DEAR ANGKASA

DEAR ANGKASA
BAB 51: SEPERTI MARS DAN VENUS.


__ADS_3

"Kok, kamu ngelihatnya kayak gitu sih"Lirih Amel ketika tatapan Nizam menuju padanya.


"Nggak kok,aku cuman ngelihatin kamu karena kamu makan nya berantakan,tuh Sampai cemong-cemong kayak gitu"Tutur Nizam mengelap bibir Amel yang terkena saos dengan tisu.


"Eh,aku bisa sendiri kok"Tutur Amel menyahut tisu itu dari tangan Nizam yang kemudian mengalihkan pandangannya.


*Tumben si Amel,nolak saat diberi perhatian biasanya kan dia paling seneng saat dekat-dekat dengan aku.


Haduh jantung aman kan?jangan pingsan dulu ya, pingsannya pas udah dirumah aja, sumpah aku nggak mimpi kan,demi apa si Nizam perhatian banget sama aku,ya ampun aku rasanya ingin melayang di udara*.


"Kamu kenapa sih?kok senyum-senyum sendiri gitu emang ada yang lucu?"Tanya Nizam Ketika melihat Amel tersenyum-senyum sendiri.


"Nggak kok,siapa yang senyum-senyum!"Sahut Amel.


"Itu tadi kamu senyum-senyum sendiri"


"Orang aku senyum-senyum sendiri karena menikmati bakso ini kok,ini tuh rasanya enak banget makanya aku senyum-senyum"Ungkap Amel menyendok kuah bakso itu dengan tergesa-gesa.


"Mel!"


"Hem"


"Setelah ini aku ingin ngajak kamu ke suatu tempat dan aku juga pengen ngomong sama kamu, tapi nanti pas kita udah disana"Ujar Nizam menatap wajah manis Amel.


Ternyata Amel cantik dan manis juga ya, apalagi saat dia tersenyum, rambut panjang nya,mata nya, bibirnya seolah-olah dia seperti bidadari.


Nizam mau ngomong apa ya?kok kayaknya dia serius banget,apa mungkin dia mau menyatakan perasaannya pada ku,Oo ya ampun.


Selesai dari makan bakso ala kaki lima,Nizam mengajak Amel untuk mengunjungi sebuah danau kecil berwarna biru menyala, ribuan lampu kerlap-kerlip menghiasi sekeliling area danau,dua lampion berwarna pink berjajar didepan mereka.


"Apa ini?"


"Kamu suka?"


"Suka banget, tempat nya bagus dan terlihat alami banget"Ungkap Amel tersenyum menghampiri dua lampion didepan matanya.


"Wah, lampion udah lama banget aku nggak mainan lampion"Tutur Amel.


"Kamu ingin menerbangkan lampion ini?"


"Memang nya ini punya siapa?"


"Punya kita berdua"


"Punya kita,jangan ngaku-ngaku deh!nanti dimarahin orang nya"


"Kalau kamu mau menerbangkan lampion itu, kamu harus jawab pertanyaan ku dulu"Ungkap Nizam.


"Pertanyaan?kayak anak SD aja"Tawa Amel.


"Aku serius"

__ADS_1


"Yaudah apa pertanyaan nya?"


"Amel l love you"Sahut Nizam tersenyum menatap wajah Amel yang terdiam kaget.


"Ah,kamu kayak nggak ada pertanyaan lain"Amel tersenyum mengalihkan pembicaraan.


"Aku serius,aku suka sama kamu!mungkin kamu nggak akan percaya tapi aku serius suka sama kamu"


"Nizam!! kamu lagi nggak becanda kan?"


"Nggak aku benar-benar serius dan sekarang kamu harus jawab kamu mau nggak jadi pacar aku?"Ucap Nizam memegang kedua tangan Amel.


Aku mimpi nggak sih,Nizam benar-benar nembak aku, rasanya seperti mimpi.


"Aku,,,aku!!aku mau jadi pacar kamu"Tutur Amel menganggukkan kepalanya sambil berusaha menyembunyikan senyumannya itu.


"Yes"Teriak Nizam tersenyum bahagia.


"Boleh peluk?"Tanya Nizam menatap Amel yang tersenyum malu.


"Boleh"Sahut Amel.


Dengan hati gembira Nizam memeluk hangat Amel dan mengajaknya menerbangkan lampion atas cinta mereka.


Hari pun semakin pekat dengan malam hari,angin-angin malam menyentuh kulit mereka,Amel menggosok kedua lengannya sambil menatap dua lampion yang mulai menjauh diatas langit.


"Mel,aku pengen tau sesuatu yang kamu sembunyikan dari aku"Ucap Nizam menyelimuti tubuh Amel dengan jaket nya.


"Kamu menyembunyikan sesuatu kan dari kita semua?"


"Aku nggak ngerti kamu ngomong apa?"


"Kamu jangan bohong, sekarang ini aku pacar kamu"


"Aku beneran nggak menyembunyikan apapun dari kalian,cuman.."


"Cuman apa?"


"Cuman ayah dua bulan kedepan akan pergi keluar negeri dan kemungkinan aku juga akan ikut serta"Tutur Amel menghela nafasnya panjang-panjang.


"Keluar negeri?tapi kenapa?"Tanya Nizam kaget.


"Karena ayah ku baru saja membuka bisnis disana,ayah juga menyuruh ku untuk segera mengurus perpindahan kampus"Terang Amel.


"Kita baru aja pacaran loh,dan sekarang kamu mau ninggalin aku gitu aja"Ungkap Nizam.


"Aku juga nggak mau, ninggalin kamu dan teman-teman yang lain tapi apa aku punya cara untuk menolaknya"


Nizam hanya bisa terdiam mendengar kan penjelasan Amel,malam ini adalah saksi pertama kisah cinta mereka dimulai tapi sesuatu penjelasan justru membuat keduanya menjadi risau.


"Aku akan bilang sama ayah kamu, agar kamu tidak perlu pindah keluar negeri"Tutur Nizam beranjak berdiri.

__ADS_1


"Nizam,,Nizam jangan!"Cegah Amel menyahut tangan Nizam dan memeluknya.


Nizam yang kalut dengan pelukan Amel,ikut mendekap kekasihnya yang mulai terisak-isak menangis.


"Memang kenapa?"Tanya Nizam menatap wajah Amel.


"Ayah nggak akan ngizinin"Lirih Amel.


"Memang nya kenapa?apa masalahnya?"


"Duduk dulu,ada hal yang ingin aku bicarakan"Ujar Amel mengajak Nizam kembali duduk dipinggiran danau itu.


"Kamu mau bicara apa?"


"Aku mau jujur sama kamu, alasan ayah ku menyuruh aku pindah ke luar negeri Karena ayah ingin menjodohkan ku dengan seorang anak sahabatnya di sana,aku sudah menolaknya tapi ayah terus memaksa ku"Jelas Amel.


"Dijodohkan?"


"Iya,aku tidak tau bagaimana menjelaskan pada ayah bahwa memiliki seseorang yang aku cintai yaitu kamu"


"Tapi kita bisa mencegah nya,kita bisa mengatakan bahwa bahwa kita sudah pacaran"Ujar Nizam.


"Itu nggak akan mengubah segalanya"


"Kalau begitu kamu ikut aku pergi dari kota ini,kita tinggalkan kota ini dan kita jalani kehidupan bersama-sama"Nizam menatap lekat wajah Amel yang kaget mendengar tuturan katanya.


"Maksud kamu,kita kabur"


"Iya,kita tinggalkan kota ini karena hanya itu satu-satunya cara"


"Tapi.."


"Aku janji,aku akan melindungi kamu"Ucap Nizam mengkecup kening Amel.


"Bolehkah aku memikirkan nya dulu"Tutur Amel.


"Boleh"Nizam mengangguk kepalanya.


Tindakan semacam itu memang harus dipikirkan dengan matang, karena bisa saja mereka mengambil keputusan yang salah.


Dua remaja muda dan kabur dari kota bukan lah hal-hal yang unik untuk dilakukan, mereka harus berfikir ulang untuk mengambil keputusan tersebut.


Amel dan Nizam berbaring diatas hijau nya rumput disekitar danau, menatap cahaya malam yang menghiasi langit,suara air danau yang tenang menambah suasana romantis.


"Kamu udah ngantuk?"Tanya Nizam.


"Sedikit"Lirih Amel sebelum ia terlelap tidur diatas landasan tangan Nizam.


Mereka berdua terlelap tidur diatas rumputan hijau, Sampai pagi datang dan membangunkan mereka.


Ketika dua cinta bersatu dan resiko hampir memisahkan keduanya,maka jalan gila pun bisa terlintas dipikiran mereka untuk bisa terus bersama.

__ADS_1


__ADS_2