
" Aku berangkat ke kantor sayang."
" Iya, hati-hati di jalan."
Rumah mulai sepi. Usai Lion berangkat ke kantor. Tidak terdengar suara ocehan Nuno dan tangisnya. Nuno yang tertidur dengan lelapnya setelah Venus memberinya susu. Tidak ada kegiatan yang berarti. Venus merebahkan tubuhnya disamping Nuno, Meluruskan otot-otot pinggangnya. Tanpa disadari rasa kantuk datang dan matanya terpejam.
****
Seperti biasa, setiap sore hari sebelum Lion pulang dari kantor. Venus memasak menu yang disukai Lion. Semua sudah matang dan siap di hidangkan untuk makan malam.
Hik...hik...hik... Suara Nuno menangis dari kamar depan.
Venus menuju ke kamar depan dimana Nuno menangis, Venus terkejut mendapati Nuno demam. Seluruh tubuh Nuno panas.
" Sayang Nuno." Venus mengusap kening Nuno.
" cup...cup...cup...sayang." Venus berjalan mondar-mandir menenangkan Nuno.
Nuno masih saja terus menangis hingga membuat Venus panik. Venus mengambil ponsel mencoba menghubungi Lion. Tapi tidak diangkat oleh Lion.
Venus kirim pesan singkat kepada Lion.
Apa kamu bisa pulang sekarang? Nuno sakit. Tolong dibalas.
Bunyi pesan Venus kepada Lion.
__ADS_1
Venus berjalan bolak-balik menggendong nuno dan menenangkan Nuno. Venus juga mengompres kening Nuno, namun perasaan panik Venus tidak berhenti. Venus kembali menoleh ke arah ponsel dan menghubungi Lion. Lion tidak kunjung membalas pesan maupun mengangkat telepon darinya.
Sudah beberapa jam Venus menunggu kabar dari Lion. Namun masih tetap nihil. Demam juga tak kunjung turun. Hari mulai larut. Malam semakin pekat. Dan Lion yang biasanya sudah sampai di rumah, tetapi malam ini belum juga sampai. Nuno mulai menangis kembali. Aku juga tidak tega kepada Nuno. Venus kira demam Nuno akan turun setelah minum obat demam yang Venus berikan sebelumnya. Namun ternyata mengakibatkan naik turun hingga membuat Venus semakin panik.
Tanpa pikir panjang. Venus memesan taksi online dan membawa Nuno ke rumah sakit dengan membawa kartu asuransi dari perusahaan Lion bekerja. Tanpa mempedulikan atau menunggu Lion.
Sesaat Venus mendengar taksi online yang di pesannya sudah datang. Venus meletakkan kunci dibawah pot bunga dekat tiang penyangga teras mereka. Venus masuk kedalam mobil dengan menggendong Nuno. Venus membuka ponsel dan mengirim pesan kepada Lion.
Kunci rumah di bawah pot. Aku pergi ke rumah sakit.
Sesampainya dirumah sakit. Venus masuk ke dalam. Menuju tempat pendaftaran, dan Venus daftar dengan kartu asuransi yang diberikan Lion kepadanya. Karena hari sudah malam, pasien tidak terlalu banyak. Beruntungnya ada dokter spesialis anak yang masih jaga malam. Venus masuk ke dalam ruangan dokter, menggendong Nuno dan berlari kecil, karena panik. Nuno disuruh berbaring, kemudian diperiksa. Dokter seperti biasa bertanya
" Kapan mulai demamnya?"
" Tadi sore Pak dokter."
" Baik pak dokter."
Venus bisa bernafas lega. Dokter menuliskan resep dan mempersilahkan Venus menuju apotek di dalam rumah sakit.
Semua Selesai. Venus sudah kembali ke rumah. Namun Lion masih belum pulang
Padahal tidam seperti biasanya Lion belum pulang semalam ini. Jam dinding sudah menunjukkan pukul 02.00 WIB. dini hari. Namun Lion tak juga menampakkan batang hidungnya ataupun aroma khas parfumnya juga tak kunjung tercium oleh Venus.
Dimana kamu Lion?
__ADS_1
Jam berapa ini, kamu belum pulang?
Gumam Venus cemas.
Tepat pukul 03.00 WIB. Suara mobil Lion terdengar pelan berhenti di depan pagar. Sebelum Lion mengetuk pintu, Venus sudah terlebih dahulu membuka pintunya. Venus bergegas menuju kamar menemani Nuno tidur kembali.
Seolah tidak ada perasaan bersalah. Lion langsung merebahkan tubuhnya di kamar belakang.
" Tidurlah sayang! aku juga mau tidur, aku lelah."
****
Keesokan hari, seperti biasa kalau Venus sedang kesal terhadap Lion. Venus pura-pura tidur dan tidak membuatkan sarapan dan secangkir teh manis untuk Lion. Lion sepertinya hafal dengan sikap istrinya.
" Maaf." Lion berucap lirih, membisikkan dan menempelkan bibirnya kepada telinga Venus.
Venus membelakanginya. Jelas saja Venus masih kesal kepada Lion. Akan tetapi Lion seperti tidak peduli dengan Nuno. Lion berangkat ke kantor tanpa bertanya keadaan Nuno.
Begitulah Lion. Sikapnya dingin. Lion yang hanya memikirkan pekerjaannya dibanding keluarganya. Pekerjaannya adalah segalanya. Disitu Venus merenung, menyadari dan merasa kesepian. Air mata menetes dari pelupuk matanya. Kesal, marah dan sedih bercampur menjadi satu. Ini seperti bukan Lion yang pertama kali mereka bertemu.
Mengapa sedikit saja dia tidak bisa mengerti perasaanku?
Mengapa dia tidak bertanya bagaimana tadi malam?
Bagaimana keadaan Nuno sekarang?
__ADS_1
Mengapa?
Venus menangis dengan sikap Lion yang dingin. Venus mencoba menerka semua sikap Lion selama ini, namun masih saja dia tidak mengerti. Menangis akan membuat harinya suram dan memperburuk keadaan. Mengalah adalah jalan terbaik untuk mendamaikan hati yang berantakan. Mengumpulkan kembali kepingan-kepingan yang sudah Lion hancurkan.