
"Udah hampir dua hari,Tapi Risa tetap tidak ada kabar sebenarnya dia ada dimana sih?"Keluh Amel duduk disofa dirumah Angkasa.
"Kita nggak bisa diam saja seperti ini dong,Kita harus cari Risa"Sahut Tasya.
"Tapi kita mesti cari dimana lagi,Kita udah cari-cari di seluruh penjuru kota tapi tetap tidak ada tanda-tanda keberadaan Risa"Ungkap Reza.
"Tapi benar kata Tasya kita harus tetap cari Risa,Kita nggak bisa diam saja sambil menunggu kabar"Sahut Nizam.
"Aaaaaa"Teriak angkasa dari dalam kamarnya dan seketika membuat semua orang yang ada dibawah berlari khawatir.
"Angkasa, Angkasa buka pintunya nak"Teriak Wira terus menggedor pintu kamar Angkasa yang terkunci dari dalam.
Seandainya aku nggak ninggalin Risa sendiri mungkin semua ini nggak akan terjadi,Aku bodoh,,,Aku bodoh.
Angkasa menarik rambutnya kuat-kuat sambil terus mengalah dirinya sendiri, Suasana kamar yang sudah pecah dengan amarah Angkasa yang membanting semua barang-barang hingga berserakan dilantai.
"Risa Kamu dimana"Lirih Angkasa menendang meja yang ada dihadapannya.
Suara Wira dan semua orang yang berada diluar terus bergeming berusaha membujuk Angkasa untuk membuka pintunya namun hasilnya tetap zonk, Angkasa tidak mendengarkan ucapan mereka .
*************
Disisi lain seluruh polisi menggerakkan pasukannya untuk menyusuri kota agar lebih cepat menemukan keberadaan Risa,Namun tetap saja keberadaan Risa yang hilang tidak meninggalkan jejak sama sekali.
Angkasa yang menyesal dan terpuruk akan hilangnya Risa di kondisi yang sedang mengandung anaknya itu,Semakin membuat Angkasa frustasi hingga hampir menenggelamkan dirinya sendiri di kolam renang nya.
Untung saja Wira yaitu ibunya segera mengetahui hal tersebut, Sehingga Angkasa yang sudah tak sadarkan diri di kolam renang segera dibawa kerumah sakit.
"Bagaimana keadaannya Dokter?"Tanya Wira yang menunggu hasil pemeriksaan medis Angkasa.
"Kondisi Angkasa baik-baik saja,Hanya dia sedikit frustasi dan berat pikiran,Saya menganjurkan agar Angkasa tetap menjali pemeriksaan medis keseluruhan"Ungkap Dokter yang baru keluar dari ruang rawat Angkasa.
"Lakukan saja Dokter,Jika itu memang yang terbaik untuk Angkasa"Tutur Wira.
"Baiklah,Kalau begitu saya permisi dulu ya"
"Tante yang sabar ya"Tutur Tasya mengelus kedua pundak wanita yang menangis tersedu di bahu nya.
"Iya Tante semua ini pasti ada jalan keluarnya"Sahut Amel lirih,ikut memberikan pelukan hangat untuk Wira.
"Sebenarnya cobaan apa ini? Kenapa banyak sekali masalah,Risa belum ditemukan dan sekarang Angkasa berusaha mengakhiri hidupnya"Lirih Wira menangis.
__ADS_1
"Tante tenang saja kita semua akan coba bantu cari jalan keluar nya, Tolong Tante jangan buat semua ini jadi beban pikiran"Ungkap Nizam.
"Iya Tante tau pasti disetiap musibah akan ada jalan keluarnya,Yaudah kalian pulang saja biar Tante yang nungguin Angkasa disini"Ujar Wira mencoba tersenyum walaupun hatinya sama sekali tidak mendukung.
"Tante yakin,Biar Amel sama teman-teman aja yang nungguin Angkasa,Amel lihat kondisi tubuh Tante butuh istirahat"Sahut Amel.
"Udah nggak apa-apa lagian bukanya kalian besok harus kuliah, Jangan terlalu khawatirkan tentang Tante"
"Tapi Tante kita nggak tega,lihat Tante sendirian dirumah sakit"Ungkap Tasya.
"Tante sudah menghubungi Om Toni, Untuk segera kesini jadi kalian tidak perlu khawatir"
"Om Toni kan lagi diluar kota, Pasti Sampai nya juga besok"
"Nggak kok,Om Toni sekarang sudah dalam perjalanan mungkin sebentar lagi datang"
"Yaudah lah kalau emang Tante baik-baik aja kita tinggal,Kalau begitu kita pamit pulang dulu ya Tante"Tutur Amel meraih tangan Wira dan menciumnya.
Setelah Amel,Tasya,Nizam dan Reza keluar dari rumah sakit Mereka melihat seorang yang mencurigakan sedang bersembunyi diparkiran mobil.
Sosok orang yang memakai jaket hitam lengkap dengan topi dan maskernya itu ,Membuat keempat remaja itu semakin penasaran dan kesulitan untuk mengenali nya.
"Siapa orang tadi,Sangat mencurigakan"Ujar Tasya.
"Kita ikutin dia saja,Siapa tau orang itu ada hubungannya dengan hilangnya Risa"Tutur Nizam.
"Benar juga kata Nizam karena Angkasa sendiri bilang kalau Risa hilang diarea rumah sakit ini"Timbal Reza.
"Yaudah ayo kita ikutin"Nizam mengarahkan aba-aba untuk membagi tim.
Kali ini Nizam pergi dengan Amel sedangkan Reza bersama Tasya,Kedua tim itu mengikuti sosok mencurigakan itu dari dua sudut yang berbeda.
Dan lagi-lagi Mereka harus kehilangan jejak saat sedang mengikuti nya.
"Kemana dia, Larinya cepat banget"Tutur Reza menoleh ke sekeliling ruas jalan yang tidak jauh dari rumah sakit.
"Iya cepat banget,Aku aja sampai ngos-ngosan"Sahut Tasya menghela nafasnya panjang-panjang.
Pada akhirnya mereka menyerahkan untuk mencari orang tadi karena hari semakin malam, Bahkan kabut-kabut hampir menutup ruas jalan,Udara malam juga sangat dingin.
"Nih pakai aja"Tutur Nizam memberikan jaketnya ketika melihat Amel menggosok-gosok kedua lengannya.
__ADS_1
"Eh,Nggak usah kalik aku nggak apa-apa kok"Sahut Amel menolak.
"Yaudah"Ucap Nizam hendak memakai kembali jaketnya.
"Eeeh,Tunggu aku dingin"Ungkap Amel memonyongkan bibirnya kedepan.
"Tadi katanya nggak mau,Gimana sih"Kata Nizam memberikan lagi jaket yang hendak ia pakai tadi.
"Ya kan aku kayak gitu biar kamu tuh sedikit peka,Kalau cewek itu butuh keromantisan"
"Keromantisan apaan sih"Sahut Nizam sewot.
"Ya habisnya kamu jadi cowok nggak ada romantis-romantis nya, Dipakaikan kek jaketnya atau pura maksa suruh aku pakek jaketnya biar nggak masuk angin gitu"Jelas Amel.
"Cewek-Cewek model kamu ribet ya"Nizam menggelengkan kepalanya dan berlalu meninggalkan Amel yang terus berkata-kata manja.
"Ya cewek kan emang kayak gitu"Teriak Amel berlari menyusul langkah Nizam yang berjalan lebih dulu.
Kini mereka berkumpul lagi didepan rumah sakit,Nizam yang mengeluh bahwa dia dan Amel tidak bisa menemukan orang itu,Reza yang pun ikut menimpali hal yang sama.
"Kalau begitu kita pulang aja dulu,Besok kita lanjutkan penyelidikan ini"Ujar Nizam memberi masukan kepada ketiga temannya itu.
"Tapi besok kita kuliah,Kita cari setelah pulang kuliah aja"Sahut Tasya.
"Kalau begitu kita bertemu ditempat biasa,Cafe Vanilla ok"Tutur Amel.
"Ok"
"Astaga aku lupa.."
"Kenapa Za? Apa yang lupa"Tanya Tasya seketika menghentikan langkah kaki Nizam dan Amel.
"Aku lupa kalau besok ada tugas yang harus dikumpulkan"Ungkap Reza menepuk-nepuk kedua pipinya.
"Yaelah aku kira apaan, Ngagetin aja"Cletuk Amel.
"Nggak tau nih si Reza,Tambah buat aku greget deh"Sahut Tasya memukul Pahu Reza sebal.
"Untung teman"Amel Tertawa.
Rencana penyelidikan mereka hentikan dan langsung kembali kerumah masing-masing,Namun ketika dalam perjalanan pulang Nizam melihat toko buku yang mempertemukan dirinya dengan Risa,Dimana Mereka berdua menunggu hujan bersama di toko buku itu.
__ADS_1
Dimana sebenarnya Risa?
Apakah dia masih hidup?