Delapan Tahun Pernikahanku

Delapan Tahun Pernikahanku
Echi & Haris


__ADS_3

Klilililit


Suara ponsel Venus berdering. Venus menuju dimana asal bunyi ponsel tersebut.


Ah, ini


Venus pun meraih ponsel yang tergeletak di bawah bantal.


" Hallo, iya Chi, bagaimana kabar kamu?"


Tanya Venus pada Echi sahabat dikala Venus duduk di Madrasah.


" Alhamdulillah baik Venus, kamu sendiri bagaimana?"


Echi menjawab basa-basi Venus sekaligus bertanya balik keadaan Venus.


" I-ya sa-ma Chi."


Jawab Venus pada Echi dengan nada bergetar dan hati teriris dan berkata


Pahit sih Chi sebenarnya


Dalam hati Venus berkata.


" Halah Ven, aku yakin hidup mu enak, terjamin, berkelimpahan, banyak uang, biar pun suami mu lebih tua yang penting kamu hidup enak. Ya gak?"


Kata-kata Echi sungguh membuat Venus geram dan meremas ponselnya dengan hidung yang kembang kempis.

__ADS_1


Singkat cerita, Echi adalah satu dari ke lima sahabat Venus yang lainnya ketika mereka duduk di Madrasah. Setelah menikah dengan pasangan masing-masing, Mereka lama putus kontak dan tidak pernah berkabar lagi.


Hingga suatu hari, beberapa hari kebelakang ada sebuah DM dari Echi yang meminta nomor telepon nya. Venus pun terkejut dan memberi nomor telepon kepada Nya.


Karena setelah hampir bertahun-tahun mereka tidak pernah bersua atau hanya sekedar bertanya kabar. Baru pagi ini, Echi mencoba menghubungi Venus dan mereka berkabar kembali.


Awal pembicaraan mereka banyak membahas sahabat-sahabat mereka yang lain. Namun Echi tak mempunyai nomor telepon sahabat-sahabat yang lainnya. Mereka tenggelam dalam nostalgia zaman mereka masih duduk dibangku Madrasah.


Echi banyak sekali mengingatkan Lion kenangan-kenangan lama ketika mereka bersekolah dahulu. Hingga pada pembicaraan tentang rumah tangganya dengan Mas Haris suami Echi.


" Suamiku baik sekali pada ku Ven, apapun yang aku inginkan dia pasti membelikan nya. Buat siapa lagi dia bekerja kalau bukan buat aku dan diri nya. Terlebih aku juga belum memiliki momongan."


Echi mulai bercerita kebaikan Mas Haris kepadanya. Yang Venus sendiri sampai terbelalak hingga dibuat iri oleh Echi tentang suaminya.


Venus hanya diam, tak menyela sedikit pun apa yang diceritakan Echi kepadanya tentang rumah tangga Echi dan suaminya.


Hikz...hikz...hikz...hikz...hikz


Venus yang awalnya terbelalak pun, ikut menangis terisak setelah Echi membahas masalah keturunan.


Echi sepertinya masih terisak tangis karena kata-kata keturunan yang diucapkannya barusan. Kata-kata itu terlihat sederhana namun bermakna sangat dalam untuk keutuhan rumah tangga mereka.


" Ush...ush...ush...Udah Chi, semua rumah tangga pasti ada ujiananya masing-masing."


DEEER


Bagai tersambar petir ketika lidah Venus berkata demikian pada Echi. Bagaimana tidak, rumah tangganya sendiri yang sedang diambang kehancuran karena perbedaan karakter ini saja sangatlah sulit Venus terima bahkan Venus sering ingin melarikan diri dari Lion. Dan kok bisa-bisanya Venus sok-sokan menasihati Echi.

__ADS_1


Venus mengelus dada sembari menahan memory nya dikala tergiang pertengkaran demi pertengkaran Venus dengan Lion supaya tak terlintas dalam isi kepalanya dan mengalir ke lidahnya hingga akhirnya Venus bercerita.


Tidak, tidak, aku tidak boleh bercerita pada Echi tentang rumah tanggaku.


Gumam Venus menahan bibirnya yang hampir saja mau ceritakan masalah rumah tangganya kepada Echi.


Sudah cukup kepada Nia, kepada Nia itu saja aku juga sudah salah.


Gumam Venus lirih dalam hati seolah menasihati diri bahwa aib rumah tangga janganlah diumbar sampai di luar rumah. Kejelekan suami nya adalah kejelekan Venus juga.


Huft


Hembusan nafas Venus pun terdengar sampai ketelinga Echi.


" Kenapa Ven? Apa rumah tanggamu baik-baik saja Venus?"


Tanya Echi kepada Venus


" Eh, Chi nanti kita sambung lagi ya, Nuno sepertinya ingin buang air besar nih."


" Hehehehehehe"


Venus terkekeh pada Echi dan menutup ponselnya.


Begitu juga dengan Echi yang berkata " Nuno, Nuno. Baiklah nanti kapan-kapan kita sambung lagi ya, Bye."


Echi menutup ponselnya.

__ADS_1


__ADS_2