
"Apa yang akan mereka bicarakan malam ini, Wajah mereka terlihat serius sekali"Gumam Angkasa yang berjalan menuruni tangga.
"Angkasa kemarilah"Panggil Toni tersenyum melihat Angkasa yang berjalan kearah mereka yang duduk diruang tengah.
Wira yang duduk didekat Toni langsung menoleh kearah angkasa yang menghampiri mereka,Wira hanya membalas senyuman kecil,Sembari menuang teh hijau di cangkirnya.
"Angkasa,,Duduk disini papah ingin bicara banyak mengenai perusahaan, Mulai sekarang kamu harus banyak belajar masalah seperti ini"Ucap Toni memperlihatkan data-data perusahaan yang ada di laptopnya.
"Jika masalah seperti itu Angkasa sudah mempelajari nya, Namun Angkasa belum terlalu banyak tahu mengenai pengelolaan perusahaan"Tutur Angkasa menunjuk kearah layar laptop milik ayahnya tersebut.
"Waw,,Kalau begitu besok kamu ikut papah ke perusahaan ya, Supaya kamu lebih banyak belajar"Ucap Toni menepuk pundak Angkasa yang terus memperhatikan Wira yang duduk diseberang nya.
"Mah,,Mamah mau tanya masalah apa sama Angkasa?"Tanya Angkasa memperhatikan gerak-gerik Wira terlihat muram.
"Mamah cuman mau tanya sama kamu? Kamu sama Renata masih ada hubungan?"Tanya wira meletakkan cangkirnya diatas meja.
"Kan,, Mamah tau sendiri kalau aku sama Renata udah putus,Bukannya mamah sendiri yang menyuruh"Terang Angkasa singkat.
"Iya sih,, Cuman mamah belum yakin aja kalau kamu benar-benar sudah tidak ada hubungan apa-apa sama Renata itu"Ucap Wira mengerutkan keningnya, menatap kearah Angkasa.
"Mah,, Angkasa benar-benar udah nggak ada hubungan apa-apa sama Renata, Angkasa sudah membuat keputusan untuk kembali bersama Risa tapi kenapa mamah masih nggak percaya sih,Sama Angkasa"Tutur Angkasa berusaha meyakinkan Wira yang mulai meragukannya.
"Bukan mamah nggak percaya sama kamu, tapi harapan mamah adalah Risa, Mamah yakin Risa bisa menuntun mu nantinya, Karena bagaimanapun mamah dan papah nggak akan bisa terus-terusan mendukung mu, Mamah bisa mengatakan bahwa Risa adalah wanita yang tepat untuk masa depan mu"Ujar Wira.
"Papah juga setuju dengan ucapan mamah mu,Risa memang wanita yang bisa mengajakmu berdiri pada kesuksesan nantinya"Sahut Toni ikut memberi masukan.
"Angkasa akan selalu bersama Risa, Sampai kapan pun"Tutur Angkasa tersenyum.
Angkasa memang harus terus bersama Risa,, Pah,,,Mah karena Angkasa punya benih kehidupan dirahim Risa, Angkasa juga menyadari begitu kuatnya cinta Angkasa pada Risa.
"Baiklah bagaimana kalau malam ini kita makan diluar, Sekalian kita ajak Risa"Ujar Toni menatap dua wajah yang tersenyum didepannya.
"Ya sudah ayo, Mamah juga udah lama banget nggak makan malam diluar"Tutur Wira.
"Kalau begitu Angkasa telfon Risa, Supaya dia siap-siap"Sahut Angkasa beranjak mengambil hpnya dikamar.
"Kalau begitu, Mamah juga mau siap-siap ya pah"Wira berjalan meninggalkan Toni yang duduk menyeruput kopi nya.
"Mamah,,Ini seperti anak muda yang ingin keluar saja , pakai acara berganti pakaian kayak papah dong simpel"Sahut Toni tertawa.
"Mamah ini seorang desainer,, Masa mau keluar pakai baju harian,Harus cantik dong"Ucap Wira berlalu pergi.
"Mamah tidak perlu dandan,Juga tetap cantik kok"Gumam Toni terkekeh kecil.
"Tapi boong"Toni kembali Tertawa.
Setelah semua orang siap, Mereka bertiga bergegas masuk kedalam mobil dan pergi menjemput Risa yang ada dirumahnya.
__ADS_1
Risa yang menyambut mereka berdiri didepan pintu, membuat Angkasa sepontan mengeluarkan kata-kata cemasnya.
"Risa,, Kamu baik-baik saja hari ini tidak ada masalah pada"Angkasa menghentikan ucapannya setelah melihat kode kedipan mata Risa.
"Maksud ku,Kamu sehat kan karena cuaca akhir-akhir ini,cukup ekstrim"Tutur Angkasa tersenyum menghampiri Risa dan menyuruhnya duduk dibelakang bersama nya.
"Angkasa ini ada-ada aja,Perasaan cuaca selalu panas"Sahut Wira menoleh kebelakang.
"Maksud Angkasa mungkin, Karena cuaca panas itu bisa mengurangi kekebalan tubuh mungkin soalnya Risa nggak terlalu mengerti pelajaran biologi Tante"Tutur Risa tersenyum malu.
"Risa,,Risa ada-ada saja kamu ini"Toni tertawa.
"Om sama Tante,, Kok tumben mau Makan diluar"Tanya Risa, menatap dua pasangan suami istri yang duduk didepan nya.
"Tante,tuh pengen aja makan diluar soalnya udah lama banget nggak makan malam diluar kita kayak keluarga ya?"Tutur Wira tertawa kecil menoleh kebelakang.
"Tante bisa aja"Sahut Risa menunduk malu.
"Risa kamu mau kan, Menjadi menatu kami?"Tanya Toni.
"Eee,,Risa belum bisa memutuskan nya Tante"Ucap Risa menggaruk kepalanya sembari menatap Angkasa yang duduk disampingnya.
Bi**sa-bisa nya dia mengatakan belum memutuskan nya, Apa Risa lupa kalau dia sedang mengandung anak ku.
"Tapi risa sayang,Tante percaya kalau Risa bisa mengambil keputusan yang tepat nantinya dan Tante sangat yakin kalau nantinya kamu tetap akan menjadi menantu kita"Jelas Wira tersenyum menatap dua wajah remaja yang duduk dibelakang.
Sesampainya direstoran mewah mereka langsung masuk kedalam,Restoran mewah dengan interior gaya Eropa itu membuat suasana semakin enak dipandang belum lagi suara biola yang menemani mereka makan.
"Wah,, Restoran nya bagus banget ya Tante"Ucap Risa yang tersenyum pada wanita yang menggandeng tangan nya.
"Iya,,Tante juga belum pernah datang kemari, Angkasa yang menyarankan kita untuk makan disini,entah dia tau dari mana mengenai tempat ini"Ucap Wira tersenyum menuntun Risa duduk didekat Angkasa, yang lebih dulu duduk disana bersama Toni.
"Pasti Angkasa sudah pernah datang kemari sebelumnya, Mungkin bersama Renata"Gumam Risa lirih.
"Kamu mengatakan sesuatu Risa"Tanya Wira menatap Risa yang duduk disamping Angkasa.
"Tidak kok Tante,Risa cuman pengen tau menu direstoran ini"Ujar Risa tersenyum.
"Oo,,Tante kira kamu ngomong apa? Yaudah Angkasa panggil pelayanannya"Ucap Wira menyuruh angkasa yang duduk memainkan hp ditangannya.
Setelah seorang pelayan menghampiri mereka dan menyodorkan sebuah papan menu pada mereka, beberapa pesanan dibuat dan Wira menawarkan Risa untuk mencoba minuman beralkohol.
"Risa kamu cobain minuman ini deh nggak terlalu beralkohol kok"Tutur Wira menunjukkan menu yang tertera dipapan menu.
"Nggak,,Risa nggak boleh minum itu"Sahut Angkasa sepontan mengagetkan Wira dan Toni yang menatap heran.
"Bener Tante,Risa nggak bisa minum-minuman seperti itu"Tutur Risa tersenyum kecil.
__ADS_1
"Ini nggak mengandung banyak alkohol kok,cuman campuran soda saja, Iya kan mbk"Ucap Wira menoleh pada pelayan restoran yang menganggukkan kepalanya.
"Tetap saja nggak boleh minum-minuman seperti itu, Mbk buatkan satu susu hangat saja"sahut angkasa.
"Angkasa kamu apa-apaan sih, Masa direstoran masih minum susu,Risa kan pengen juga menikmati menu-menu lain"Tutur Wira memukul tangan Angkasa pelan.
"Tapi benar kata Angkasa Tante,Minuman beralkohol itu tidak baik untuk tubuh lagian Risa lebih suka minum susu hangat"Tutur Risa tersenyum sambil menatap ketiga wajah yang menyorot kearahnya.
"Baiklah,, Padahal kemarin Angkasa habis minum banyak dirumah, Sampai rumah itu berantakan banget"Wira tersenyum melirik putranya yang memasang wajah datar.
"Angkasa sering minum Tante?"Tanya Risa ikut melirik sosok laki-laki dingin didekatnya.
"Suka banget,,Sampai habis berbotol-botol iyakan Angkasa"Ejek Wira tertawa kecil.
"Mah,Sudah-sudah kasihan tuh mbaknya nungguin"Sahut Toni menyela pembicaraan mereka.
"Ya ampun mamah sampai lupa, seysuai tadi yang telah saya pesan ya mbk"Ujar Wira menganggukkan kepalanya.
Setelah pesanan mereka datang, Angkasa dengan antusias berdiri dan memesankan Risa sup sum-sum yang ada direstoran itu.
"Angkasa mau kemana?"Tanya Risa menyahut tangan Angkasa yang berdiri.
"Kamu tunggu disini ya"Tutur Angkasa tersenyum mengusap kepala Risa.
"Mau kemana lagi tuh,Anak itu?"Tanya Wira.
"Paling kekamar mandi mah"Sahut Toni yang sibuk mengupas kepiting ditangannya.
Tidak lama kemudian Angkasa datang dengan semangkuk sup sum-sum ditangannya.
"Kamu makan ini saja"Tutur Angkasa memberikan semangkuk sup sum-sum itu pada Risa.
"Angkasa kamu ini kenapa sih,Kok ngatur-ngatur pola makan Risa"Sahut Wira menatap Angkasa yang kembali duduk.
"Nemang nya kenapa sih,Itukan sehat untuk tubuh"Sahut Angkasa.
"Terserah kamu saja deh,Tapi pertanyaannya Risa suka nggak sama sup itu?"Tanya Wira memasukkan makanan kemulutnya.
"Suka nggak suka, Dia tetap harus makan"Ucap Angkasa.
"Sadis banget sih kamu"Ujar Wira memukul tangan Angkasa dengan sendok ditangannya.
"Risa suka kok Tante dan udah lama banget Risa nggak makan sup kayak gini"Tutur Risa tersenyum menyendok sup sum-sum didepannya.
Mereka dengan antusias Menikmati makanan tersebut, alunan biola menjadi ciri khas restoran itu,Satu persatu pengunjung mulai meninggalkan tempat,Hanya tersisa beberapa orang karena hari semakin malam.
Mereka terlihat seperti sebuah keluarga besar yang sedang makan malam bersama, Apalagi jika ditambah seorang anak kecil yang meramaikan suasana, Pasti mereka akan semakin terlihat komplit.
__ADS_1