
Satu bulan kemudian berlalu. Aktivitas Venus tak berubah. Membeli bahan-bahan apa saja yang diperlukan untuk membuat Pempek.
Uogh...uogh...uogh
Mual pertama yang Venus rasakan.
Ah, mungkin hanya masuk angin.
Uogh...uogh...uogh
Mual kedua kalinya. Sampai-sampai Venus panik dan melihat kalender yang terpasang di dinding yang tak jauh dari ruang tamu. Kakinya lemas tubuhnya gemetar, kepalanya pusing seperti berputar-putar.
Jangan-jangan
Mata Venus terbelalak, jantungnya berdetak kencang.
Huft
Tidak...tidak...tidak
Venus berusaha menepis firasatnya.
Sudah tak terbantahkan lagi kalau Venus hamil.
Venus tampak lesu, lemas tak berdaya. Venus mengingat kejadian malam itu kembali.
Perasaan aku selalu buang air kecil setiap kali berhubungan intim dengan Lion
__ADS_1
Konon katanya jika setelah berhubungan badan dengan suami, kemudian dipakai untuk buang air kecil, itu bisa membuat tidak akan hamil. Di usia Lion yang sudah lima puluh tahun ditambah dengan ramuan manjur dari mbah buyut. Lion ternyata mampu menjebol gawang pertahanan Venus selama ini. Rasanya Venus sudah sangat sering mewanti-wanti Lion sebelum melakukan perbuatan halal suami istri. Sepertinya memang ini adalah cara Lion untuk menghalangi Venus menjadi wanita mandiri yang tidak selalu bergantung pada Lion. Pada kenyataannya, Venus akan selalu dibuat bergantung kepada Lion dan menjadi sulit melarikan diri dari Lion.
Oh, Tuhan, Mengapa harus hamil lagi?
Jari-jari Venus mengepal dengan gemasnya.
Pantesan waktu itu, tiba-tiba Lion begini, begitu, ternyata
Venus tidak berhenti berhenti menganalisa kejadian malam menggairahkan itu. Memberi pertanyaan dan jawaban kepada dirinya sendiri.
Ini adalah cara Lion membelenggu Venus kembali dari rutinitas yang menghasilkan uang. Dengan Venus hamil, melahirkan dan merawat bayi kembali, tentulah Venus tidak akan terlintas untuk berpikir meninggalkan dan mencoba melepaskan diri dari Lion.
Tidak ada kata selain kata pasrah.
Lion memang pandai mengelabuhi situasi.
Ternyata diam-diam Lion tidak setuju Venus berdagang kembali dan menghasilkan uang. Uang yang dihasilkan sebenarnya tidak seberapa. Tidak lantas berubah menjadi kaya raya dalam semalam ataupun Venus berubah perawatan di Klinik Kecantikan setiap bulan. Namun Lion sekali lagi memang tidak suka istrinya memegang uang biarpun itu dari penghasilannya sendiri.
Sepertinya trauma dari gagalnya rumah tangga Lion membuat Venus menjadi korban dari hal tersebut. Beruntungnya memang Lion sekuat tenaga dengan berbagai cara menginginkan rumah tangga keduanya selamat dari kehancuran.
Namun dengan tindakan Lion yang dengan sadarnya Lion lakukan sebenarnya membuat rumah tangga ini seperti berada di dalam neraka jahanam. Neraka yang penuh dengan bara api panas yang kapanpun bisa menjadi tulang belulang ketika terbakar oleh panasnya.
Bagaimana tidak? Siapa yang mau dengan sukarela mengorbankan dirinya seumur hidup dengan pria yang sama sekali tak membuat Venus bahagia.
Pria tersebut hanyalah memberi makan, tempat tinggal dan memberikan Venus pakaian yang layak. Namun pria seperti Lion dengan sesuka hatinya memperlakukan Venus dengan semena-mena, seolah kepala rumah tangga bisa berbuat sesuka hatinya. Apalagi kalau bukan sebenarnya yang Lion inginkan melainkan mengikat Venus dengan sebuah tali pernikahan namun di dalamnya seperti neraka jahanam. Perbedaan inilah yang membuat Venus jengah pada Lion. Venus hanya bisa meratapi nasib rumah tangganya. Lion tidak akan mungkin berubah sekalipun Venus sudah menasihati sampai berbusa mulutnya.
Sering, Venus mengajak Lion berkomunikasi. Venus juga mengeluhkan segala hal yang menjadi beban dalam hatinya selama ini. Namun seakan Lion tak menghiraukan Venus.
__ADS_1
Lion memutuskan segala hal sendiri. Sekalipun, tak pernah Lion berusaha membicarakannya kepada Venus terlebih dahulu.
Dalam hal apapun itu. Sehingga membuat Venus merasa, apalah arti dirinya dalam hidup Lion.
Venus seperti pelampiasan dari pelarian Lion selama ini. Dari hancurnya rumah tangga sebelumnya dan kegagalan menuju pernikahan sebelum Lion menikahi Venus.
Ceklek
Bunyi gagang pintu utama.
" Mengapa, wajahmu masam? ada masalah?"
Lion memandang Venus penuh tanda tanya.
" Aku hamil lagi."
Suara lirih Venus tak bersemangat, mengalihkan pandangannya dari Lion.
Hikz...hikz...hikz
Isak tangis kecil Venus yang berusaha menepis kehamilannya.
Hem
Bibir Lion tersenyum tipis.
" Itu namanya rezeki, tidak usah menangis!"
__ADS_1
Venus bergegas meninggalkan Lion sendirian duduk diatas karpet, sementara Venus pergi ke dapur, membuat secangkir teh untuk Lion.