Delapan Tahun Pernikahanku

Delapan Tahun Pernikahanku
Happy Ending


__ADS_3

Haris yang tidak tega melihat istrinya berwajah pucat dan lemas itu akhirnya menggendong dan menuruni anak tangga dengan berlari kecil. " Anak-anak, ayah antar bunda Echi ya, ke rumah sakit. Jaga adik kalian sebentar. Nanti ayah balik, untuk antar kalian ke sekolah."


" Baik ayah."


" Anak pintar."


Haris yang gugup dan terlihat panik. Dia hanya terkenang peristiwa Sylvia yang dianggapnya sepele saat itu. Haris takut kalau peristiwa itu juga akan terjadi kembali ke Echi. Maka dari itu Haris berusaha menjadi suami siaga dan tidak menyepelekan hal sekecil apapun.


Haris membawa mobil dengan kecepatan penuh. Selang dua puluh menitan perjalanan, Haris dan Echi sampai di rumah sakit. Wajah Echi tidak membaik. Terlihat pucat dan tidak bertenaga. Haris menggendongnya masuk ke ruang UGD.


" Apa keluhan nya pak?" Tanya seorang dokter perempuan kepada Haris.


" Istri saya mual-mual dan sekarang terlihat lemas seperti ini dok."

__ADS_1


" Baik, saya periksa dulu, bapak mohon tunggu di luar."


" Baik dok."


Beberapa menit kemudian terlihat Echi keluar dengan naik kursi roda yang di dorong oleh seorang perawat menuju kamar mandi. Haris menghampiri namun perawat berbicara kepadanya, " Sebentar bapak. Kami belum selesai pemeriksaan, mohon bapak sabar menunggu ya."


" Baik mbak." Haris kembali lagi duduk.


Beberapa menit kemudian, Dokter keluar dan Haris menghampirinya. " Silahkan duduk pak, SELAMAT BAPAK AKAN MENJADI SEORANG AYAH."


" Lho, bapak tidak suka, akan menjadi seorang ayah."


" Oh, bukan, bukan seperti itu maksud saya dok. Hampir tiga belas tahun, saya sama istri saya menanti hadirnya buah hati. Maksud saya, apa ini benar?" Haris yang masih tidak percaya dan sulit mempercayai keajaiban yang terjadi.

__ADS_1


" O, itulah namanya keajaiban. Bapak harus banyak bersyukur karena setelah lama menanti, akhirnya doa bapak didengar oleh Tuhan."


" Iya, baik dok terimakasih." Haris yang sulit mempercayai namun dia mencoba percaya dengan mata berkaca-kaca, kemudian masuk menemui Echi yang masih diinfus.


" Sayang." Haris menciumi area wajah istrinya. Mereka berdua tenggelam dalam suasana bahagia dan haru biru. Kening keduanya bertaut dalam keharuan yang tercipta.


Sementara di ruang tamu Venus tercipta suasana bahagia. Ya Tuhan, berilah selalu kebahagiaan dalam keluarga kecilku. Hari ini sebelas Agustus tepat Delapan Tahun Pernikahanku. Semoga Lion semakin dewasa dan lebih bertanggung jawab lagi menjadi seorang suami. Tidak hanya sebagai atasan yang pintar ketika di kantor, namun juga bisa menjadi seorang suami dan bapak bagi anak-anak yang lebih bijaksana lagi. Mengerti akan tugasnya menjadi seorang suami yang membimbing istrinya berjalan dalam kebaikan. Tidak egois lagi dan lebih peduli terhadap keluarga kecilnya. Dan berilah aku rezeki berlimpah materi yang aku tidak tahu datangnya dari mana yang mengubah ekonomi keluarga ini, supaya aku tidak bergantung penuh secara finansial kepada Lion. Lion yang tidak pernah perhatian, semoga menjadi lebih perhatian. Lion yang tidak pernah peduli akan perasaan istrinya, semoga lebih peduli terhadap orang lain dan sekitarnya. Semoga karakter yang saya tahu itu sulit diubah olehnya perlahan mulai terkikis sedikit demi sedikit. Amin. Sebelum memotong kue Happy Anniversary yang sengaja Venus beli untuk merayakan delapan tahun pernikahannya. " Yeay." suara serak nada dengan mata berkaca-kaca terharu untuk pertama kalinya Venus memberi kue ulang tahun pernikahan kepada Lion.


" Aku tahu delapan tahun ini, tidak mudah kita lewati, entahlah apa yang terjadi di depannya. Semoga chapter selanjutnya kita akan semakin kuat menghadapi badai dalam rumah tangga kita."


Lion tersenyum terharu. Bingung dengan sikap Venus yang sedikit-sedikit berubah minta bercerai, minta pulang ke rumah orang tua dan akan membawa anak-anak. " Ya semoga kamu tidak terus mengancam ku dengan kata pisah."


Venus tersenyum tipis. " Ya asal kamu tidak cari gara-gara saja dengan ku."

__ADS_1


Keduanya menikmati kue yang baru sekali itu mereka merayakan hari pernikahan mereka. Sebelumnya mereka tidak pernah merayakannya. Kecupan mendarat ke kening Venus dari Lion dengan perasaan terharu. Meskipun Venus yakin Lion akan tetap sama dan tidak akan berubah. Dia hanya akan lebih kuat dari dirinya yang dulu.


T A M A T


__ADS_2