
Alisa adalah salah satu sahabat Echi dan Venus. Alisa memiliki perawakan tinggi berkulit bersih dan memiliki badan yang tetap langsing meskipun telah memiliki anak.
Echi mengambil ponselnya dari dalam tas dan menghubungi Alisa kembali.
" Hallo Sa, ini aku sudah sampai rumah, bagaimana kabar kamu Sa?"
" Iya Chi, aku baik."
" Kamu bagaimana? Sudah punya anak berapa?"
" Kamu sendiri sudah punya anak berapa Sa?"
" Aku sudah punya anak tiga Chi. Kalau kamu berapa?"
" Aku belum punya Sa." Echi mencoba tegar dengan pertanyaan Alisa.
" Kamu tidak sedang bercanda kan Chi?"
" Tidak Sa. Aku sama mas Haris memang belum dikaruniai seorang anak."
" Maaf ya Chi, sudah berapa lama kamu menikah, aku lupa?"
" Sudah berjalan sepuluh tahun Sa."
" Chi, sebelumnya aku minta maaf sekali, aku sudah bertanya ini kepadamu."
" Tidak apa-apa Sa, kita bahas yang lainnya ya."
" Baik Echi."
" Bagaimana kalau kita video call sama venus bersamaan?"
__ADS_1
" Kamu punya nomor telepon Venus."
" Iya aku ada nomor telepon Venus."
" Baiklah Chi."
Tut...Tut...
Suara sambungan dari ponsel Venus yang terdengar lama tidak diangkat oleh Venus.
" Sepertinya dia sibuk merawat bayinya Sa."
" Dia punya bayi lagi."
" Iya."
" Ha, kok bisa, bukannya suaminya sudah tua ya Chi." Alisa bertanya heran dan sedikit penasaran. Alisa memang orang yang paling kritis dan paling penasaran dengan kehidupan Venus semenjak Venus memutuskan menikah dengan pria yang lebih tua. Alisa sudah berpikir yang tidak-tidak dengan Venus.
" Haha, aku tidak habis pikir dengan keputusan Venus. Seperti tidak ada yang lain saja."
" Bagaimana kehidupan dia sekarang? Sudah pasti bahagialah ya, menikah dengan pria tua kaya." Alisa membayangkan kehidupan Venus yang menurut dia seperti sosialita.
" Eh tapi, aku sangat penasaran, kok Venus bisa hamil lagi, wah jangan-jangan, Haha, upz."
" Kamu itu Sa, kan sekarang banyak cara, bisa pakai obat kuat atau ramuan manjur berkhasiat herbal kan sudah banyak."
" Haha, Iya juga ya." Alisa sepertinya tidak berhenti menggunjing Venus.
" Aku khawatir saja sih Chi dengan Venus, aku sebenarnya tidak rela dia menikah dengan suaminya, seperti tidak ada pria lain saja, yang aku takutkan dia merebut suami orang."
" Hush, bicara apa kamu ini Sa, tidak mungkin Venus seperti itu."
__ADS_1
" Haha, ya bisa saja dia bosan bekerja, ingin santai di rumah saja dengan menikahi pria kaya dia bisa foya-foya, upz. Sorry ya Chi mulutku kebablasan."
" Hush, Venus pasti punya alasan sendiri mengapa dia memilih menikah dengan suaminya Sa."
" Kamu tahu alasannya." Alisa terus saja bertanya mendesak Echi untuk bicara.
" Tidak Sa."
" Sekarang hidupmu berubah ya Chi, lebih mewah dari Echi yang dulu."
" Kamu bisa saja Sa, biasa saja kok, tidak berlebihan."
" Tidak berlebihan bagaimana, kamu setiap hari update status belanja-belanja dengan suami tercinta." Alisa sepertinya tertular ilmu kepolisian dari suaminya yang seorang Penyidik. Makanya Alisa dari tadi berusaha bertanya apa saja tentang sahabatnya.
" Haha, Sa-Sa, kamu itu ada-ada saja."
" Serius lho Chi, wajah kamu saja ketika aku lihat di update statusmu, tampak berubah. kamu tidak melakukan operasi kan? Haha, bercanda lho Chi, jangan diambil hati."
" Haha, tidak lah Sa, takut aku kalau operasi, aku melakukan berbagai perawatan kecantikan saja, tidak sampai operasi."
" Pasti habis mahal ya Chi, apalagi di Larozza, Klinik Kecantikan dengan kualitas super dibandingkan yang lain, benar tidak."
" Haha, Sa-Sa, memang semenjak kamu menjadi ibu Penyidik Kepolisian, kamu menjadi seperti ini ya." Echi tidak berhenti di buat tertawa oleh Alisa.
Hahaha Echi dan Alisa tertawa bersama.
" Sudah dulu ya Sa, nanti kita sambung lagi."
" Siap Chi, Bye."
Keduanya menutup ponsel mereka. Alisa yang masih banyak menyimpan tanda tanya tentang rumah tangga dari sahabat-sahabatnya terutama Venus. Karena Alisa sepertinya curiga dengan keputusan Venus yang menikahi pria lebih tua. Takut kalau sahabatnya dijadikan tumbal pelunas hutang dari keluarganya Venus seperti di sinema-sinema Tv yang menjual anaknya kepada pria kaya demi sebuah harta.
__ADS_1