
Delia, Wina dan Cyntia begitu juga dengan Echi adalah sahabat Venus. Delia adalah sahabat Venus yang paling royal dari segi keuangan zaman mereka masih duduk di bangku Madrasah. Delia menikah dengan adik kelas mereka yang bernama Mahardika. Kehidupan rumah tangga Delia dan Mahardika bisa dibilang jauh lebih dari segalanya, namun Delia menikmati hidup dengan sederhana, Delia terpisah dari Mahardika sudah sejak mereka menikah. Mahardika belum bisa merelakan pekerjaannya di Amerika sebagai Teknik mesin demi pundi-pundi rupiah dan kehidupan mewah di tanah Jawa. Delia tidak bisa berbuat apa-apa, kehidupannya di Jawa yang dekat dengan keluarga besarnya, tidak bisa dia relakan begitu saja demi ikut sang suami yang berjuang di negeri orang. Delia juga sudah memiliki satu anak dari Mahardika.
Wina, Wina adalah sahabat Venus yang paling kalem pembawaannya. Wina seperti mirip dengan Venus kehidupannya, Wina menikah dengan pria yang dia cintai namun tidak mendapatkan restu dari orangtuanya. Kehidupannya kurang lebih sama dengan Venus. Sebelas dua belas. Wina lebih nelangsa, karena suaminya tidak memiliki pekerjaan tetap. Orang tua Wina sebenarnya sangat kaya, namun karena Wina memilih suami yang tidak direstui orang tuanya, kehidupan Wina berubah menjadi menderita. Ayahnya sepeserpun tidak ingin membantu Wina dalam hal keuangan. Wina bahkan masih belum memiliki rumah sendiri. Wina masih tinggal mengontrak. Setiap hari Wina juga meratapi hal yang tidak begitu jauh berbeda dengan yang dialami Venus, hanya saja Venus lelah dengan karakter Lion yang sulit ditebak dan membuatnya merasa tertekan karena sikapnya. Sedangkan Wina, dia harus berjuang banting tulang dengan suaminya untuk menghidupi kedua anaknya.
Cyntia, Cyntia berperawakan tidak kalah memiliki badan yang ramping seperti Alisa meskipun sudah memiliki anak. Cyntia berwajah manis dan masih terlihat muda. Wajahnya tidak berubah dari dulu. Menikah dengan seorang Pegawai Swasta membuat kehidupan Cyntia tidak kalah seperti sosialita.
" Hallo semua." Echi menyapa lewat video call dengan penuh tanda tanya.
" Hallo Echi." Delia, Wina, Cyntia dan juga Alisa menjawab bersahutan dari layar ponsel. Mereka semua melambaikan tangan. Mereka membentuk grup panggilan lewat video call.
" Kalian kok bisa, O, aku tahu, ini pasti rencana Alisa."
" Iya Echi, jawaban anda betul." Sahut Delia
__ADS_1
" Kapan-kapan reuni yuk." Alisa sepertinya memang sangat tidak ada pekerjaan. Selain rindu kepada sahabat-sahabatnya, dia juga ingin melancarkan berbagai pertanyaan kepada semua sahabatnya. Rasa ingin tahunya seperti sudah tidak terbendung lagi.
" Haha, Sa, aku tahu rencana kamu lho."
" Haha, ssst! hanya kita berdua yang tahu." Alisa mengacungkan jari telunjuk di depan bibirnya.
" Apa Sa, Chi?" Tanya Delia, Wina dan Cyntia.
" Ini kurang Venus, ayo Chi telepon Venus!"
Tut...Tut...Tut...Suara panggilan yang belum tersambung dari ponsel Venus.
" Sepertinya dia sibuk merawat bayinya, sahabat." Echi yang masih berusaha menghubungi Venus.
__ADS_1
" Ha, punya bayi lagi dia?" Delia mengerutkan kening.
" Ini serius, Venus punya anak lagi Chi." Cyntia yang tak kalah menyahut dengan wajah penuh tanda tanya.
" Iya sahabat, Venus punya bayi lagi. Wina kamu ada apa? diam saja dari tadi. Beban hidup tidak usah dirisaukan. Ada Tuhan yang mengaturnya sahabat. Oke."
" Tidak apa-apa Chi." Wina yang merasa kurang percaya diri melihat sahabat-sahabatnya yang dulu, kini berubah menjelma seperti putri Cinderela sedangkan dia merasa seperti Upik abu yang menderita.
" Aish, nyonya besar ratu foya-foya sepertinya ingin membuat pesta untuk kita sahabat, upz."
Alisa langsung menutup bibirnya dengan telapak tangannya.
" Ayo Chi kapan?" Cyntia yang tengah santai tidur di sebuah kursi mewah seperti milik para raja.
__ADS_1
Wina hanya bisa menelan ludah melihat pemandangan yang terlihat dari layar depan ponselnya.