
Hari itu, pikiran Venus sedang kacau. Venus mencoba pergi dari rumahnya dan ingin mengunjungi rumah ibunya. Sudah dipersiapkan semua oleh Venus. Venus hanya membawa sebuah tas jinjing yang berisi baju-baju Nuno dan beberapa pasang bajunya sendiri. Ketika semua sudah siap. Venus pergi dari rumah, tidak berpamitan kepada Lion. Lion yang sedang tidur di kamar belakang tempat Nando biasanya tidur. Nando juga sudah lama bolak-balik antara tidur dirumah mereka dan di rumah ibunya sendiri.
Keinginan pergi sudah memuncak. Aku merasa tidak diperlakukan sebagai seorang istri oleh Lion.
Yang kamu pikirkan hanya uang, uang saja.
Venus terngiang pertengkaran yang baru saja terjadi.
Venus naik sepeda motornya dengan Nuno yang duduk di belakangnya. Venus berusaha kuat mengendarai sepeda motornya walau wajahnya sudah penuh dengan air mata yang tidak berhenti mengalir deras hingga matanya sembab. Meratapi rumah tangganya saat itu.
Sampai di terminal bus 1. Venus memarkirkan sepeda motornya
" Terminal 2...Terminal 2..."
Teriak seorang kondektur bus yang ada di dalam terminal sedang mencari penumpang yang menuju terminal 2.
" Ayo sayang Nuno, kita lari agak kuat."
Venus dan Nuno pun bergegas menuju Bus dalam kota yang berwarna biru dan putih itu.
__ADS_1
Air mata Venus juga tidak berhenti menetes.
Setelah mencari tempat duduk. Venus dan Nuno pun duduk bersebelahan. Air mata Venus lagi-lagi masih mengalir deras. Mencoba menutupi dari semua penumpang kalau Venus menangis, dengan hijabnya.
Namun matanya yang memerah akibat menangis yang terlalu sering, membuat Venus tidak bisa menutupinya lagi. Venus menyeka air matanya dengan tisu.Bus berjalan tanpa Venus sadari. Venus tidak terlalu fokus pada bus yang sudah berjalan itu.
" Ibu ini karcisnya." Kondektur bus menepuk bahu Venus.
" Baik pak." Venus menyerahkan uang kepada kondektur bus tanpa berkata tujuannya ingin menuju ke terminal 2. Venus berpikir bus yang dia tumpangi akan berhenti langsung di terminal 2. Namun sialnya Venus salah naik bus setelah hampir satu jam lebih Venus berada di dalam bus. Venus melihat sebuah tempat, ketika bus itu berhenti di sebuah lampu merah. Tempat itu sudah pernah Venus lihat sebelumnya saat bersama Lion
" Pak, ini pergi kemana busnya? Katanya ke terminal 2, kok sampai disini, sampai masuk ke perbatasan kota sebelah Utara?" Venus dengan wajah terkejutnya.
" Hah." Venus terkejut. Mulutnya menganga.
Ternyata Venus salah naik bus, seharusnya Venus naik bus putih biru itu di luar terminal. Ada sebuah halte bus. Disitu seharusnya Venus naik. Bukan yang di dalam terminal. Meskipun sama busnya, ternyata berbeda jurusannya.
" Pak saya turun disini saja."
Dari situ, tubuh Venus lemas. Sebelum Venus turun, Venus bertanya terlebih dahulu, Bagaimana rute untuk balik ke tempat semula dia naik.
__ADS_1
" Baik ibu."
Setelah turun dengan sangat letih dan kecewa setelah salah jalur dan salah bus yang Venus tumpangi. Belum lagi membawa tas jinjing dan menggandeng Nuno. Panas terik saat itu, membuat Nuno lelah dan mengantuk. Setelah setengah jam, Venus dan Nuno naik bus yang berbeda, dengan tujuan tempat mereka semula naik bus yang baru saja salah mereka tumpangi. Venus sudah lelah. Terik matahari yang membuat cuaca hari itu terasa sangat panas. Apalagi Bus yang dari perbatasan Utara kota itu tidak ber AC. Nuno mengeluarkan banyak sekali keringat dan mabuk darat. Dari situ Venus sudah berhenti menangis dan melupakan keinginannya untuk pergi ke rumah ibunya.
uogh...uogh...uogh..
Suara Nuno yang memuntahkan semua isi dalam perutnya.
" Pak saya boleh minta kantong warna hitam lagi."
" Ini ibu."
Rencana Venus pergi ke rumah ibunya telah gagal. Venus menyuruh Nuno untuk bersandar di pangkuannya.
Setelah satu jam setengah perjalanan di bus. akhirnya Venus sampai di kota mereka lagi. Meskipun harus berputar-putar terlebih dahulu untuk menuju ke tempat parkir sepeda motor. Tempat semula mereka berangkat tadi pagi. Venus dan Nuno masih naik angkutan umum kembali setelah sampai di halte tempat pemberhentian bus. Sungguh melelahkan perjalanan mereka. Setelah sampai parkiran, Venus dan Nuno kembali pulang ke rumah mereka.
Sesampainya di rumah. Venus mendapati Lion dengan duduk santai di depan teras. Lion duduk tanpa beban. Seperti tidak berusaha mencari Venus dan Nuno yang telah pergi dari rumah dan tidak izin kepadanya. Sungguh tidak aku duga reaksinya. Setelah aku dan Nuno harus mengelilingi kota dari terminal ke terminal dari pagi sampai sore mencoba pergi dari rumah. Di lain sisi Lion di rumah dengan santainya seolah tidak sedangterjadi masalah. Venus masuk ke dalam rumah dengan membawa tas jinjingnya. Lion tidak peduli dengan sikap Venus dan tidak bertanya sama sekali.
Oh Tuhan kuatkan hatiku dalam menghadapi suamiku. Gumam Venus saat itu.
__ADS_1