DEAR ANGKASA

DEAR ANGKASA
BAB 26:DI LUAR EKSPEKTASI.


__ADS_3

"Tapi kenapa harus selama itu pah!"Keluh Risa dalam telfon.


"Risa, sayang papah disana untuk bekerja supaya perusahaan kita bisa melesat jauh lebih sukses"Tutur Niko.


"Baiklah terserah papah"Risa langsung menutup telfonnya tanpa mengatakan kata-kata penutup.


Papah memang nggak pernah mengerti keinginan ku,dia selalu mementingkan kepentingan perusahaan daripada harus menghabiskan waktunya bersama anaknya.


***************


"Risa,,Tante dengar dari atas kamu marah-marah ada apa sayang?"Tanya Wira menghampiri Risa yang terduduk di sofa.


"Nggak kok Tante,tadi papah mengatakan bahwa dia akan lama berada diluar kota"Jelas Risa memonyongkan bibirnya.


"Yasudah sementara ini biar kamu nggak sendirian, kamu tinggal dirumah Tante ya"Ujar Wira menuangkan air minum di gelas.


"Nggak usah Tante,Risa bisa mengajak Amel dan Tasya untuk tinggal bersama ku"Sahut Risa menolak ajakan Wira.


"Tante tau alasan mengapa kamu tidak mau tinggal bersama kami"Wira tersenyum sambil menggenggam tangan Risa.


"Tante,kumohon jangan salah paham,alasan mengapa Risa tidak ingin tinggal bersama Tante,, bukan karena Angkasa tapi Risa ingin hidup lebih dewasa Tante"Balas Risa memeluk hangat Wira yang duduk disampingnya.


"Baiklah Tante mengerti kamu memang benar-benar sudah dewasa"Ucap Wira membalas hangat pelukan Risa.


"Emm Tante,memangnya hari ini Tante tidak ada pekerjaan dikantor?"Tanya Risa melepaskan pelukannya.


"Sebenarnya ada sedikit pekerjaan dikantor,tapi Tante Tidak tega meninggalkan mu sendiri dirumah"Jawab Wira.


"Tante,setelah jam pulang sekolah datang Amel dan Tasya akan datang kesini"Tutur Risa tersenyum meyakinkan Wira.


"Kamu yakin,nggak apa-apa Tante tinggal"Ujar Wira cemas.


"Nggak apa-apa Tante"Risa berusaha meyakinkan Wira.


"Yasudah Tante pergi dulu ya, nanti kalau ada apa-apa hubungi Tante ya sayang"Wira segera mengambil tasnya dan beranjak pergi meninggalkan Risa yang mengantarkan nya sampai didepan pintu, sebelum Wira masuk ke mobil.


"Hem,,ngapain ya enaknya dirumah Segede ini sendirian lagi"Gumam Risa berjalan masuk kedalam.

__ADS_1


Sesampainya dirumah Wira dikejutkan dengan kondisi rumah yang berantakan, gelas-gelas berceceran dimana-mana dan Wira terkejut ketika menemukan sebotol minuman keras ada dimeja dekat dengan posisi tidur Angkasa yang tergeletak diatas sofa.


"Apa yang telah dilakukan angkasa, bahkan sekarang dia berani meminum minuman keras seperti ini"Ucap Wira berjalan menyusuri ruangan yang kondisinya sangat berantakan.


"Angkasa bangun,, Angkasa"Teriak Wira menggoyang-goyangkan tubuh angkasa yang tertepar diatas sofa.


"Anak ini benar-benar sudah gila apa!"Wira berjalan ke dapur mengambil air dan menyiramkan nya pada Angkasa.


Seketika Angkasa kaget dan bangun dari tidurnya,ia sangat terkejut ketika mendapati ibunya berdiri didepannya.


"Mamah"Ucap Angkasa lirih.


"Kamu ini apa-apaan sih, sekarang kamu sudah berani bertindak kelewatan batas ya"Tegas Wira marah melihat kelakuan Angkasa yang belum pernah ia temui sebelumnya pada diri seorang Angkasa.


"Mah,, Angkasa,,Angkasa bisa jelasin mah"Ucap Angkasa terbata-bata ketakutan.


"Udah nggak usah dijelasin,mamah benar-benar kecewa berat sama kamu, kenapa kamu bisa bertindak konyol seperti ini sih Angkasa"Ujar Wira marah dan beranjak pergi.


"Aaaaaaa"Teriak Angkasa menarik rambutnya.


Jika aku tidak terbebani oleh pikiran ku yang selalu


Di sekolah semua murid mengikuti pelajaran seperti biasa,Bu Niken sibuk menjelaskan mata pelajaran tentang pembagian komponen yang ada dirumus matematika dan para siswa antusias memperhatikan penjelasan yang dijelaskan dengan layar monitor tersebut,terlihat Amel sibuk mencolek-colek pundak Tasya yang duduk didepan.


"Husstt Tasya"Lirih Amel mencolek-colek pundak Tasya dengan sebatang pena ditangannya.


"Apaan sih Mel"Jawab Tasya tanpa menoleh kebelakang.


"Pulang sekolah kita langsung kerumah Risa,ok"Bisik Amel.


"Ok"Balas tasya mengacungkan jempol tangan nya.


Ko**k ada yang aneh ya,kayak kurang lengkap oh iya ini si ketua kelas mana nih kok nggak ada, jangan-jangan dia nggak berangkat sekolah lagi,gara-gara kejadian kemarin,,ehh tunggu-tunggu sampai sejauh ini aku sama sekali belum tau apa hubungan antara Risa dan angkasa,, sampai dirumah Risa aku mau tanya ah pasal itu.


Amel termenung diam memikirkan misteri dikepalanya yang belum terpecahkan, beribu-ribu pertanyaan mulai mengelilingi otaknya kejadian kemarin benar-benar membekas dipikiran nya .


"Baiklah sampai disini saja pelajaran kali ini,kita lanjutkan ke pertemuan besok,oh iya ibu mau tanya ini Angkasa dan Risa kemana kok tidak hadir"Bu Niken bangkit dari duduknya.

__ADS_1


"Ee,,Risa sedang sakit dia habis kecelakaan kemarin kalau Angkasa saya tidak tahu buk"Jawab Tasya.


"Ee,itu buk Angkasa juga sakit kemarin kan dikehujanan Bu jadi demam"Ujar Reza mengangkat tangan nya.


"Memangnya kemarin hujan,,perasaan nggak hujan"Tutur Bu Niken mengerutkan keningnya menatap Reza yang meringis.


Aduh ketawan deh bohongan nya,Angkasa kamu itu kalau nggak mau berangkat sekolah kabar-kabar dong,kalau gini kan aku juga yang susah.


"Baiklah tolong nanti sampaikan pada Risa dan Angkasa somoga cepat sembuh dan bisa kembali masuk sekolah dengar itu Reza"Jelas Bu Niken melirik kearah Reza yang duduk tepat didepannya.


"Iya buk"Balas Reza meringis malu.


Bu Niken beranjak keluar dari kelas sebelah bel istirahat berbunyi dan membubarkan semua murid yang ada dikelas itu, mereka beramai-ramai menunjuk kantin untuk mengisi perut mereka sambil asik mengobrol.


"Kalau mau bohong cari alasan yang tepat dong"Ejek Tasya .


"Iya tuh si Reza,gimana sih kamu jelas-jelas kemarin nggak hujan,bilang kalau angkasa demam gara-gara kehujanan"Sahut Amel tertawa.


"Namanya juga panik jadi susah mikir"Balas Reza kesal dengan ejekan Tasya dan Amel yang tertawa dibelakang.


"Yaelah bro bukanya kamu juga sama aja kalau nggak panik tetep nggak bisa mikir"Cletuk Romi ikut tertawa.


"Diam kamu,dasar gendut"Balas Reza sengkol.


"Biarin gendut yang penting hidup"Sahut Romi kembali tertawa diikuti Tasya dan Amel yang memberi tepuk tangan atas perlawanan itu.


"Udah-udah apanya sih yang lucu,woy Reza kekantin yuk"Ajak Desfran menepuk pundak Reza yang terdiam kesal.


"Yuk,lagian aku males lama-lama dikelas ini,gerah"Ucap Reza melirik ketiga orang yang terus tertawa itu.


"Yee,sana-sana pergi kita nggak butuh kamu kok"Tawa Tasya pecah.


"Untung cewek kalau cowok udah ku,becek-becek dia"Tutur Reza kesal keluar dari kelas.


"Udah-udah sabar,ingat orang sabar disayang"


"Tuhan"Sahut Reza.

__ADS_1


"Nah,pinter"Desfran mengacak-acak rambut reza dan berlari sebelum Reza mengejarnya.


"Eee,dasar teman laknat"Teriak Reza berlari mengejar Desfran.


__ADS_2