DEAR ANGKASA

DEAR ANGKASA
BAB 41:DEAR DESA CEMPAKA.


__ADS_3

"Om masih jauh nggak sih?"Tanya Tasya.


"Seharusnya sudah dekat sih,tapi sepertinya kita nyasar deh"Sahut Toni menggaruk kepalanya.


"Apa"Serempak mereka berteriak hingga suara mereka terdengar nyaring di dalam mobil.


Hari semakin malam,cuaca juga cukup dingin, empat orang yang berada di dalam mobil itu,masih terus terdiam sembari mengikuti jalan bebatuan yang semakin masuk kedalam plosok.


"Ya ampun,kita udah hampir seharian cari Risa ditempat ini tapi malah kita yang tersesat"Keluh Reza menyenderkan tubuhnya dipinggiran kaca mobil.


"Sabar,om Toni yakin kok kita akan segera sampai ke desa itu dan om yakin banget kalau Risa ada disekitar tempat itu"Jelas Toni.


"Iya deh om,kita percaya seratus persen"Sahut Reza.


"Udah Reza, kamu dari pada ngedumel gitu lebih baik tidur"Ujar Toni tertawa kecil.


"Bener banget tuh om"Timbal Tasya.


"Aku bosen soalnya nggak ada ayang Amel,Ini gara-gara kamu Tasya,ayang Amel jadi ngambek kan"Tutur Reza menyalakan Tasya yang duduk disampingnya.


"Kok kamu jadi nyalahin aku sih,orang dia yang salah"Balas Tasya mencubit lengan Reza yang kemudian mengaduh kesakitan.


"Udah-udah kalian ini malah berantem, nanti cinlok loh"Sahut Toni terkekeh kecil.


"Cinlok sama dia,ogah banget"Ungkap Tasya memutar bola matanya.


"Siapa juga ya mau sama kamu, didunia ini cinta aku tuh hanya untuk ayang Amel seorang lain om Toni,pakek ngomong cinlok segala emangnya kita lagi main film"Tutur Reza.


"Ya kan kamu itu, jago ngegombal kayak dilan"Timpal Nizam yang duduk didepan berdampingan dengan Toni yang fokus mengemudi mobil melewati jalanan yang berbatu.


"Ini jalanan nggak diaspal apa di kramik gitu"Ucap Reza.


"Orang juga jarang kalik lewat sih,ngapain diaspal"Sahut Nizam.


Tidak lama kemudian terlihat dari jauh penampakan kerlipan lampu-lampu yang menunjukkan bahwa disana ada sebuah desa.


"Om kayaknya kita udah sampai deh"Nizam menunjuk sebuah desa yang ada didepan mereka.


"Benarkan kata om,kita nggak mungkin nyasar"


"Bukannya tadi om sendiri yang bilang kalau kita nyasar"Sahut Tasya.


Mobil mereka mulai memasuki jalanan desa tersebut, entahlah desa ini terlihat berbeda dari kebanyakan desa-desa lainnya,desa ini mayoritas penduduknya sangat suka berkumpul-kumpul disetiap ruas jalan.

__ADS_1


Desa nya juga cukup ramai saat malam hari, lampu-lampu menghiasi pinggiran jalan dan disetiap depan rumah pasti ada segerombolan orang yang sedang mengobrol.


"Ini desa ramainya kayak di alun-alun kota ya"Tutur Tasya menurunkan kaca mobil nya.


"Permisi pak,ada yang bisa saya bantu?kalau boleh tau kalian dari mana ini?"Tanya laki-laki yang menghampiri mobil mereka.


"Kita dari Jakarta pak,saya mau tanya ini namanya desa apa ya?"Tanya Toni turun dari mobil nya.


Tasya,Nizam dan Reza pun ikut turun dari mobil.Lalu orang tersebut mengatakan bahwa ini adalah desa pedalaman jarang orang kota bisa sampai ke desa tersebut.


"Di desa cempaka ini jarang banget orang-orang kota bisa masuk kedalam karena biasa mereka akan tersesat terlebih dahulu untuk sampai pada tempat ini"Ungkap laki-laki itu, menjelaskan.


"Kedatangan kami kesini,kami ingin mencari seseorang, apa bapak pernah melihat gadis ini?"Tutur Toni memperlihatkan foto Risa yang ada dilayar hpnya.


"Saya sih tidak pernah lihat, gadis secantik dia di desa ini,tapi karena ini sudah sangat malam akan lebih baik jika kalian menginap terlebih dahulu,besok saya akan bantu untuk mencari gadis yang bapak maksud"Ujar laki-laki memberikan saran agar mereka tinggal dirumanya untuk sementara waktu, karena hari memang sudah sangat malam.


"Terimakasih banyak pak,atas bantuannya"Ucap Nizam tersenyum.


"Jangan sungkan kebetulan saya adalah kepala desa disini,jadi sudah kewajiban saya untuk membantu siapa pun yang berkunjung ke desa kami"Ujar kepala desa tersebut tersenyum sembari menunjukkan tempat tinggal nya.


**********************


Keesokan harinya mereka semua mencari Risa di desa tersebut,ditemani kepala desa dan istrinya, karena semalam istrinya bercerita bahwa kemarin ada kabar mengenai gadis cantik yang singgah di perumahan sederhana diujung desa.


"Apa mungkin itu Risa ya?"Tanya Tasya.


"Bisa jadi karena gadis itu mengatakan bahwa dia bukan asli orang desa cempaka,kalau tidak salah ditinggal ditempat Bintang dia juga sering pergi ke sawah bersama Bintang"Jelas istri kepala desa itu.


"Bintang itu laki-laki atau perempuan buk?"Tanya Tasya.


"Bintang itu seorang pemuda paling tampan di desa ini,dia juga petani yang paling rajin"Ungkapnya.


"Risa tinggal bersama laki-laki"Tutur Nizam.


"Kan belum kita pastikan kalau itu benar-benar Risa"Sahut Reza.


"Dia tidak hanya tinggal berdua dengan Bintang tapi ada ibu nya Bintang juga"Kata kepala desa tersebut memberi ulasan.


"Oo, baguslah kalau begitu"Tasya mengelus dadanya lega.


Sesampainya didepan rumah Bintang, mereka mengetuk pintu rumah,dan tidak lama kemudian ibu Bintang lah yang membuka pintu.


"Permisi ibu"Ucap Tasya tersenyum.

__ADS_1


"Pak kades,buk kades maaf ini ada apa ya ramai-ramai?"Tanya wanita separuh baya itu menatap heran dengan kedatangan mereka.


"Maaf buk, sebelumnya kita mengganggu kemarin saya dengar ada seorang gadis yang tinggal ditempat ibu,apa itu benar?"Tanya pak kepala desa.


"Memang benar ada seorang seorang gadis yang tinggal di rumah kami,tapi kami hanya menolongnya"Jawab wanita tua tersebut.


"Buk bagaimana jika kita mengobrol didalam saja"Ujar buk kades tersenyum.


"Boleh,boleh mari silahkan masuk tapi rumah kami sangat sederhana dan kecil"Ungkap ibu tersebut mempersilakan merek masuk kedalam.


"Buk kalau boleh tau di mana Risa nya?"Tanya Nizam.


"Kalian kenal dengan Risa?"


"Apa benar gadis itu bernama Risa?"Sahut Toni kaget.


"Benar nama gadis itu memang Risa"


"Syukurlah Risa ketemu"Ucap Tasya.


"Sekarang dia dimana buk?"Tanya Nizam.


"Sekarang dia sedang pergi ke sawah bersama anak saya, Bintang"


"Apa pulang nya masih lama?"Tanya Reza.


"Seharusnya sebentar lagi pulang, tunggu saja tapi kalau boleh tau kalian ini siapa nya ya?"


"Mereka ini adalah keluarga Risa,sudah hampir dua minggu Risa menghilang dan mereka sedang mencari nya"Tutur pak kepala desa tersebut.


"Sebelumnya saya minta maaf kepada pak kades karena saya belum memberi tau kalian tentang Risa karena saya takut ada orang jahat yang mencoba membawanya"


"Maksud ibu?"Tanya Toni.


"Karena sebelumnya saya menemukan Risa terbawa arus sungai yang ada di dekat dengan sawah kami,terus kami membawanya ke mari lalu Risa menceritakan bahwa dia sebenarnya sedang kabur dari tempat penculikan maka dari itu saya sedikit takut jika ada orang yang mengaku-ngaku sebagai keluarga nya"Jelas wanita tersebut.


"Tapi kami ini benar-benar keluarganya, mereka bertiga adalah sahabat nya kami tidak berniat jahat ataupun sebagai nya"Sahut Toni.


"Saya percaya kalau kalian memang orang baik,saya bisa melihatnya"Ungkap wanita tua itu.


Mereka mengobrol sambil menunggu kepulangan Risa dari sawah, seperti pada umumnya mereka mengobrol tanpa ada rasa curiga yang terselip pada perkataan mereka.


Apa Risa mau pulang setelah di sudah merasa nyaman dirumah sederhana itu?

__ADS_1


__ADS_2