
Beberapa hari masa pemulihan di rumah sakit pun usai. Waktunya pulang ke rumah dengan membawa malaikat kecil mereka. Bayi laki-laki mereka pun berkulit putih bersih dan berhidung mancung. Bayi laki-laki yang tampan. mereka pun senang memandangi wajah bayi mereka. Ditemani ibu dan adik-adik Venus yang sudah menunggunya selama ini di rumah sakit. Ibu dan adik-adik Venus banyak membantu Venus saat itu.
" Jalannya hati-hati." Kata ibu yang tidak menyetujui pernikahannya dengan Lion, namun masih memperhatikan Venus yang berjalan turun dari mobil.
Ceklek
suara gagang pintu rumah mereka.
Venus masih berjalan dengan sangat hati-hati karena bekas sayatan luka operasi memang belum sembuh betul. Ibu dan adik-adiknya berbagi tugas membantu Venus. Banyak pekerjaan rumah yang dilakukan ibu dan adik-adiknya. Dari mulai memasak, menyapu lantai bahkan mengepelnya semua ibu dan adik-adiknya yang melakukan. Venus hanya berfokus pada malaikat kecil yang selalu menangis minta air susu karena haus dan lapar. Memandikannya dengan lembut, mengusap wajahnya dengan lembut, menggantikan popok dan memberinya ASI adalah hal yang sangat menyenangkan. Tentu Venus harus begadang semua itu. Tidak ada yang mudah ketika aku harus menahan kantuk demi memberi ASI ditengah malam. Sungguh pengorbanan seorang ibu yang begitu besar untuk malaikat kecil.
__ADS_1
Sudah hampir dua pekan berlalu, ibu dan adik-adik Venus pamit pulang ke kampung halaman. Ibu Venus tidak mungkin tinggal bersamanya di rumah itu. Ibu Venus juga punya ternak dan juga sawah yang harus diperhatikan. Apalagi adik Venus yang bungsu juga harus bersekolah. Lion mengantar ibu dan adik-adik Venus di stasiun kereta api. Lion juga memberi sedikit uang untuk mereka. Saat itu Venus masih belum banyak mengenal Lion. Lion dalam pandangan Venus yang selalu baik kepadanya dan keluarganya. Mereka bertiga memasuki gerbong kereta menuju perjalanan mereka pulang. Lion berpamitan kepada ibu mertua dan adik-adik Venus.
Sesaat kemudian terdengar Lion membuka pintu pagar dan memasuki halaman rumah yang tidak terlalu luas. Venus melihatnya dari jendela depan, lalu venus membuka pintu sambil menggendong malaikat kecilnya.
" Sudah pulang sayang."
" Iya." Jawab Lion singkat bergegas masuk ke dalam rumah menuju kamar belakang.
" Apa kamu ingin makan sayang?"
__ADS_1
" Iya sebentar, aku ingin mandi terlebih dahulu."
Venus tetap menyiapkan makanan untuk Lion di dapur mereka.
Byur
Suara air dari dalam kamar mandi yang begitu segarnya.
Sesaat kemudian Venus membawa makanan dan teh manis di atas karpet. Tidak ada yang spesial dengan isi rumah mereka. Meja makan saja mereka belum punya. Hanya beralaskan karpet lah Lion makan.
__ADS_1
Saat itu Venus masih belum banyak pikiran tentang hak dan kewajiban sebagai seorang istri. Venus masih merasa bersyukur karena ketika malaikat kecil mereka lahir. Mereka sudah tidak tinggal di kostan lagi. Ditambah dengan kesibukan Venus yang merawat malaikat kecil mereka, membuat Venus melupakan hal-hal yang tidak semestinya di pikirkan saat itu.
Lion tidak terbuka kepada Venus dalam segala hal, itulah yang membuat Venus berubah penilaian terhadap Lion. Lion yang dikenal singkat oleh Venus pada saat mereka berkenalan adalah Lion yang perhatian dan menunjukkan kasih sayang. Namun sedikit demi sedikit Venus mulai mengetahui seperti apa Lion sebenarnya.