
Wina berjalan dan memilih baju untuk anak-anaknya. Satu persatu baju-baju untuk anak-anaknya sudah Wina dapatkan.
" Sekarang giliran kita semua ke tempat pakaian dewasa, kamu silahkan pilih baju kesukaanmu ya Wina." Echi yang masih setia menggandeng tangan Wina sahabatnya itu.
Wina yang wajahnya terkejut bahagia.
Echi dan Wina begitu juga anak-anak Wina berjalan menuju ke tempat pakaian dewasa dimana letaknya satu lantai dengan pakaian anak-anak. Wina berjalan dan memulai memilih baju. Dia juga sibuk berjalan mencari ukuran baju yang sesuai dengan ukuran tubuhnya. Sementara Echi, Alisa, Cyntia dan Delia juga mencoba memilihkan baju untuk Wina.
Beberapa saat kemudian, baju untuk Wina dan anak-anaknya sudah mereka dapat.
" Anak-anak senang apa tidak?" Delia bertanya dengan menatap wajah anak-anak Wina yang berdiri di depannya.
Senang. Semua anak-anak Wina menjawab bersamaan.
" Echi, kamu ajak Wina ke salon, trus kita ajak anak-anak Wina main sambil makan es krim sebelum kita makan besar di lantai bawah. Bagaimana?" Alisa yang menunjuk ke arah Salon yang berada di lantai atas.
" Okay." Echi yang berdiri dan memegang kaca yang baru saja diambilnya dari tas untuk sekedar melihat penampilannya apakah masih paripurna.
" Yaudah yuk anak-anak kita main ya, mama Wina biar ke salon dulu sama tante Echi." Alisa yang membujuk anak-anak supaya tidak ada yang menangis atau rewel.
Wina dan Echi yang bergandengan menuju lift untuk naik ke lantai atas. Sedangkan Alisa, Delia dan Cyntia yang menggandeng tangan anak Wina satu persatu menuju ke lantai dua tempat permainan anak-anak. Mereka menuju eskalator untuk turun ke lantai dua.
__ADS_1
Wina dan Echi yang sudah memasuki salon langganan Echi untuk sekedar massage, cuci rambut dan mengecat rambut.
" Siang bu Echi." Sapa salah satu pegawai salon kepada Echi.
" Siang mbak."
" Kamu bagaikan artis ya Chi, salon langganan kamu ya ini." Tanya Wina kepada Echi dengan mendekatkan bibirnya ke telinga Echi sambil menutup dengan telapak tangannya.
" Haha." Echi terkekeh.
" Mau perawatan apa ibu Echi?"
" Baik ibu Echi, mari ibu silahkan ikut saya." pegawai salon menyuruh Wina untuk ke tempat massage terlebih dahulu."
" oh, iya mbak " Wina yang mengikuti pegawai salon.
Echi yang duduk di depan cermin, mengeluarkan ponselnya dari tas mewahnya. Menoleh ke arah kanan Echi seperti samar-samar melihat suaminya Mas Haris sedang berjalan di depan salon bersama seorang wanita.
" Mas Haris, kok seperti mas Haris ya." Echi meninggalkan tempat duduknya dan mencoba mengejar apa yang baru saja dia lihat.
" Mas Haris." Echi memanggil nama suaminya kepada seorang laki-laki yang berada tidak jauh di depannya sedang menautkan tangan ke pundak seorang wanita. Karena Echi memanggil dengan nada keras, pria tersebut menoleh ke arah belakang, dimana suara Echi berasal.
__ADS_1
" Mbak memanggil saya." Kata pria yang disangka suaminya oleh Echi.
" Oh ma-maaf mas, saya salah orang." Echi yang menahan wajah malunya karena salah orang.
Pria tersebut memalingkan wajahnya kembali dan Echi membalikkan badan dan menuju ke tempat duduk dia kembali.
" Huft, aku pikir tadi mas Haris." Perasaan lega Echi karena yang dia kira suaminya ternyata bukan mas Haris suaminya.
Echi sepertinya tidak mengaitkan kejadian ini dengan sebuah firasat kalau Haris suaminya berselingkuh di belakangnya selama ini. Padahal Haris sedang berada di sebuah rumah pribadinya yang lain yang dia sembunyikan kepemilikannya dari Echi tengah asyik menikmati kebersamaan dengan istri sirinya yang dia nikahi lebih dari lima tahun lamanya. Haris dan istri sirinya telah memiliki dua anak. Seorang anak laki-laki dan perempuan yang berusia empat tahun dan tiga tahun.
" Ayah, ayo kesini." Seorang anak laki-laki memanggil Haris suami Echi yang tengah duduk di pinggir kolam renang dan memainkan ponselnya.
" Okay sayang." Teriak Haris membalas panggilan anak laki-lakinya dari istri sirinya.
Haris masih membaca pesan dari Echi yang sedang mengirim gambar, bahwa Echi sedang berada di salon dengan sahabatnya.
Haris yang mendatangi anak laki-laki dan perempuannya.
" Ayah datang my superhero and my girl." Teriak Haris dengan sangat bahagianya, lalu berenang ke arah kedua anaknya.
" Kita udahan ya, berenangnya. Kita masuk ke dalam rumah, itu bunda sudah membuatkan makanan yang lezat buat kita." Haris yang sedang menoleh dan menunjuk dengan jari telunjuknya ke arah wanita berhijab yang tingginya semampai yang jauh lebih anggun dari Echi yang bernama Sylvia adalah wanita yang dinikahi secara siri oleh Haris. Sylvia sangat anggun dan tidak doyan foya-foya seperti yang Echi lakukan. Bahkan Sylvia sangat patuh terhadap semua yang dikatakan Haris. Wajah Sylvia juga sudah sangat manis tanpa harus rutin melakukan perawatan mahal seperti yang dilakukan Echi. Haris dan Sylvia tampak memiliki keluarga yang bahagia dan harmonis meskipun ada sebuah pengkhianatan besar yang dia lakukan selama lima tahun kepada Echi. Itu bukan tanpa sebab, Haris terpaksa melakukan pengkhianatan itu melainkan Haris sangat merindukan buah hati hadir di dalam rumah tangganya. Namun bahkan sudah sepuluh tahun pernikahannya dengan Echi berjalan, tetap saja Echi tidak bisa memberikannya keturunan. Haris seorang laki-laki normal yang menginginkan biduk rumah tangganya berjalan harmonis dan selaras seperti apa yang dia inginkan sebagaimana orang pada umumnya yang menjalani rumah tangga. Kesetiaan Haris memang di uji selama menikahi Echi, namun nasi telah menjadi bubur. Haris tidak memungkiri rumah tangganya dengan Sylvia dengan dikaruniai dua orang anak membuat hidupnya menjadi lebih berwarna dan bergairah. Hidup Haris seperti bersemangat kembali. Seperti pembuktian kepada dirinya sendiri bahwa dia adalah seorang pria sejati yang mampu menghasilkan keturunan. Dia bukan pria mandul. Seperti yang diucapkan sebagian teman-temannya atau bahkan sebagian keluarga Echi.
__ADS_1