Delapan Tahun Pernikahanku

Delapan Tahun Pernikahanku
Venus Dalam Kebimbangan antara Dua Pilihan


__ADS_3

Venus masih menyangkal semua itu bisa terjadi. Venus berusaha mengingat apa saja yang dia bicarakan kepada Nia. Berhari-hari Venus tidak bisa tidur hanya dengan memikirkan nasib rumah tangganya yang sudah malu bukan kepalang. Lion dan Venus yang tidak bisa mengelak lagi dari permasalahan rumah tangga mereka. Namun ada hal positif dengan adanya permasalahan itu yang membuat Lion sedikit demi sedikit berubah sikap dengan Venus. Dari kepercayaan dalam hal finansial yang dari dulu Lion tidak pernah percaya kepada Venus, sedikit demi sedikit Lion menaruh kepercayaan kepada Venus. Lion juga tidak sekeras dulu kepada Venus. Lion juga mencoba membebaskan Venus, jika Venus ingin bekerja untuk melepas ketergantungannya kepada Lion. Lion berusaha keras melonggarkan semua aturan pakem yang dibuat untuk Venus. Namun Venus terlanjur sakit hati. Mengapa setelah masalah itu muncul ke permukaan, Lion baru sadar? Kemana saja dia dulu? saat Venus merengek-rengek meminta izin bekerja karena himpitan ekonomi yang mendera. Rasanya sudah terlambat. Andaikan dulu Lion bisa sedikit saja memahami apa yang diinginkan Venus saat itu. Mungkin semua itu tidak terjadi. Mengapa baru sekarang? Setelah semua sudah terjadi. Rasanya sudah tidak berguna dan tidak bergairah lagi kalau Venus sekarang memutuskan bekerja. Justru yang ada, malah sebaliknya. Semua terasa percuma dan tidak berguna menurut Venus.


Sejak peristiwa itu, berbulan-bulan lamanya. Venus dan Lion yang masih tinggal satu atap hanya bertegur sapa seperlunya saja. Lion juga tampak tidak baik-baik saja. Rasa malu karena ulah kebodohan Venus membuat masalah dari awal pernikahan yang dia ceritakan kepada salah seorang tetangga yang sudah dianggap Venus adalah teman dekatnya, namun ternyata hal tersebut membuat rumor yang sangat luar biasa.


Venus berusaha mengalihkan masalah rumah tangganya dengan menjadi seorang penulis online. Dia juga berusaha mencari hiburan sendiri dengan Nuno dan Neyna di luar rumah. Dengan mengajak mereka berlibur melihat alam dengan keindahannya. Mengajak Nuno dan Neyna setiap liburan sekolah memanfaatkan waktunya untuk mencari ketenangan dan kebahagiaannya sendiri. Karena permasalahannya kali itu benar-benar membuatnya terpukul dan berada di titik terendah dalam hidup Venus. Semesta seperti memberi jalan pada Venus lewat orang-orang yang berada di lingkungan sekitar, untuk Venus bisa terlepas dari belenggu pernikahan dengan Lion.


Hari demi hari dilalui Venus dengan hampa. Tak ada senyuman yang terlahir dari bibir kami sekeluarga. Yang ada hanyalah menjalani dari sebuah konsekuensi terhadap apa yang pernah saya katakan kepada Nia.


Saat itu Venus sedang berada di sekolah Nuno dan mendengar ibu-ibu banyak sekali yang melontarkan sindiran keras tepat ketika Venus melintas di depan mereka.


" Aku jadi perempuan, sudah tidak mau menginginkan suami seperti itu. Memilih hidup sendiri atau mencari yang lain." Salah seorang ibu-ibu yang mengantarkan anaknya di sekolah.

__ADS_1


" Haha, aku juga, jadi perempuan kok bodoh amat. Tahu suami selingkuh atau player sama wanita-wanita cantik di luaran kok diam saja. Memangnya laki cuma satu, haha." Salah seorang ibu-ibu yang bergerombol menanggapi ibu yang memulai perkataannya saat Venus melintas tepat di depan mereka.


Semua hal yang pernah Venus ceritakan kepada Nia memang menjadi konsumsi pembicaraan lingkungan sekitar satu kecamatan. Semakin hari Venus merasa tertekan, karena banyak sekali ujian yang datang menerpanya. Hingga suatu saat karena saking tidak kuatnya Venus benar-benar berbicara kembali dengan Lion.


Lion yang sudah selesai makan malam dan berbaring di kamar tidurnya dengan memainkan ponselnya.


Venus menyusul dan duduk di sudut ranjang di depan Lion.


" Kemarin kan sudah kita bicarakan masalah ini."


" Aku merasa tidak adanya kecocokan lagi dengan kamu. Apa lagi nanti yang akan terjadi? rasanya sudah terlambat saja untuk memperbaiki semua, toh semua orang juga sudah tahu dan terasa hina sekali aku ini dan juga kamu."

__ADS_1


Lion terdiam, lalu berbicara. " Kalau kamu ingin pulang ke rumah ibu kamu, pulanglah! anak-anak biar disini, biar saya sewa pembantu. Jangan kamu bawa anak-anak!"


" Lho, bukan itu yang aku inginkan, itu sama saja namanya, aku juga tidak akan ingin berpisah dari anak-anak." Venus sedari awal sekalipun berpisah dengan Lion, Venus tidak memikirkan untuk menikah lagi dan mencari orang yang tepat. Dia hanya ingin hidup tenang tanpa banyak drama yang selama ini terjadi di dalam rumah tangganya dengan Lion selama delapan tahun perjalanan.


Huft Helaan nafas panjang Lion.


" Lalu apa? Yasudah kalau kamu merasa tidak cocok dengan saya, sana kamu gugat ke pengadilan agama!" Jawab Lion dengan tegas.


Venus terdiam. Tubuhnya belum beranjak dari sudut ranjang dimana dia duduk. Anak-anak yang menghampirinya membuat dia bercanda sebentar dengan isi kepala penuh pemikiran.


Apa iya aku harus meninggalkan anak-anak bersama Lion. Setega itu kah aku? Se egois itukah aku dengan anak-anakku? Hanya dengan aku ingin mengejar sebuah ketenangan jiwa dan kedamaian. Apa harus seperti ini? Bukan, bukan seperti ini yang aku cari. Lion mengira aku akan menikah lagi dengan mudah ketika aku tidak membawa anak-anak. Sementara aku tidak memikirkan sampai ke arah itu. Aku hanya ingin rumah tangga ku berjalan harmonis, adanya saling pengertian satu sama lain dan Lion bisa diajak bekerja sama dalam semua hal tentang urusan rumah tangga. Atau mungkin Tuhan memberikan aku pilihan, agar aku bisa merasakan kebahagiaan lain yang tidak pernah aku dapatkan dari Lion dengan memikirkan menikah lagi setelah aku memilih berpisah dari nya. Ah, rasanya sulit, percaya begitu saja dengan mulut pria dan membangun rumah tangga kembali meskipun dengan orang berbeda. Apakah dengan begitu aku bahagia? Dengan tanpa melihat kedua anak-anakku berada di sisiku. Ya Tuhan. Berilah petunjuk mu yang terbaik untuk ku. Venus menggumam lirih tak berdaya, pasrah seperti air yang mengalir menjalani takdirnya sampai dimana dia akan bermuara.

__ADS_1


__ADS_2