
" Dimana dompetnya?" Tanyaku pada Lion.
Venus tak pernah sedikitpun melirik atau bahkan peduli dimana Lion meletakkan dompetnya. Bisa dibilang sebenarnya, Venus bukanlah wanita matre. Venus lebih suka dan bangga dengan uang yang di hasilkan sendiri biarpun itu tak seberapa.
Kemandiriannya sejak berada di bangku Madrasah. Bagaimana tidak? Ibunya Venus yang harus bolak-balik bekerja keluar kota membuat Venus dituntut ahli mengatur keuangan.
Bahkan setelah lulus dari Madrasah, Ibunya yang berniat menguliahkan Venus saat itu, namun Venus menolaknya. Venus sudah melihat gejala-gejala bahwa ekonomi keluarganya merosot tajam.
Maka dari itu, Venus bersikeras untuk bekerja walaupun ibunya dengan segala cara berusaha membujuknya untuk kuliah. Dari situ awal kemandiriannya dimulai.
Venus mengatur uang penghasilannya bekerja untuk kehidupannya sendiri. Nyaris Venus tak pernah meminta uang kepada ibunya kembali. Bahkan Venus selalu menyisihkan uang untuk membantu ibunya.
Bagaimana coba? ketika kemandiriannya yang sudah Venus tanamkan dan terapkan sejak sebelum lulus hingga lulus dari Madrasah, kini berubah, tiga ratus enam puluh derajat. Kehidupannya berbanding terbalik ketika Venus dinikahi oleh seorang pria yang hampir 22 tahun perbedaan usianya.
Lion
Menikah dengan Lion. Membuat hidup Venus harus bergantung pada Lion. Hidup Venus seperti dikendalikan oleh Lion. Bagaimana tidak ? Semua harus tunduk dan patuh dengan apa yang diperintahkan dan diucapkan Lion sekalipun itu menyengsarakan. Dan dengan bodohnya, Venus tidak bisa menolaknya bahkan menjauh pergi dari Lion.
" Oh ini ketemu!"
__ADS_1
Tangan Venus dengan sigap mengambil dompet kulit berwarna coklat muda yang terjatuh dari samping tempat tidur.
" Ambil aja uangnya!" Sahut Lion.
Venus berusaha mencari uang Lion didalam dompet, namun dia tak mendapatkannya.
" Dimana? Uangnya tidak ada.
" Ada!" Sahut Lion kembali.
Venus mencoba mencari uang ditempat yang seharusnya uang tersebut berada, yaitu di dalam sekat dompet. Namun tidak ada dan tidak dia temukan. Venus hanya melihat kartu nama dan kartu Bank. Namun setelah Venus mencoba merogoh di bagian dalam, alangkah terkejutnya ketika Venus menemukan uang satu lembar dari balik kartu nama. Uang tersebut, dilipat-lipat tipis dan diselipkan hingga berbentuk tipis dibalik kartu nama.
"Jangan boros-boros! Itu buat beberapa hari berikutnya."
Nafas Venus selalu saja sesak. Tatkala meminta uang kepada Lion. Hampir lima tahun jalan pernikahan tak pernah sekalipun senyumku mengembang ketika membahas tentang uang.
Venus berusaha menipu dirinya sendiri dengan mengatakan.
Oke baiklah, sekalipun kamu menempa aku dengan masalah uang, aku terima. Kamu menempa aku dengan chat-chat mesra wanita, aku juga masih terima Lion.
__ADS_1
Aku terima semua perlakuan mu kepada ku sampai detik ini.
Sekalipun sebenarnya Lion mampu memberikan Venus lebih dari ini. Namun Lion tak ingin melakukannya.
Oke baiklah
Tidak boleh menangis
Tidak boleh menangis
Rumah tangga macam apa ini
Hatinya mencoba meredam amarahnya untuk tidak membantah dan memicu terjadinya keributan di pagi hari. Rasanya Venus sendiri saja malu, karena hampir setiap hari meributkan uang yang tak seberapa dengan Lion. Semua perkataan yang terlontar dari Lion, Venus hanya mengiyakan saja. Meskipun sebenarnya dia sering tidak bisa menerimanya.
Semua kebutuhan naik, harga cabe, bawang merah, bawang putih, ikan asin sampe tauge aja naik
BLOK
Dengan gemasnya telapak tangan Venus menutup pintu kulkas.
__ADS_1
Kali ini amarah Venus keluar tanpa basa-basi. Lion sudah berangkat kerja. Jadi aman melampiaskan amarah nya. Dengan memukul pantat panci atau alat penggorengan karena terlalu gemas oleh sikap Lion.