu mengunci pintu"sahut Risa kaget ketika angkasa mengunci pintunya.
"aku hanya tidak ingin orang lain mendengar pembicaraan kita berdua"tutur angkasa mendekat kearah Risa yang duduk diatas tempat tidur.
"kamu ingin mengatakan apa?"tanya Risa menghela nafasnya.
"Risa aku jujur pada mu,, sebenarnya semakin hari ku lalui bersama mu,, aku semakin bisa merasakan bahwa perasaan itu masa ada,, perasaan yang tenggelam begitu lama didasar lubuk hati yang paling dalam"angkasa berlalu menggenggam tangan Risa.
"Hem,,angkasa sebenarnya kamu ingin mengatakan apa,, tidak pernah bertele-tele"cletuk Risa melepaskan genggaman tangan Angkasa.
"aku hanya mengatakan kalau sebenarnya aku,,,aku,,aku masih mencintaimu"tutur angkasa menatap wajah Risa.
"apa urat malu mu sudah terputus, hingga dengan santainya kamu mengatakan itu"ujar Risa tertawa kecil.
" aku tau kamu tidak bisa segampang itu memaafkan aku,,tapi hanya menyampaikan ini, supaya kamu tau"sahut angkasa.
"apa kamu bisa meninggalkan Renata hanya demi kembali bersama ku,,apa kamu bisa"tanya Risa menatap wajah angkasa.
"ee,,aku"Angkasa terdiam membisu saat Risa melontarkan pertanyaan seperti itu pada nya.
"diam mu adalah jawaban paling tepat Angkasa"ujar Risa memegangi kepalanya yang mulai sedikit pusing.
"bukan seperti itu,,tapi aku,,,"Angkasa tak melanjutkan perkataannya ketika tiba-tiba Risa jatuh pingsan didepannya.
"Risa,,angkasa buka pintunya"panggil Wira dari luar.
"Tante seperti mereka berdua sedang membicarakan hal serius"ucap Amel.
"angkasa memang keterlaluan"gumam Wira kesal.
aku tau kamu tidak akan pernah bisa melupakan luka yang kuberikan dan aku tidak akan semudah itu mendapat kata maaf dari mu,, tapi percayalah aku mengatakan sejujurannya, bahwa hati ku mulai sakit dan takut kehilanganmu untuk kedua kalinya.
mungkin kamu menganggap ku pecundang yang lari ketika ada bahaya dan memilih berlindung dihati orang lain.
"angkasa buka pintunya"Wira menggedor pintu kamar tersebut.
lalu tidak lama kemudian Angkasa membuka pintu nya dan Wira memarahi angkasa ketika melihat Risa terbaring tak sadarkan diri diatas tempat tidur.
plak,,plak
"angkasa apa yang kamu lakukan pada Risa"Wira menampar wajah Angkasa dengan keras.
__ADS_1
"udah Tante,,udah"cegah Amel ketika melihat Wira hendak menampar kembali angkasa.
tamparan itu sama sekali tidak sebanding dengan penderita Risa selama ini, tamparan itu bisa disebut sebagai tanda pembuka penyesalan.
"Risa,,risa"Nizam mengelus kepala Risa dengan halus.
"jangan menyentuh nya"teriak angkasa menyeret kerah baju Nizam dengan kejam.
"angkasa kamu apa-apaan sih,, lepasin"teriak Wira mencegah angkasa yang hendak menghabisi nizam.
"ku ulangi sekali lagi jangan pernah menyentuhnya"tegas angkasa kesal melepaskan tangannya.
"memangnya kenapa jika aku menyentuh Risa,,apa hak mu"ucap Nizam mengerutkan keningnya.
"berani nya kamu,,!"ucap Angkasa.
"Nizam benar,, memangnya apa hak mu melarangnya"sahut Wira.
"mah,,mamah apa-apaan sih"angkasa menyeringai menoleh kearah Wira.
"apa,,mamah kenapa? memang nya mamah salah mengatakan"tutur wira kesal.
"aaaaaa terserah mamah mau mengatakan apa!aku tidak peduli"angkasa berlalu pergi.
penyesalan memang selalu hadir diakhir dan kenyataan selalu mulai dari awal kehidupan,,apa ini yang sering disebut cinta abadi tapi tidak ada kehadiran cinta.
angkasa berlalu keluar dari rumah risa,saat ini tidak ada pikiran lain selain penyesalan karena telah membiarkan Risa berada ditangan orang lain.
cinta memang tidak bisa ditebak,,cinta juga tidak bisa dikontrol hanya dengan keinginan masing-masing insan, seperti Romeo and Juliet yang abadi menjaga cinta mereka apakah angkasa dan risa juga bisa menyatukan keabadian cinta mereka yang tunas ditanduk berduri.
"Tante apa perlu kita menelfon dokter untuk menangani Risa"tanya Amel yang sedang mengompres dahi Risa.
"seperti nya Risa hanya terlalu banyak pikiran makanya dia cepat lelah dan tidak bisa mengontrol suasana hati nya"sahut nizam.
"ya sudah berhubungan hari semakin malam,,Nizam kamu pulang saja istrirahat lah biar Tante dan Amel yang menjaga Risa disini"ujar Wira.
"yasudah Tante,,nanti kalau ada apa-apa tolong hubungi Nizam ya"tutur Nizam berlalu pergi.
kehidupan dan perjalanan yang tak pernah ada ujungnya selalu menghiasi kisah cinta mereka,mungkin saja Risa akan memilih Nizam sebagai pengganti Angkasa dimasa hidupnya dan akankah angkasa berjuang mendapatkan kembali hati Risa tanpa meninggalkan Renata.
...kamu pikir dunia ini hanya milik mu,, sehingga kamu bisa mendapatkan kedua cinta mereka,, Angkasa kamu adalah laki-laki yang serakah....
..._____pria sejati____...
__ADS_1