DEAR ANGKASA

DEAR ANGKASA
BAB 22:SAKIT BUKAN HANYA FISIK.


__ADS_3

"Angkasa Risa izin ya,dia nggak masuk"Ucap Tasya menghampiri Angkasa yang duduk di bangkunya.


"Risa sakit?"Tanya Angkasa sepontan kaget dan kembali teringat kejadian semalam.


"Ee,,itu Risa tadi nggak bilang apa-apa dia cuman bilang minta tolong buat izinin,cuman gitu kok"Jawab Tasya terbata-bata memikirkan alasan yang tepat.


Mungkin Risa masih sedih dengan kejadian semalam itu pasti membuat dia terluka makanya dia nggak berangkat hari ini dan mungkin dia juga malas melihat wajah ku ini.


"Yaudah Angkasa aku mau kembali ketempat duduk ku,cuman mau bilang gitu aja kok"Ucap Tasya berlalu meninggalkan Angkasa yang terus terdiam menatap nama Risa yang ada di buku absen kelas.


Gara-gara kejadian semalam mama jadi marah besar sampai tidak berbicara sepatah kata pun setelah kepergian Risa yang secara tiba-tiba dari rumah.


"Kamu nggak mengatakan pada siapapun kan,kalau Risa saat ini berada dirumah sakit karena kecelakaan yang menimpanya semalam"Tegur Amel melirik kearah Angkasa.


"Ya nggak lah,kan kita udah janji sama Risa buat nggak ngasih tau ke siapa-siapa"Sahut Tasya menghela nafasnya.


"Pulang sekolah kita langsung jenguk Risa ya"Cletuk Amel menoleh pada Tasya yang menganggukkan kepalanya.


Di rumah sakit Risa terbaring lemah dengan kondisi luka dibagian kepalanya dan sedikit luka goresan pada lengannya.


Risa mengalami kecelakaan setelah ia pergi rumah Angkasa,malam itu jalanan tidak terlalu ramai hanya beberapa kendaraan yang melintas dijalan besar dekat rumah Angkasa, karena posisi Risa berlari dalam keadaan menangis ,tiba-tiba dari arah kanan jalan sebuah mobil melaju dengan kencang dan menabraknya hingga kepalanya terbentur.


Setelah itu beberapa orang menolongnya dan membawa Risa dalam kondisi tak sadarkan diri kerumah sakit, beberapa orang mencoba mencari informasi tentang keluarganya dan mendapati sebuah nomor terakhir yang ada dilok Panggilan dihp Risa.


"Aduh kepala ku"Risa terbangun dari tidurnya dan menyenggol lengan Nizam yang ikut tertidur didekatnya, setelah semalam menjaganya.


"Risa kamu sudah bangun,maaf aku ketiduran tadi habisnya kamu nggak bangun-bangun setelah disuntik"Ucap Nizam menuangkan air untuk Risa.


"Makasih ya nizam udah jagain aku semalam dan sekarang kamu nggak berangkat sekolah karena sibuk nungguin aku"Tutur Risa meminum segelas air putih yang disodorkan oleh Nizam.


"Nggak masalah lagian papa kamu kan belum kembali,nanti siapa yang jagain kamu kalau aku berangkat sekolah hari ini"Jelas Nizam tersenyum.


"Nggak papa aku bisa sendiri kok, lagian kan sekolah itu penting"Sahut Risa.


"Iya,iya tuan putri kamu memang paling pertama jika masalah pendidikan"Ejek Nizam tertawa.


Seperti hembusan angin dikutub Utara dengan salju tebal yang menyelimuti gunung-gunung es, seperti Angkasa yang dingin dan akan selalu bertambah dingin seperti gumpalan es.


"Sayang habis ini kamu mau kemana,aku dengar Reza membicarakan kalau Risa habis kecelakaan apa itu benar"Tanya Renata.


"Apa Risa kecelakaan?"Teriak Angkasa kaget.

__ADS_1


"Iya,,sedengar aku sih gitu,soalnya aku tadi nggak sengaja dengar pembicaraan Reza sama Nizam ditelpon"Jelas Renata menggandeng tangan Angkasa yang berdiri didepan koridor.


Risa kecelakaan,,Risa kecelakaan apa aku tidak salah dengar barusan,,jadi ini sebabnya dia tidak berangkat sekolah dan Nizam dia mengetahuinya apa dia yang membuat Risa terluka.


"Eeh,, Angkasa mau kemana?"Teriak Renata yang kaget karena tiba-tiba Angkasa langsung pergi begitu saja.


"Tumben,,sendirian biasanya sama Angkasa?"Tanya Amel yang muncul dari belakang.


"Angkasa udah pergi entah mau kemana,tiba-tiba ia pergi begitu saja setelah mendengar kalau anak baru itu kecelakaan"Ucap Renata.


"What,,Angkasa tau kalau Risa kecelakaan?"Teriak Amel sepontan berlari memanggil Tasya yang sibuk membereskan buku-buku pelajaran.


"Aduh teriaknya keceng banget lagi,sakit tau kuping ku dengar nya"Cletuk Renata menutup telinganya.


"Apalagi sih tuh bocah teriak-teriak"Sahut Tasya dari dalam kelas.


"Tasya,,Tasya gawat"Amel berlari menghampiri Tasya yang masih berada didalam kelas.


"Ada apa sih Amel teriak-teriak,berisik tau"Cletuk Tasya menghampiri Amel yang berdiri didepan kelas.


"Kayaknya kita harus segera kerumah sakit deh, soalnya Angkasa tau dan sekarang sepertinya dia kesana"Tegas Amel menyahut tangan Tasya.


"Besok kamu sudah bisa pulang,saya akan mengurus data kepulangan mu dulu tunggu disini ya"Ucap Nizam keluar ruangan.


"Risa"Ucap Angkasa membuka pintu dan mendapati Risa sedang asik bermain hp ditangannya.


"Angkasa"Risa menoleh kaget ketika seseorang muncul dari daun pintu.


"Kamu,kamu nggak apa-apa kan"Angkasa mencoba menyentuh dahi Risa yang dibalut perban.


"Nggak papa kok,ngapain kamu disini"Risa menghindari tangan angkasa yang berusaha menyentuh nya.


"Kenapa kamu nggak bilang kalau kamu kecelakaan aku kan menjaga kamu disini?"Angkasa menggenggam tangan Risa penuh khawatiran.


"Aku nggak papa kok,lagi besok aku udah bisa pulang"Sahut Risa mengecapkan mulutnya.


"Risa, kamu mau makan siang sekalian nggak"Tutur Nizam membuka pintu dan kaget ketika melihat Angkasa berada disana.


"Nizam"Angkasa menatapnya tajam.


"Angkasa ngapain kamu disini"Tegur Nizam.

__ADS_1


"Kamu kan pasti yang buat Risa masuk rumah sakit"Teriak Angkasa memukul Nizam.


"Angkasa,, Angkasa kamu apa-apaan sih"Teriak Risa ketika tiba-tiba Angkasa memukul Nizam.


"Kok kamu jadi mukul aku,berani ya kamu"Teriak Nizam membalas pukulan angkasa.


Akhirnya mereka berdua berantem ditempat ruang rawat Risa,Risa dengan terpaksa harus turun untuk memisahkan perkelahian itu sampai Amel dan Tasya muncul dan membubarkan pertengkaran itu.


"Angkasa,,Nizam hentikan"Teriak Risa.


"Ee,, apa-apa ini woy,, kalian apa-apaan sih Risa itu lagi sakit kalian malah berantem kayak gini,mikir nggak sih kalian"Teriak Tasya emosi.


"Kalau dia berani membuat Risa terluka mana ini akibat nya"Sahut Angkasa mengusap bibirnya yang berdarah.


"Kamu apa-apaan sih angkasa kamu malah nyalahin Nizam"Ucap Risa.


"Dia kan yang buat kamu kayak gini, sampai kamu masuk rumah sakit dan Sekarang kamu bilang dia nggak salah"Teriak Angkasa menunjuk Nizam yang ada dihadapan nya.


"Cukup Angkasa"Teriak Risa kesal.


Pllak,,,, tangan Risa melayang begitu saja diwajah Angkasa yang berdiri didepan nya.


"Risa,, kamu"Ucap Angkasa kaget.


"Beraninya kamu nyalahin Nizam,bukan dia yang buat aku seperti ini,tapi kamu,kamu Angkasa"Teriak Risa menangis kecewa.


"Risa,,Risa"Teriak Nizam panik ketika Risa tiba-tiba jatuh pingsan dipeluknya.


"Risa,,Nizam angkat Risa"Sahut Amel ikut panik.


"Lebih baik kamu pergi aja deh, Angkasa kamu cuma buat suasana makin tertekan"Sahut Tasya menatap Angkasa yang mematung setelah mendengar Risa mengatakan hal tersebut.


"Amel kamu panggil dokter ya"Perintah nizam.


"Iya,,iya tunggu aku panggil dokter dulu"Ucap Amel berlari keluar.


Angkasa hanya berdiri seperti orang bodoh,melihat kondisi Risa yang tak sadarkan diri ditempat tidur, Angkasa melangkahkan kakinya keluar dan duduk menenangkan diri didepan ruangan tersebut.


Risa menampar ku dan mengatakan kalau aku adalah orang yang membuat nya terluka seperti ini,apa itu benar aku penyebab nya.**A**pa Risa mengalami kecelakaan setelah pulang dari rumah semalam,kenapa aku begitu gila membiarkan Risa pulang malam sendirian.


Angkasa tertunduk kesal sembari mengusap wajah nya dengan kasar,ia tak menyangka semua ini diluar dugaan nya.

__ADS_1


...Gegabah dan emosi adalah senjata tajam untuk diri kita sendiri, kenapa banyak orang melarangnya untuk mengambil keputusan dengan kepala dingin itu semua agar tidak terjadi penyesalan diakhir....


...(Angkasa)...


__ADS_2