
" Ini uang mahar yang pernah aku pinjam dulu, sekarang aku kembalikan." Lion meletakkan uang di atas telapak tangan Venus.
" I-ya terimakasih." Venus terbata, mengerutkan kening karena lupa akan hal itu.
" Aku ingin membeli kursi dan meja tamu, bagaimana, boleh apa tidak?"
" Tidak usah."
" Mengapa tidak boleh? apa ujung-ujungnya akan kamu pinjam kembali? Lalu mengapa uangnya dikembalikan?"
Venus dengan wajah yang berubah kesal setelah wajah berseri sempat menghiasi wajahnya karena baru pertama mendapat uang yang cukup banyak dari Lion
Apa-apa selalu tidak boleh.
Ingin beli barang pecah belah tidak boleh.
Ingin beli mesin cuci tidak boleh.
Padahal memakai penghasilanku sendiri.
Terus bolehnya membeli apa. Gerutu Venus
Venus membayangkan peristiwa awal pernikahan. Saat itu Venus masih bekerja, Venus ingin membeli mesin cuci dan peralatan memasak, Venus izin kepada Lion yang baru beberapa hari menjadi suaminya. Namun Lion selalu melarang dengan mengatakan kata tidak dan jangan.
__ADS_1
Lion pergi dari hadapan Venus tanpa beban.
" Sayang, please boleh ya, jangan melarang aku kali ini saja, lihat rumah kita sayang, apa kamu tidak peduli terhadap apapun tentang keindahan rumah kita." Venus mengikuti Lion dari belakang punggung Lion dan mencoba terus merayu Lion.
Lion tetap saja tidak berkata apapun, meninggalkan Venus begitu saja.
Tangan Venus yang sudah tidak sabar benar-benar gelisah dan sangat ingin sekali membeli perabotan rumah atau apa saja yang membuat rumahnya lebih tertata dan lebih menarik untuk dipandang mata. Venus tetap berangkat menuju toko peralatan rumah tangga dengan naik sepeda motor sambil menggendong Nuno. Bukan Venus ingin tidak hormat tehadap suami, Lion akan tetap sama, akan selalu melarang apapun yang dilakukan Venus. Ini yang membuat Venus berpikir bahwa Lion adalah seorang kepala keluarga yang ingin menang sendiri. Tidak boleh keluar rumah jika tidak bersama dengan Lion, tidak boleh membeli sesuatu yang Venus suka tanpa persetujuan Lion tanpa Venus boleh mengutarakan apa yang menjadi harapannya. Bisa dikatakan hidup Venus penuh ujian mental yang bisa saja membuat dia gila. Penuh dengan aturan yang mengekang Venus sementara sang suami Lion bisa dengan semena-mena memperlakukannya karena merasa semua dosa-dosa Venus Lion yang menanggungnya. Rumah tangga seperti apa yang mereka bina, sampai-sampai bertemu dengan teman-teman untuk sekedar berkumpul bersama tidak boleh dan Lion tidak suka. Cara apa yang bisa dilakukan Venus untuk melepaskan diri dari belenggu cinta Lion.
" Ada yang saya bisa bantu ibu." Salah satu pegawai berdiri di hadapan Venus.
" Saya ingin membeli meja dan kursi tamu pak."
" Silahkan ibu, ikut saya."
Bapak petugas toko atau yang mempunyai toko perabotan ini Venus tidak mengerti. Venus hanya bisa mengikuti seorang bapak menuju lantai dua dari toko tersebut.
" Ini ibu pilihan untuk meja dan kursi tamu."
Seorang bapak menunjukkan berbagai macam model kursi dan meja tamu kepada Venus.
Venus melihat sebuah sofa warna biru muda " Saya memilih ini pak."
" Baik ibu, silahkan ke kasir untuk pembayarannya dan silahkan tinggalkan alamat rumah dan nomor telepon."
__ADS_1
" Apa hari ini bisa diantar?" Venus yang menulis nomor telepon dan alamat rumah di sebuah meja dekat kasir.
" Iya ibu, sore ini akan diantar oleh pegawai kami."
" Baik pak saya tunggu di rumah, terimakasih."
" Iya ibu sama-sama."
Venus yang menggendong Nuno kembali ke rumah mereka.
Sesampainya di rumah. Venus melihat Lion yang sudah rapi dan wangi sedang duduk di tempat tidur kamar belakang
Tin...Tin...Tin...
Bunyi klakson mobil box yang mengantar pesanan sofa Venus akhirnya datang.
" Silahkan pak."
Venus berdiri di depan pagar dan menyuruh dua orang pegawai untuk masuk ke dalam rumah membawa sofa yang baru saja dibelinya.
Lion keluar dari kamar belakang dan berbalik kembali menuju kamar belakang. Wajahnya terlihat marah dan kesal kepada Venus.
" Terimakasih bapak."
__ADS_1
" Iya bu, mari."
Venus mengantar dua pegawai sampai depan pagar. Venus kembali masuk ke dalam rumah dengan perasaan gembira, senyum merekah terlihat dari bibirnya, apa yang dia inginkan akhirnya bisa dibeli juga oleh Venus. Namun tidak kepada Lion yang semenjak kedatangan sofa sampai keesokan harinya, Lion terdiam bisu tanpa bicara dan bertanya kepada Venus sedikitpun. Nando dan juga Venus yang tahu kalau Lion memang marah karena Venus membeli sofa warna biru muda tersebut.