
Empat hari berlalu. Lion pulang dari tugas luar kota. Tidak lupa Lion selalu membawakan oleh-oleh untuk Venus dan Nuno. Terkadang membelikan baju baru untuk Venus dan Nuno. Lion bergegas menuju kamar belakang dan merebahkan tubuhnya untuk melepaskan penat karena dia harus mengendarai sendiri mobilnya dengan jarak tempuh yang cukup jauh.
Malam berlalu. Keesokan harinya, Venus yang sedang menyiapkan sarapan untuk Lion di dapur. Lion juga sibuk bolak-balik ke kamar mandi untuk persiapan pergi ke kantor.
Setiap Lion habis pulang dari luar kota, Venus selalu penasaran untuk melihat ponsel Lion. Venus tidak pernah jera. Venus mulai mencari ponsel Lion yang ternyata tergeletak begitu saja di atas tempat tidur. Venus mulai membukanya dan benar saja.
Nabila
Nama Nabila yang sering kirim pesan mesra kepada Lion. Lion dan Nabila begitu sangat dekat dan saling memberi perhatian jika dilihat dari pesan dalam ponsel Lion.
Kamu selalu tega dengan aku Lion.
Ternyata kamu pria yang suka melukai perasaan istri kamu.
Kamu memang sedikitpun tidak peduli terhadap aku dan Nuno.
Lalu kamu menganggap aku apa?
Venus mencoba tetap berdiri tegar walau tubuhnya gemetar. Mencoba kuat walau di hatinya lemas. Meletakkan kembali ponsel Lion di tempat semula dan berlalu meninggalkan tempat dia berdiri.
Mengapa Lion tidak pernah berubah?
__ADS_1
Apa usianya masih muda? sehingga dia lupa kalau dia sedang tebar pesona.
Venus yang berjalan bolak-balik mempertimbangkan apakah dia harus bicarakan masalah Nabila yang baru saja dia lihat dari ponsel Lion.
" Mengapa Kamu selalu membuat hatiku terluka? membuat rumah tangga ini tidak pernah tenang dan damai." Venus memberanikan diri berkata masalah Nabila dengan berdiri tegar di depan Lion yang sebenarnya hati dan jantungnya penuh duri, yang sengaja ditancapkan Lion lebih dari sekali.
" Kamu perjelas apa yang kamu katakan itu!"
Lion mengeringkan badan dengan handuk ditangannya.
" Siapa dia Nabila? teman kamu lagi, teman yang memberi perhatian kepada suami orang, atau memang kamu yang kegenitan."
" Sayang, Nabila hanya teman kerja seperti Laura. Tidak ada hubungan apa-apa antara aku, Laura dan Nabila. Kalau kamu tidak percaya. Yasudah. Aku biasa apa."
Venus diam, memalingkan wajahnya dan meninggalkan Lion yang berdiri di depannya.
Ceklek
Venus menutup pintu kamarnya. Sadar dengan ponsel Lion yang tergeletak di atas tempat tidur, Venus kemudian membuka kembali pintunya dan meletakkan ponsel Lion di tempat tidur kamar belakang. Lion berusaha mengetuk pintu kamar Venus.
" Aku berangkat ke kantor."
__ADS_1
Namun Venus tidak menghiraukan Lion. Venus diam saja tidak menjawab sepatah kata. Secangkir teh manis dan sarapan pagi tidak Venus hidangkan kepada Lion.
Venus baru tahu semua sifat Lion setelah menikah. Begitu sebaliknya Lion kepada Venus. Pertemuan diawal yang singkat, terlihat semuanya baik didepan mata. Hanya berdasar keyakinan yang kuat. Venus lalu memutuskan menikah. Ada penyesalan dalam hati kecil Venus. Kekecewaan Venus kepada Lion selalu bertambah. Itu juga karena harapan Venus yang terlalu tinggi kepada Lion. Saat itu Venus menjadi wanita beruntung yang dinikahi Lion. Pasti Lion akan memperlakukannya seperti ratu. Karena melihat sikap Lion kepadanya yang begitu lembut dan penuh kasih sayang. Namun setelah menikah, satu persatu sifat mereka mulai terlihat. Lion yang ingin menang sendiri, tidak ingin disalahkan, tidak ingin berkata maaf sekalipun dia berbuat salah, dan tidak pernah terbuka dalam segala hal. Belum permasalahan wanita-wanita yang tidak jelas, selalu membuat Venus terbakar api cemburu.
Mengapa dia tidak pernah membuat rumah tangga ini harmonis, tenang dan damai?
Pergi bersama, makan bersama, jalan-jalan santai tanpa beban pekerjaan dia.
Apa itu sulit dia lakukan?
Tubuh Venus mematung, menyenderkan kepalanya pada sebuah dinding kamarnya. Kedua bola mata menatap kosong penuh lamunan.
****
Malam hari tiba. Lion membawa kardus panjang disebelah tangan kirinya. Venus menuju pintu utama, membuka pintu. Di sambut Lion yang masuk ke dalam rumah dan memberikan kardus besar itu kepada Venus. Dengan rasa penasaran Venus membuka kardus yang sudah terlihat dari gambar depan kardus. Sebuah TV LED berukuran besar berwarna hitam yang sangat bagus sekali. Venus dibuat terkejut dan senang sekali.
" Besok saja dipasang sayang."
Venus diam tidak mengeluarkan kata.
Apa dengan membelikan aku sebuah TV lantas semua masalah selesai?
__ADS_1
Apa kamu pikir aku melupakan semua masalah yang telah kamu buat?
Dasar hati Venus berbicara lirih, antara harus bahagia dan berusaha melupakan semua peristiwa yang terjadi.