
Aku selalu begitu. Aku yang habis marah-marah pada Lion, keesokan harinya, aku pula yang minta maaf duluan.
Lion , sekalipun dia salah, dia pantang untuk bilang maaf padaku.
Selalu seperti itu. Aku hanya tidak ingin berlarut-larut dalam emosi. Karena setiap aku menangis, marah itu menjadikan aku malas untuk beraktifitas apapun. Maka dari itu, aku tidak mau suasana dalam
rumah berubah. Menjadikan aku dan Lion saling mendiamkan. Yang ada Lion yang selalu pergi keluar kota untuk menghindari ku.
Aku mengalah untuk kesekian kalinya. Membawa rumah tangga ini agar selalu damai kembali. Kasihan Nuno dan Nando yang melihat kami tampak aneh karena sikap kami berdua, yang saling diam satu sama lain.
Nando yang mengetahui kalau aku dan Lion sepertinya ada masalah. Nandopun pamitan untuk tidur dirumah ibunya untuk satu Minggu kedepan.
__ADS_1
"Te aku tidur dirumah ibu ya." Kata Nando yang memanggilku Tante.
"Iya Ndo" jawabku
Nando sendiri pun tak betah sebenarnya dirumah dengan ibunya.
Nando merasa menanggung banyak kesedihan yang tak bisa dijelaskan kepada siapapun. Hanya Nando yang melihat, Ibunya sedih karena kacaunya hati dan berantakan rumah tangganya. Ibunya yang gagal menikah kembali seolah bersedih tetapi salah untuk menyalurkan depresinya. Sehingga Nandolah sebenarnya tempat dimana ibunya banyak mengeluarkan airmata setelah gagalnya menuju pernikahan kembali setelah bercerai.
Tidak seperti ketika Nando tinggal bersama kami. Nando masih ada semangat untuk kesekolah. Akupun selalu memasak dan menyiapkan bekal untuk kesekolah. Jadi Nando merasa diperhatikan.
Tak menyalahkan keadaan ibunya yang sedang depresi berat akibat perceraian dan gagalnya pernikahan kembali. Memang sulit rasanya terlebih tidak melakukan kegiatan yang membuat melupakan masalah atau istilahnya move on justru akan membuat keadaan semakin terpuruk. Disini anaklah yang menjadi korban sekali lagi.
__ADS_1
Meskipun hanya satu Minggu tinggal bersama ibunya, Nando memang sepertinya berat.
Hal ini pula, yang terkadang masuk dan menjadi bahan cerita di rumah tangga kami. Anak-anak Lion yang sedih melihat ibunya sedih, membuat rumah tangga kami nampaknya tak berjalan harmonis juga. Sekali lagi meskipun bukan saya akibat dari hancurnya pernikahan Lion dan mantan istrinya. Namun itu tak lantas membuat keadaan menjadi membaik.
Mantan istri dari Lion seolah tak bahagia melihat keadaan rumah tangga kami yang terlihat harmonis. Padahal sebenarnya jauh dari kata harmonis yang terlihat dari luarnya saja. Mereka hanya melihat dan menafsirkan jika rumah tangga aku dan Lion baik-baik saja dan nampak bahagia.
Disini aku juga mulai paham dan tidak menyalahkan mantan istri Lion, mengapa sampai mantan istri Lion menggugat cerai Lion. Melainkan tidak bukan adalah sifat Lion sendiri yang seenaknya terhadap istrinya. Lion yang tidak pernah terbuka soal keuangan membuat istrinya menggugat cerai. Dan akupun merasakan apa yang dirasakan mantan istri Lion.
Tapi Lion seolah tak berubah dan tak mau belajar dari kegagalan rumah tangganya terdahulu. Lion masih saja, suka chat-chat mesra yang menurutku tak pantas dilakukan oleh pria yang sudah beristri meskipun katanya hanya sekedar bercanda ataupun sesama rekan kerja saja.
Lion selalu merasa apa yang dilakukannya benar. Ketika aku berusaha menasehatinya pun, Lion tak menggubrisnya. Lion tetap saja berlaku semena-mena seolah Dia benar karena dia menganggap dirinya kepala keluarga.
__ADS_1