Delapan Tahun Pernikahanku

Delapan Tahun Pernikahanku
Dua Tahun Pernikahan


__ADS_3

Hari demi hari berlalu. Pagi itu udara didepan rumah mereka sejuk sekali. Sawah-sawah hijau terlihat dari dalam jendela rumah mereka. Belum lagi ditambah dengan terbitnya matahari yang membuat pemandangan pagi itu begitu indah. Seperti biasa, Lion sibuk dengan berjalan mondar-mandir keluar masuk kamar mandi. Setiap pagi hal biasa yang dilakukan Lion untuk bersiap berangkat ke kantor. Venus pun seperti biasa juga mempersiapkan sarapan dan secangkir teh manis sebelum Lion berangkat ke kantor.Tidak ada hal yang istimewa hari itu.


" Sayang aku berangkat ke kantor."


" Baik, apa kamu tidak mau membawa ini?" Venus menunjukkan pisang goreng yang berada diatas piring untuk dimakan Lion di mobil.


" Tidak usah, kamu makan saja."


Venus menggeleng-gelengkan kepala.


Jarum jam menunjukkan pukul 15.00 WIB. Hari itu berlalu tanpa ada aktivitas yang berarti. Venus sibuk dengan merawat bayi dan pekerjaan rumah tangga.


Lalu Venus mendengar ponselnya berbunyi.


kring...kring...kring Yang dilihatnya panggilan dari Lion, suaminya.


" Hallo."


" Nanti aku mau kenalin kamu sama anakku yang pertama, mumpung dia pulang dari kostnya."

__ADS_1


" Iya."


" Aku perjalanan pulang."


" Baik, hati-hati."


Perasaan Venus campur aduk. Setelah hampir dua tahun menikah belum pernah sekalipun dikenalkan kepada anak-anak Lion. Lion punya alasan tersendiri, yang baik menurutnya dengan keadaan saat itu. Lion hanya tidak ingin terlalu terbuka dengan anaknya saat itu.


Yang ingin menikah Lion kenapa harus anak yang Lion jadikan ukuran dalam menentukan siapa yang jadi istrinya. Anak-anak sudah besar. Kelak mereka akan mengerti.


Meskipun berat menurut anak-anak Lion. Jujur anak-anak itu korban dari perceraian orang tua. Anak juga harus dituntut mengerti dengan ayahnya yang membutuhkan seorang istri untuk melayaninya. Karena pada dasarnya laki-laki itu butuh seorang istri untuk merawatnya. Saat mereka menikah hanya kakak kedua dan adik Lion yang bungsu dan keluarganya yang datang di acara penikahan saat itu. Anak-anak dari Lion sama sekali memang tidak diberi tahu tentang pernikahan mereka.


Suara mobil berhenti terdengar dari dalam rumah. Perasaan campur aduk yang dirasakan Venus saat itu.


suara gagang pintu depan yang dibuka oleh Lion saat itu.


Venus yang berjalan dari dapur menuju ke arah Lion dan anak gadisnya berdiri. Gadis kecil mungil yang tidak terlalu tinggi, dengan rambut bergelombang warna hitam,berkulit putih bersih dan memiliki hidung yang mancung. Memakai jeans warna hitam dan baju kerah tanpa lengan bermotif bunga-bunga warna ungu. Terlihat cantik sekali. Dia memberikan tangannya untuk berkenalan.


" Nayla."

__ADS_1


" Venus."


Nayla dan Venus saling berkenalan dan menautkan tangan mereka dengan hangat. Saling menatap dan saling memperhatikan satu sama lain.


" Ayo duduk di karpet Nay."


" Iya Tante, terimakasih."


" Bagaimana dengan kuliah kamu Nay?"


" Baik dan lancar Tante."


" Apa kost kamu jauh dari kampus."


" Tidak Tante, dekat."


" Ayo kita makan bersama, Tante sudah masak, sebelum kamu datang."


" Iya tante terimakasih."

__ADS_1


Venus, ayah Nayla dan juga Nayla makan bersama di karpet yang diatasnya banyak sekali makanan. Mereka bertiga berbincang santai. Nayla menunjukkan keramahannya kepada Venus dan juga Nuno.


Tidak terasa matahari pun mulai menghilang dari peraduannya. Hari mulai gelap, Nayla pun pamit karena harus pulang kerumah ibunya. Venus senang sekali karena Nayla begitu sangat menunjukkan kedewasaannya dalam menerima keluarga baru dari Lion ayahnya.


__ADS_2