
Tin...tin...tin...
Suara mobil box berhenti di depan rumah mereka.
Venus mengintip dari balik jendela.
Diikuti dengan mobil Lion yang berhenti di belakang mobil box. Tampak Lion sedang berbicara dengan supir dan kernet mobil box
Venus berjalan menuju pintu depan dan membukanya.
Tampak dua orang sedang mengeluarkan barang dari mobil box masuk menuju ke dalam rumah. Lion tidak memberi tahu Venus apa itu. Venus yang penasaran melangkahkan kaki menuju teras depan dan ternyata. Satu set tempat tidur baru. Rasa kesal dan sedih Venus yang dibuat oleh Lion seketika runtuh perlahan. Tempat tidur baru sudah terpasang di kamar depan. Venus lega akhirnya bisa beli juga perabotan baru untuk mengisi dalam rumah mereka.
__ADS_1
Lion pandai menyembuhkan kesal dan sedih Venus kepadanya. Tetapi tetap saja Venus memasang wajah datar seolah tidak bahagia dengan datangnya tempat tidur baru. Seolah biasa saja. Tidak ingin merusak kebahagian kecil mereka. Venus memutuskan tidak membahas peristiwa semalam. Sepertinya Lion pun sama. Maka dari itu Lion sengaja menghibur Venus dengan membelikan Venus tempat tidur baru.
Lion kembali ke kantor. Ternyata Lion pulang sebentar hanya untuk memberikan Venus kejutan ditengah kekecewaan Venus kepadanya. Venus melihat dari sudut jendela, mobil Lion perlahan lenyap dari pandangan Venus.
****
Malam telah tiba. Seperti biasa setelah membersihkan diri. Lion menghabiskan makan malam dan secangkir teh manisnya. Lion bergegas dengan mencoba tidur bertiga dengan Venus dan Nuno. Dengan tempat tidur yang baru Lion beli. Mereka tidur bertiga. Nuno sudah semakin besar. Jadi tangisnya setiap malam tidak akan sesering dulu ketika Nuno masih bayi, dan itu tidak akan membuat Lion terganggu.
****
Dua hari kemudian, Lion berpamitan kepada Venus untuk dinas ke luar kota selama empat hari. Pagi, ketika mereka sarapan, mereka berbincang tentang perkembangan Nuno yang semakin bertambah. Tidak ada hal yang membuat Venus curiga kepada Lion. Venus bolak-balik sibuk menyiapkan baju yang harus dibawa oleh Lion untuk di masukkan ke dalam koper kecil satu persatu. Tidak lupa dengan alat mandi juga sudah Venus persiapkan. Venus melanjutkan pekerjaan rumahnya. Lion yang sudah selesai sarapan, menghampiri Venus dan mendaratkan kecupan bibir pada kening Venus
__ADS_1
Cup
" Aku berangkat sayang. Kamu hati-hati di rumah. Jangan lupa kalau ada apa-apa, kamu bisa hubungi aku." Lion melangkahkan kakinya menuju pintu utama dan keluar menuju mobil yang terparkir di depan rumah.
Menghubungi kamu, apa iya kamu langsung mengangkat telepon atau membalas pesanku. Waktu Nuno sakit saja, kamu menghilang bagai ditelan bumi. Datang juga tanpa penjelasan.
Dasar hati Venus masih memendam luka. Venus tersenyum tipis menatap Lion dalam diam.
Huft
Hembusan nafas Venus yang melihat Lion sangat sibuk dengan dunianya sendiri. Sedangkan Venus, yang bosan dengan pekerjaannya sehari-hari, hanya di rumah dan tidak pernah melihat dunia luar. Tetapi Lion tidak peduli dengan Venus. Bukan salah Lion, Venus sendiri yang tidak memberi tahu bahwa Venus bosan dan ingin mencari udara segar dengan keluar rumah, sekedar jalan-jalan. Venus tidak tega menuntut lebih kepada Lion. Venus harus menahan keegoisannya. Ada anak-anak Lion yang juga harus dicukupi kebutuhannya.
__ADS_1