
Suasana ricuh sebelum kedatangan guru menyelimuti kelas 11ipa,semua orang saling beradu mulut karena pertama kalinya ketua kelas itu tidak hadir apalagi tanpa surat izin hal itu justru membuat pikiran Risa tertuju pada kejadian kemarin, Ia mengira angkasa sakit karena hujan-hujanan.Saat dimana Risa menolak ajakan Angkasa untuk pulang bersama.
"Udah bilang aja sakit"Saran Romi si gendut yang paling susah diatur dan paling lemot saat pelajaran tapi sangat jago jika lomba makan.
Karena Ke jagoanya dalam makan, Sampai-sampai waktu acara lomba makan pada 17 Agustus,Si Romi selalu ikut serta mewakili kelasnya dan pada akhirnya dia lah juaranya.
"Masalahnya kalau ditanya guru itu apalagi hari ini pak Deni yang masuk,Eh tunggu-tunggu sekarang ini pelajaran pak Deni bukan sih"Tanya Reza panik.
"Iya,,Kan ada pr ya gawat nih"Sahut Tasya meraih buku dan pena yang ada dimejanya dengan segera ia membuka lembaran demi lembaran dan mendapati pr bahasa Inggris yang belum ia sentuh sama sekali sejak terakhir kali pak Deni menerangkan.
"Eh,,Bilang aja ya nggak ada pr gitu ok"Reza berdiri sambil mengajak pasukannya untuk kerjasama dalam kebohongan.
"Emang ada pr ya,Coba liat dong"Risa berbisik kearah Amel yang duduk didepan nya.
"Ada, Aku sih ingat kalau ada pr hari ini tapi aku nggak bisa ngerjainnya jadi aku diam sampai,,"Jelas Amel sebelum terpotong oleh kalimat Risa.
"Sampai jawabannya datang sendiri"Sahut Risa menggelengkan kepalanya melihat wajah cengengesan yang ada didepannya.
"Ya nggak gitu soalnya aku tuh paling bodoh buat pelajaran bahasa Inggris,Ya nggak cuma bahasa Inggris sih malah semua pelajaran"Amel tersenyum malu sambil menggaruk-garuk kepalanya.
"Sini aku kerjain tapi kalian semua harus janji ya jangan sesekali berbohong"Tegas Risa berdiri menatap semua murid yang kebingungan.
"Iya deh janji"Serempak mereka kompak.
Risa mulai bergegas mengerjakan tugas tersebut ia harus segera menyelesaikannya sebelum pak Deni datang dan menghukum mereka bersama dilapangkan.
"Waw,Risa kamu ngerjainnya cepat banget"Tasya menghampiri Risa yang terfokus pada bukunya.
"Nih,,Tinggal kalian salin"Risa menyodorkan buku miliknya pada Tasya yang menatapnya heran.
Mungkin bagi semua orang ini seperti keajaiban yang sekejap terjadi, Pelajaran seperti itu tidak membutuhkan waktu banyak baginya untuk mengerjakan apalagi selama bertahun-tahun Risa selalu menggunakan bahasa itu untuk sehari-hari.
"Terimakasih ya Risa"Sahut mereka berbarengan dengan nada yang hampir sama dan semakin menunjukkan kekompakan mereka apalagi kekompakan saat menyalin lembar jawaban itu seperti acara diskusi untuk pembunuhan seperti yang ada di komik "The Run"yang sering Risa baca diwebtoon.
__ADS_1
Setelah terdengar bel masuk berbunyi suara kaki berlari kedalam terduduk didiam dibangku masing-masing sampai tak terdengar suara sepatah katapun yang keluar dari mulut mereka ,Pak Deni memasuki ruang kelas dengan kacamata tuanya.
"Selamat pagi selamat menempuh hidup baru"Sapa pak dengan yang seketika membuat mereka tertawa bersamaan.Pak Deni memang terkenal galak tapi dia adalah seorang guru yang paling suka bercanda.
"Yaelah pak kita ini mau belajar bukan ijap kabul, Tapi kalau ijab Kabul nya sama ayang Amel nggak papa sih "Seru Reza tertawan kecil melirik kearah Amel yang mengelus dada dengan wajah yang masam.
"Yee,, Itu mau kamu ok apa hari ini ada pr"Tanya pak Deni menurunkan kacamata nya.
"Ada pak"Serempak mereka dengan wajah tenang.
"Wah, Semangat sekali kumpulin sini"Tunjuk pak Deni menoleh kearah Risa yang tersenyum menyapa sopan ketika meletakkan buku tugasnya dimeja pak Deni.
"Kamu anak baru ya?"Tanya Pak Deni menunjuk Risa yang sedang berdiri menumpuk buku-buku dimejanya.
"iyya pak"Balas Risa tersenyum lalu menundukkan kepalanya.
"Ya sudah kita mulai pelajaran sekarang, Oh iya bapak lupa absen ya"Pak Deni kembali terduduk setelah berdiri menuliska judul pembelajaran dipapan tulis.
"Masuk semua siapa yang tidak masuk hari ini"Pak Deni menoleh ke kanan kiri seperti mencari seseorang.
"Sakit pak"Jawab Reza tertunduk takut.
"Sakit,, Sakit apa"Tanyanya.
"Demam pak"Sahut Rafa dari tempat duduk paling belakang.
"Oo,, Yasudah kita doakan saja semoga cepat sembuh ya"tutur pak Deni tanpa memperlihatkan wajah marah nya hingga membuat semua murid heran dengan sikapnya karena biasanya dia akan memarahi murid yang tidak masuk tanpa alasan yang jelas.
"Eh tumben banget ya"Bisik Reza menoleh kebelakang dan berbicara pada Ramzi sicupu yang terkenal aktif dalam belajar.
"Udah jangan nengok-nengok nanti dimarahi mampus dah kamu"Tegur Ramzi jutek.
"Ye,,Diajak ngomong juga nyebelin banget"Tutur Reza sebal.
__ADS_1
"Hem,,Hem Reza liat apa dibelakang"Tegur pak Deni menatap tajam seperti elang yang ingin memangsa buruannya.
"Nggak ini pak tadi Ramzi pinjam pena sama saya"Jawab Reza cengengesan.
"Benar begitu Ramzi"Tanya pak Deni menoleh kearah Ramzi yang memainkan tangannya.
"Nggak pak"Sahut Ramzi membuat Reza terkejut dan mengomel kearah Ramzi.
"Reza keluar sekarang"Tegas pak Deni menunjuk pintu keluar.
Saya itu tau muka-muka orang kalau lagi bohong, Apalagi kelas ini,Semua muridnya terlihat seperti muka-muka pembohong kecuali Risa ya,Dia seperti berbeda dari yang lain.
"Tapi pak"Reza berdiri pasrah sambil berjalan keluar setelah pak Deni melototi nya.
"Yaelah pak,Masa muka-muka secantik aku ini dibilang muka-muka pembohong"Sahut Amel memanyunkan bibirnya kedepan.
"Wah,Kalau muka-muka seperti Amel ini seperti lebih cocok dengan muka-muka centil ya"Ungkap pak Deni.
"Astaga aku dibilang centil,Ya emang aku centil sih"Tutur Amel membuat semua murid tertawa.
"Ayang Amel aku pada mu,I love you!"Teriak Reza dari luar kelas.
"Cieee"Sahut satu kelas heboh.
"Ih, Apa-apa sih Reza malu-maluin aja"Teriak Amel menutup mukanya dengan buku LKS nya.
"Ayang Amel nggak perlu malu untuk mengakuinya,Cinta ku pada sangatlah besar kamu nggak akan kuat untuk menahan nya biar aku saja"Sahut Reza terus berteriak dari luar kelas.
"Reza,Kalau kamu mau jadi dilan sana ikut syuting film"Sahut Pak Deni menggelengkan kepalanya heran dengan kelakuan muridnya yang super abstrak.
Setelah keributan berakhir mereka kembali memulai pembelajaran dengan antusias mereka fokus memperhatikan penjelasan setiap kalimat yang diterangkan oleh pak Deni.
Kebohongan itu adalah ujung dari kesalahan terbesar
__ADS_1
...Jika kita berbohong itu bukan akan membawa keakhir yang baik tapi sebaliknya....
...___Dear reza___...