
Venus melanjutkan pekerjaan dia, membuatkan teh manis untuk Lion dan menghidangkan makan malam untuk Lion. Lion yang selesai mandi pun, bergegas menyuruh Venus untuk membuat ramuan untuk menghangatkan ranjang kami kembali.
" Ayo, sayang, sudah apa belum?"
" Iya sebentar lagi, aku masih ingin merebus air." Sahut Venus dari dapurnya.Venus pun terkekeh. Hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya.
Para pria memang seenak jidatnya saja. Masih rasanya hatiku sakit karena perkataan nya kemarin seperti belati yang mengiris jantung ku. Sekarang minta jatah untuk memenuhi nafsu nya belaka.
" Aku lupa kalau aku datang bulan sayang."
Venus menolak halus. Bukan berarti aku tidak melakukan kewajibannya. Namun Venus hanya sedang menata hatinya yang di bombardir habis-habisan dengan Lion yang seenak jidatnya seolah tak terjadi apa-apa.
Hello?
What?
Lupa kemarin yang marah-marah sampai melotot bulat sempurna bola matanya gegara ke salon dan beli baju yang harganya tak seberapa
__ADS_1
Kesal Venus dan menggerakkan bibirnya sedikit dengan berbicara pada hatinya sendiri.
Tidak semudah itu Ferguson
Gumam Venus lirih.
Venus berlalu tanpa beban menuju kamar tidurnya. Menutup pintu dan berbaring di samping Nuno. Lion pun masih saja mengikutinya dengan penuh tanda tanya. Memeluk Venus dari belakang itulah langkah pertama yang dilakukan nya.
Telapak tangannya mulai nakal dan satu persatu area sensitif Venus berusaha Lion raih. Namun Venus juga tak kalah berusaha menepisnya.
" Ayolah, sayang, aku tahu kamu tidak lagi sedang datang bulan."
Venus tak mengindahkan, Venus benar-benar lelah hati dengan sikap Lion kepadanya. Luka Venus yang sekuat hati berusaha dia sembuhkan sendiri. Selalu saja digagalkan oleh Lion dengan sesuka hati.
Venus berlalu dan tidur membelakangi Lion. Sebenarnya Venus sedikit tertawa dalam hatinya.
Rumah tangga seperti apa ini? Satu disakiti satu membalasnya dan begitu terus berulang sampai seperti benang kusut juga akan begini-begini saja seterusnya.
__ADS_1
Tidak ada yang mengalah. Tapi setidaknya Venus sudah berjuang bertahan entah sampai kapan Venus sendiri tidak tahu. Perasaan nya selalu naik turun. Venus masih melihat sisi baik Lion.
Dimana Lion selalu mencukupi kebutuhannya dan Nuno. Membelikan baju untuknya dan Nuno. Terutama memang kebutuhan Nuno yang tidak pernah Lion sekalipun mencoba lari dari tanggung jawab sebagai ayah.
Kalau kepada Venus, tampaknya memang Lion memiliki trauma terhadap wanita yang cukup mendalam. Lion memposisikan cinta dan kepercayaan nya sesuai dengan porsinya. Lion tidak ingin terluka kembali. Namun begitu sebaliknya, Venus yang terluka dengan rasa trauma yang dimiliki Lion.
Venus seratus persen tidak menyalahkan Lion. Terdapat banyak kesalahannya juga di dalamnya. Namun selalu Venus masih bersyukur juga, walau banyak luka yang Venus rasa. Lion tidak pernah sekalipun memukulnya, memang ketika Lion marah, Lion akan sangat kasar membentak Venus dengan nada keras penuh tekanan. Lion juga tak pernah minum-minuman keras, mabuk-mabukan yang dilakukan sebagian pria pada umumnya. Lion juga tidak berjudi hingga lupa diri dan menelantarkan anak istri.
Lion hanya seolah memiliki dunianya sendiri tanpa dia sadari. Lion sangat sibuk bekerja hingga lupa waktu untuk keluarga. Lion hanya lebih mencintai dirinya sendiri dibandingkan Venus dan Nuno. Tapi Venus berusaha memahami karena Lion pernah gagal berumah tangga dan gagal menikah kembali sebelum dengan Venus.
Venus menyadari semua itu tidak mudah. Rasa percaya terhadap pasangan akan sangat sulit dipupuk kembali setelah kedua kalinya disakiti oleh wanita berbeda dengan masalah yang berbeda pula.
Itulah mengapa, Lion juga terasa amat sangat memanjakan dirinya sendiri dengan uang dari penghasilan Lion sendiri. Seolah Venus dan Nuno bukan daftar prioritas pertama, kedua ataupun ketiga. Melainkan mungkin tak terdaftar dalam prioritas Lion saat ini.
Terlebih Lion juga harus menanggung semua biaya untuk anak-anaknya dengan mantan istrinya terdahulu. Biaya Nayla kuliah kemarin tidaklah murah dan juga Nando yang menuju melanjutkan kuliah di tempat kakaknya berkuliah juga semakin tahun pasti akan semakin bertambah.
Venus hanya bisa menarik nafas dalam-dalam mencoba berdamai dengan keadaan ini. Sebenarnya Venus juga tidak terlalu meributkan masalah uang. Venus bisa saja dan sangat ingin bekerja membantu Lion, namun Lion tak memperbolehkannya.
__ADS_1
Kembali lagi adalah sifat Lion yang mengalami trauma mendalam dengan kegagalannya berumah tangga yang menjadikan rumah tangga kami tidak harmonis.