Delapan Tahun Pernikahanku

Delapan Tahun Pernikahanku
Sembilan Bulan


__ADS_3

Sembilan bulan berlalu. Selama sembilan bulan itu tidak ada hal-hal yang Venus kerjakan selain makan, tidur, merawat Nuno dan Lion. Hanya dirumah saja.


Kehamilan yang kedua ini berbeda sekali dengan kehamilan Nuno. Kenaikan berat badan Venus saat hamil yang kedua ini sangatlah signifikan. Berat badan Venus melonjak hampir dua puluh lima kilogram.


Badan Venus seperti bola bulat yang menggelinding. Pipinya yang chubby membuatnya merasa tidak percaya diri. Kehamilan kedua ini berbeda sekali dengan kehamilan Nuno. Lion sekali saja tidak pernah mengantar Venus ke dokter kandungan. Venus yang pergi dengan Nuno menggunakan taksi online untuk cek atau kontrol kandungan setiap bulan.


Aw...Aw...


Venus meringis kesakitan. Hari perkiraan lahiran tidak saat itu.


" Ada apa dengan perut kamu?"


" Sakit." Venus menahan sakit yang luar biasa.


" Kita ke rumah sakit."


Perjalanan singkat menuju rumah sakit. Mereka akhirnya sampai dan membawa Venus menggunakan kursi roda.


" Dokter, istri saya perutnya sakit, tolong."


" Baik, bapak tenang, ibu akan saya periksa terlebih dahulu."


" Dokter, saya sudah tidak kuat lagi dokter."


Venus berkata dengan menahan kesakitan di perutnya."


" Ini hanya kontraksi palsu ibu, sebentar lagi rasa sakitnya akan berkurang. Ibu gunakan berbaring terlebih dahulu."


" Baik dokter."

__ADS_1


Venus berbaring dengan memegangi perutnya.


Satu jam kemudian.


" Ibu boleh pulang kalau perutnya sudah tidak sakit lagi ibu."


" Iya dokter, terimakasih." Venus dan Lion berjalan beriringan menuju ke tempat parkir dimana mobil Lion terparkir.


****


Sampai dimana hari perkiraan lahir. Venus yang di rumah hanya dengan Nuno, sedangkan Lion sibuk bekerja membuat Venus memutuskan untuk operasi caesar yang disarankan oleh Dokter Spesialis kandungan Venus saat itu. Yang dimana ketika janin berusia 39 Minggu dengan berat yang sudah melebihi berat normalnya boleh dioperasi. hal itu dilakukan hanya untuk mengantisipasi, karena di rumah hanya ada Venus dan Nuno. Kantor Lion memiliki jarak yang cukup jauh dari rumah. Venus meminta jadwal operasi pagi.Operasi yang kedua ini berbeda dengan operasi caesar Nuno. Waktu operasi Caesar Nuno begitu cepat. Tapi operasi yang kedua ini lebih lama dan penuh dengan ketegangan yang Venus rasakan.


oek...oek


Suara tangis bayi terdengar. Berdesir hati Venua penuh dengan perasaan haru.


" Silahkan ibu, bisa dilihat bayinya, bayinya cantik sekali."


Semua yang berada di dalam ruang operasi gembira karena operasi berjalan lancar. Setelah semua selesai, Venus dibawa beristirahat dan berada di ruang pemulihan.


Sepi yang Venus rasakan. Lion dan Nuno yang belum datang menjenguk Venus membuat Venus harus melakukan apapun sendiri. Obat bius yang sudah tidak berefek lagi membuat sayatan luka operasi ini sangat luar biasa sakitnya.


****


Empat hari berlalu. Venus pulang dari rumah sakit dengan membawa bayi mungil yang cantik jelita. Sama seperti waktu Nuno masih bayi. Dari begadang menyusui, mengganti popok, memandikan, semuanya Venus kerjakan sendiri. Pikiran Venus hanya tertuju kepada Neina, nama bayi perempuan mereka Sekali saja Venus tidak pernah membuka ponselnya. Venus tidak tahu berita dunia luar.


Sampai dimana Venus mengangkat telepon dari Echi.


" Iya Chi." Kata Venus diujung telepon.

__ADS_1


" Selamat ya, kamu punya baby lagi." Kata Echi dengan nada bergetar.


" Terimakasih ya Chi, semoga kamu juga cepat menyusul segera memiliki keturunan."


" Kamu beruntung ya Ven, punya suami kaya biar lebih tua, sekarang punya anak dua, sedangkan aku, hikz..hikz..hikz.."


Hah kaya


Andaikan kamu tahu bahwa hidup aku menderita Chi. Tangan Venus mengepal meremas daster yang Venus pakai saat itu.


Venus gemas terhadap orang yang menganggap Venus enak hidupnya setelah menikah dengan Lion. Ingin rasanya Venus berteriak sama Echi.


Kehidupanmu lebih baik menurutku, suamimu sayang sama kamu, suamimu royal kepadamu dan itu tidak aku dapatkan di diri Lion


" Semoga ya Chi setelah ini, kamu hamil dan memiliki buah hati." Venus berkata lembut yang menentramkan hati Echi.


" Huft sulit Ven."


" Kamu harus yakin Chi, Kalau kamu bisa, tidak ada yang tidak mungkin."


" IYa sudah kamu lanjutkan bermain bersama anak kamu ya, aku juga ingin pergi ke klinik kecantikan, Bye." Echi menutup ponselnya dengan membuat Venus menelan ludah.


" Bye Chi."


Venus menutup ponselnya dan masih terngiang kata-kata Echi. Aku mau pergi ke klinik kecantikan.


Kapan aku bisa seperti kamu Echi? pergi ke klinik kecantikan.


Pergi ke salon dan meluruskan rambut sama facial aja Lion sudah marah-marah tidak tertolong lagi.

__ADS_1


Echi memiliki uang banyak. Bisa pergi perawatan ke klinik kecantikan kapan saja dia inginkan, bisa belanja-belanja sesuka hati dia tapi ada satu kesedihannya, belum bisa memberi keturunan kepada suaminya. Bagaimana jika itu terjadi di kehidupan aku dan Lion? saya pastikan Lion sudah memberi surat cerai karena 10 tahun tidak memberinya keturunan.


Bibir Venus tidak berhenti berbicara seorang diri.


__ADS_2