
Brak
Suara pintu dapur yang Venus tutup dengan begitu kerasnya.
Lion terkejut dan berdiri dari tempat duduknya.
" Ada apa?"
" Ponselmu tadi ketinggalan, Laura kirim pesan dan menghubungimu berulang-ulang.
Kamu ada janji apa sama dia?"
Venus memberikan ponselnya Lion.
" O tadi janji meeting. Makanya dia menghubungiku. Aku terlambat. Maka dari itu ponselku ketinggalan di rumah. Kamu jangan berlebihan. Sampai membanting pintu."
Lion dengan wajah marah mencoba menjelaskan kepada Venus yang sudah terbakar api cemburu.
Tidak peduli yang dikatakan Lion, Venus pergi meninggalkan Lion dan tidak ingin mendengar lagi penjelasannya.
Apa iya hanya meeting
Benarkah tidak ada hal lain
__ADS_1
Gumam Venus dari dasar hatinya yang penuh kecemburuan mendengar nama Laura.
Lion hanya diam melihat sikap istrinya yang sedang terbakar api cemburu.
Lion bukan tipe pria yang suka berdebat. Ketika Venus sudah pergi dari hadapannya, masalah sudah selesai. Lion tidak ingin mempersoalkan lagi.
Sedangkan Venus. Akhir-akhir ini sering curiga kepada Lion. Terlebih semenjak ada pesan dari Laura yang sangat perhatian kepada Lion.
Venus wanita biasa. Yang punya rasa cemburu. Terlebih badan Venus yang sudah gemuk semenjak melahirkan. Membuat Venus tidak percaya diri. Seorang Laura sudah pasti cantik. Venus sempat melihat wajahnya saat Laura mengirim pesan kepada Lion. Laura memiliki paras yang putih bersih dan cantik, tidak berhijab dan memiliki rambut lurus kecoklatan dan terlihat sangat cantik sekali. Sudah pasti membuat Venus iri kepada kecantikan Laura.
****
" Sayang tolong ambilkan handukku!"
Venus mengambil handuk Lion dan memberikan kepadanya.
Sesaat Lion keluar dari kamar mandi.
Venus tanpa basa-basi sudah bersiap memegang ponsel Lion dan menunjukkan kepada Lion isi pesan Laura kepada Lion dimulai dari tadi malam sampai pagi itu.
" Ini apa?" Tampak kedua bola mata Venus menatap tajam Lion yang berdiri di depannya.
Lion hanya membisu, bernafas mengikuti irama jantungnya.
__ADS_1
" Apa ingin membuat alasan lagi? Tega kamu,
aku di rumah, sibuk merawat Nuno. Sementara kamu, katanya bekerja. Ini apa?"
Wajah Venus penuh amarah. Air matanya keluar tidak permisi terlebih dahulu. Venus semakin tidak tahan berada di depan Lion.
Lion melangkah menuju kamar belakang untuk berganti pakaian.
" Sudah aku duga, kamu berbohong. Laura bukan sekedar teman kerja kamu."
Tidak banyak kata. Lion mencoba melingkarkan kedua tangannya ke tubuh Venus. Namun Venus berhasil menepisnya. Venus marah dan lelah kepada Lion. Lion kembali meraih tubuh Venus dan mencoba membalikkan punggung Venus yang membelakangi Lion, namun semua sia-sia. Tangan Venus cukup kuat untuk menepis Lion kembali. Venus melangkah kecil menuju kamar tidurnya. Mencoba menutup pintunya Namun Lion mencoba mengganjal, dan mendorong dengan lengannya cukup kuat. Disitu Venus terdorong dan akhirnya menyerah. Venus melepaskan gagang pintu dari jemari tangannya.
Brak
Suara benturan pintu dan dinding yang begitu kerasnya.
Seperti biasa, Lion sulit untuk berkata maaf kepada Venus, sekalipun Lion berulang kali melakukan kesalahan. Lion mencoba meraih tubuh Venus dan melingkarkan kedua tangannya di pinggang Venus. Menautkan bibirnya dan menghujani ciuman mesra ke seluruh tubuh Venus.
Apa ini yang namanya suami istri?
Apa semua harus diselesaikan di atas ranjang?
Dasar hati Venus ingin menjerit. Akan tetapi tidak Bisa. Hanya pasrah berusaha menikmati sekaligus merasakan sakit menerima perih dari setiap perlakuan Lion kepadanya.
__ADS_1