Delapan Tahun Pernikahanku

Delapan Tahun Pernikahanku
Laura


__ADS_3

" Sudah sampai belum?"


Bunyi pesan seorang wanita di ponsel Lion


" Baru saja sampai, aku mandi dulu."


" Baiklah, Jangan lupa makan ya!"


Percakapan keduanya berakhir sampai disitu. Lion tak menjawab balik pesan wanita tersebut. Lion sedang mandi karena habis pulang kantor. Seperti biasa Venus masih saja suka penasaran isi ponsel Lion. Apalagi terlihat jelas seperti ada yang tidak beres dengan apa yang dibacanya. Wanita itu bernama Laura. Seperti memberi perhatian yang lebih pada Lion. Sedangkan Lion sendiri juga meresponnya dengan baik.


Huft


Aku baik-baik saja


Gumam Venus dalam hati lirih.


Mengapa tadi aku membuka ponselnya?


Coba aku tidak membukanya, pasti tidak akan sakit hati.


Ceklek


Gagang pintu kamar mandi terbuka. Lion melangkahkan kakinya keluar.

__ADS_1


Venus sudah menyiapkan secangkir teh manis dan makan malam untuk mereka. Venus dan Lion duduk berhadapan diatas karpet dan menyantap hidangan yang sudah Venus masak tadi sore. Usai makan malam seperti biasa, Venus membereskannya dan sibuk dengan Nuno anak mereka yang mulai tumbuh besar setiap harinya. Sengaja Venus diam tanpa berkata atau bertanya siapa itu Laura? mengapa Laura begitu perhatian kepada Lion?


Venus masih menyimpan tanda tanya besar sebenarnya. Tapi apa daya. Venus tidak punya kuasa untuk menjaga dan mengawasi Lion selama 24 jam.


Lion tidur di kamar belakang. Lion tidak ingin terganggu dengan tangisan Nuno. Venus bisa menyadari. Lion sepanjang hari sudah bekerja. Tidak menjadi masalah jika Lion tidak pernah membantu Venus merawat Nuno atau membantu dalam hal pekerjaan rumah tangga. Lion juga tidak menuntut rumah harus rapi dan bersih sepanjang hari. Malah sebaliknya, Venus yang terkadang lelah dengan dirinya sendiri, karena ingin selalu rumah tampak rapi dan bersih. Dan itu malah membuatnya kerepotan sendiri.


Venus mengintip Lion dari pintu kamar yang bersebelahan dengan pintu kamarnya. Seperti biasa Lion sibuk memainkan ponselnya menghadap ke dinding. Terlihat jelas layar ponselnya masih menyala dan Lion belum memejamkan mata. Venus kembali ke atas kasur sambil memeluk Nuno anak mereka.


Huft


Semoga bukan pertanda buruk untuk rumah tanggaku.


Venus baru saja melahirkan Nuno, seharusnya mereka berbahagia dengan kehadiran Nuno. Tapi rasanya jarak Venus dan Lion semakin jauh.


Venus menarik selimut dan berusaha memejamkan matanya.


****


Keesokan harinya. Venus tidak bisa menutupi perasaannya. Sikapnya tidak bisa dia sembunyikan dari Lion


" Kamu marah?"


Venus hanya menggelengkan kepala sekali. Bibirnya tertutup rapat, senyum simpul datar dengan menundukkan wajah.Tak ada kata yang terucap yang keluar dari bibirnya.

__ADS_1


" Jangan bohong."


" Kamu kenapa sih, selalu membuat aku sedih. Sepertinya kamu senang banget kalau aku marah dan menangis dalam waktu yang b


bersamaan." Tanpa sadar air mata menetes dari pelupuk mata Venus. " Siapa Laura?


Sepertinya dia sangat perhatian sama kamu?"


Bibir Venus bergetar. Ingin rasanya menepis perasaan cemburu itu. Tapi tidak sanggup dilakukan.


" Haha, teman kantor." Lion menjawab dengan Memainkan kepalanya seolah mengejek kecemburuan Venus.


" Kamu cemburu ya? Kamu takut aku selingkuh kan." Lion sepertinya belum puas mempermainkan perasaan istrinya itu.


Lion meraih dan memegang tangan kanan Venus sambil duduk di atas tempat tidur. Venus dan Lion duduk bersebelahan. Lion duduk disebelah bahu kanan Venus.


" Selingkuh itu kalau kamu memergoki aku tidur bersama wanita lain." Bibir Lion begitu dekat membisikkan kata-kata itu ditelinga Venus.


Venus tak bereaksi apapun.


" Sudahlah aku harus pergi ke kantor. Kamu itu selalu cemburu tanpa alasan berdasar. Masak iya semua teman kantor wanitaku kamu curigai. Ya kalau gitu ceritanya. Apa iya semua pegawai wanita diganti sama pegawai pria semua, biar kamu tidak cemburu terus-terusan."


Lion melangkah keluar kamar. Meninggalkan Venus begitu saja. Membuka pintu utama dan menuju ke dalam mobilnya. Venus hanya bisa memandanginya lewat jendela depan disamping pintu utama. Hanya tampak kemeja bermotif garis-garis berwarna biru dan punggungnya yang tengah memasuki mobilnya.

__ADS_1


__ADS_2