
"Mamah sama papah setuju dengan rencana kalian,lebih cepat lebih baik kan"Ucap Wira yang tersenyum duduk diantara Angkasa dan Risa.
"Makasih ya,mah pah"Ungkap Angkasa.
"Tapi kamu harus janji, untuk tidak kasar dengan Risa,ubah kebiasaan mu yang selalu marah-marah itu"Sahut Toni menunjuk Angkasa.
"Mana mungkin sih pah, Angkasa mau kasar sama Risa"Ucap Angkasa.
"Bagus lah kalau begitu"Toni mengacungkan dua jempol nya.
Setelah rencang mereka disetujui, Angkasa dan Risa pun mengumumkan pertunangan nya di media sosial,semua orang nampak bahagia karena pasangan itu kini akan benar-benar bersatu, teman-teman sekolah mereka antusias mengomentari postingan mereka.
Berbeda dengan yang lain, Bintang justru merasa terpukul melihat berita tersebut, dadanya terasa sesak saat melihat komentar-komentar yang mendukung mereka.
"Selamat ya, Risa jika kamu bahagia aku juga akan turut bahagia"Gumam Bintang menarik senyumnya.
Semua keperluan disiapkan untuk mengadakan pertunangan tersebut,acara bersejarah bagi Angkasa haruslah terlihat istimewa.
Semua persiapan mulai dilakukan,mulai dari gedung,gaun pertunangan, dekorasi dan hidangan.
Acara yang akan berlangsung dua hari kedepan ini, membuat semua orang sibuk menyiapkan nya,Reza dan Tasya pun ikut serta sibuk dalam acara tersebut.
"Angkasa sama Risa, bisa-bisanya bikin acara mendadak kayak gini"Ucap Tasya.
"Kapan ya,bisa kayak mereka"lirih Reza.
"Ngimpi ya"Tasya memukul pundak Reza yang terus menghayal.
"Acaranya tinggal sehari semalam lagi,tapi semua nya sama sekali belum siap,semoga acaranya berjalan lancar"Gumam Tasya.
Setelah hampir seharian lebih menyiapkan segala keperluan, akhirnya mereka bisa sedikit santai karena hanya beberapa lagi yang belum selesai.
Lantunan musik barat diputar disudut ruangan, tempat yang begitu mewah dengan rangkaian bunga yang berjejeran menghiasi setiap sudut ruangan.
Gedung dengan interior modern ini disewa besar-besaran oleh keluarga Angkasa, pertunangan yang begitu megah benar-benar akan menjadi berita besar.
"Tolong hubungi Bintang,mungkin dia bisa menyelesaikan masalah kita tentang hidangan"Ujar Risa memberi saran pada seorang koki masak.
"Tapi dari tadi mas Angkasa sudah menghubungi nya,namun belum ada jawaban"Ungkap sang koki berjalan kearah dapur.
"Baiklah aku yang akan coba menghubungi nya"Lirih Risa menekan nomor telepon Angkasa.
__ADS_1
Kenapa Sulit sekali menghubungi Bintang,apa dia marah karena sebelumnya aku belum memberitahu nya tentang ini, tapi kenapa dia sampai tidak menjawab telepon ku.
"Ini dia benar-benar marah,apa gimana sih?"Lirih Risa mengakhiri panggilan nya.
Hari semakin malam, tapi tidak ada tanda-tanda kedatangan Bintang ketempat acara,Risa pun berniat untuk pergi ke apartemen nya,tapi karena Angkasa yang melarang,Risa pun mengurungkan niatnya.
Tiba-tiba muncul seseorang bertubuh tinggi yang memakai kemeja sederhana dengan celana jins, bewarna hitam.
"Bintang kamu kemana saja?"Tanya Risa berlari menghampiri Bintang.
"Aku baru menyelesaikan pekerjaan ku di restoran,maaf karena aku tidak menjawab telepon mu"Ujar Bintang mencoba tersenyum.
"Iya,nggak apa-apa kok"
"Darimana saja kamu,sudah ribuan kali aku menelfon mu"Sahut Angkasa yang muncul dari belakang mereka.
"Maaf Angkasa, hari ini direstoran sangat sibuk"
"Tidak apa-apa, yang penting sekarang kamu sudah disini"Ucap Angkasa menarik tangan Risa.
Aku memang benar-benar harus merelakan Risa,dia adalah milik Angkasa dan akan selalu menjadi milik Angkasa.
"Apa yang bisa saya bantu?"Tanya Bintang.
"Tidak perlu khawatir, semuanya akan berjalan lancar besok"Tutur Bintang.
"Terimakasih ya Bintang"
"Iya, sama-sama Risa karena bagaimanapun juga kamu adalah keluarga ku"Ungkap Bintang.
"Iya,aku juga sudah menganggap mu kakak ku"Kata Risa memeluk Bintang dengan hangat.
"Kakak adik sih,kakak adik!tapi jangan peluk-peluk gitu dong"Ujar Angkasa menggaruk dahinya.
"Iya,,iya kamu cemburuan banget sih"Risa langsung melepaskan pelukannya pada Bintang.
Waktu terus berjalan sesuai arah jarum jam,semua orang sudah pergi meninggalkan gedung, mereka akan datang lagi besok untuk menghadiri acara pertunangan.
"Sampai ketemu besok, Risa"Teriak Tasya menaiki motor yang dibawa Reza.
"Iya,makasih kalian hati-hati dijalan ya"Tutur Risa melambaikan tangan saat Tasya dan Reza mulai hilang ditelan malam.
__ADS_1
"Pulang yuk"Ajak Angkasa menggandeng tangan Risa untuk masuk ke dalam mobil.
Bintang hanya menghela nafasnya panjang-panjang,saat Risa mulai hilang dari pandangan nya.
Semoga kamu bahagia,aku akan turun senang jika kamu benar-benar bahagia dengan pilihan mu itu.
Bintang meninggalkan gedung utama dengan wajah lesu, tubuhnya seolah-olah baru terkena air yang begitu dingin hingga membuat semua tubuhnya membeku.
Ruas jalan yang ramai dengan kendaraan membuat, Bintang berkali-kali menepikan motor bututnya itu, sayup-sayup terdengar suara wanita yang berteriak memanggil nya dari arah belakang,namun Bintang tetap tidak menoleh kearah sumber suara tersebut,ia justru semakin melaju kencang menembus jalanan.
"Ya ampun Bintang,dia nggak dengar apa gimana sih"Ujar Renata yang berlari kecil mengejar motor Bintang yang kini sudah menghilang dari pandangan.
"Udah capek-capek ngejar-ngejar dia,sampai sesak nafas ku"Lirih Renata mengatur nafasnya yang terputus-putus.
Sampai di apartemen nya, Bintang terus kepikiran dengan suara yang tadi memangilnya.
"Apakah mungkin itu hantu?"Gumam Bintang menengguk segelas air.
"Mana ada sih,hantu teriak-teriak dijalanan"
Matanya mulai berair karena menahan rasa ngantuk yang berat, Bintang merebahkan tubuhnya dan sofa panjang yang ada di apartemen nya, matanya mulai terlelap hingga akhirnya dia pun tertidur pulas.
***
Keesokan harinya mereka semua seperti orang penting dengan pakaian serba rapih,semua tamu undangan mulai berdatangan, penjahat-penjahat penting terlihat berjajar duduk di tempat bagian paling depan.
Andai papah masih ada, pasti dia akan senang melihat semua ini,papah hari ini Risa akan menjalani hidup yang lebih dalam dengan Angkasa, apakah papah senang?.
"Risa sayang, hari ini kamu terlihat cantik dan anggun"Puji Wira tersenyum.
"Makasih Tante"
Semua orang terlihat bahagia saat melihat Risa dan Angkasa berdiri didepan,tangan mereka sama-sama memegang cincin pertunangan mereka.
"Aku masih tidak percaya,semua ini terjadi"Gumam Risa tersenyum menatap laki-laki tampan yang berdiri dihadapannya.
"Bukankah aku sudah berjanji, untuk membuatkan pelangi yang indah saat hujan belum turun"Lirih Angkasa.
Angkasa menyematkan cincin pertunangan nya di jari manis Risa, begitu pula Risa.
Air mata mulai membendung kelopak mata nya, hampir tidak bisa ditahan untuk tidak jatuh.
__ADS_1
Semua orang bertepuk tangan memberikan selamat kepada dua orang yang telah lama bersatu dengan banyaknya cerita yang selalu mengiringi perjalanan cinta mereka.