Delapan Tahun Pernikahanku

Delapan Tahun Pernikahanku
Tetangga


__ADS_3

" Assalamualaikum Bu." Terdengar suara dari balik pagar depan


O, ternyata ada salah satu tetangga yang sedang berkunjung ke rumah Venus.


" Wa alaikum Salam Bu, iya." Sahut Venus dari dalam rumah. Venus berlari kecil menghampiri dan membukakan pagar dan mempersilahkan tetangga masuk ke dalam rumah.


Sebenarnya sejak Venus dan Lion tinggal di rumah yang mereka sekarang tempati. Silih berganti banyak tetangga yang baik terhadap mereka. Namun banyak sekali dari kebanyakan tetangga bertanya tentang rumah tangga mereka. Usia Venus yang masih muda dan Lion yang terlihat lebih tua, memang menarik curiga dan tanda tanya besar. Menarik dunia luar untuk penasaran dan bertanya banyak hal tentang Venus dan Lion. Bahkan Venus banyak diberi pertanyaan oleh tetangga.


Bagaimana ceritanya bisa menikah dengan bapak Lion?


Dimana kalian bertemu?

__ADS_1


Para tetangga sangat ingin tahu bagaimana rumah tangga Venus dan Lion saat itu.


Tidak bisa dipungkiri oleh Venus. Bahwa posisi mereka terlihat salah. Lion menikahi Venus tidak lama setelah Lion bercerai dengan mantan istrinya. Namun, lantas itu bukan berarti Venus yang menyebabkan rumah tangga Lion dan mantan istrinya hancur. Sebelum mereka bertemu, Lion sudah terlebih dahulu menjalin hubungan dengan mantan kekasihnya yang bernama Fay. Lion dan Fay sudah merencanakan pernikahan. Namun takdir berkata lain.


Banyak masalah rumah tangga yang membuat Lion memutuskan bercerai. Tanpa menghakimi Lion dan mantan istrinya. Venus mencoba mengerti dan memahami apa yang dirasakan Lion. Konflik rumah tangga bukan hanya masalah himpitan ekonomi, masalah prinsip dan karakter masing-masing yang mungkin sama-sama mengedepankan ego satu sama lain. Belum lagi dengan kesibukan Lion yang begitu padat sehingga membuat mantan istrinya bagaikan tidak bersuami. Venus bisa merasakan setelah menikah dengan Lion. Bahwa Lion memiliki dunianya sendiri. Lion sibuk sendiri dengan pekerjaannya. Terkadang membuat Venus cemburu dengan semua itu. Lion tidak pernah ada waktu buat Venus dan Nuno.


" Waktunya membayar iuran bulanan ya Bu?"


" Iya ibu Venus."


Tetangga menganggukkan kepalanya dengan berdiri di dekat pintu utama.

__ADS_1


" Ini ibu, uangnya, terimakasih dan mohon maaf."


" Iya ibu Venus, saya pamit dulu dan terimakasih."


Venus menutup pintu dan pagarnya kembali setelah salah satu tetangga yang juga pengurus keuangan lingkungan pergi meninggalkan rumahnya.


Uangku tinggal segitu. Lion marah apa tidak ya kalau aku meminta lagi kepadanya.


Lagian juga uangnya pas untuk beli kebutuhan, dia sepertinya tidak akan marah kalau aku memintanya kembali.


Gumam dalam hati Venus yang kepalanya bersandar dari balik pintu. Matanya menatap ke atas langit-langit atap rumahnya.

__ADS_1


Rasa sedih dan nelangsa. Mungkin dengan Venus bekerja, dia bisa memenuhi keinginannya untuk membeli barang-barang yang dia suka. Membeli perabotan yang belum ada, membantu memperbaiki rumah, membeli kebutuhannya sendiri dan masih banyak lagi. Setidaknya meringankan beban Lion. Lion tidak memikulnya sendiri. Namun Lion berpikir lain. Menurutnya mencari nafkah adalah tugas suami. Dan memang benar, tugas suami adalah mencari nafkah untuk keluarga. Sedangkan tugas istri di rumah merawat dan mendidik anak-anaknya. Tapi himpitan ekonomi yang menimpa mereka membuat Venus sulit menerima kenyataan.


Selama itu, Lion juga tidak pernah jujur dengan penghasilan yang didapat. Lion tidak pernah terbuka dalam hal keuangan. Venus belum begitu mempermasalahkan. Venus sadar diri, karena dia tidak bekerja. Saat itu yang dipikirkan hanyalah bagaimana agar semua berjalan semestinya tanpa adanya ketidak adilan yang dia rasakan.


__ADS_2