
Mengejutkan semua orang, teknik yang dibuat sendiri oleh
Zero tersebut dinamai teknik ‘Lightning Rule’, teknik tersebut dibuat Zero dari
kumpulan beberapa teknik yang berelemen petir, untuk membuat teknik tersebut,
Zero berpikir keras cara menamai teknik tersebut, untuk membuatnya tak begitu
susah untuknya, hanya penamaan saja yang membuatnya bersusah payah berpikir
beberapa malam, tekniknya terdapat 7 tingkatan, yang dikeluarkan tadi hanyalah
tingkat pertama, dan itu membuat seluruh area menjadi cukup berantakan, itu
membuktikan bahwa teknik yang dibuat olehnya sangat tidak akal.
Keempat tetua dan Erald melanjutkan obrolan mereka tentang
orang misterius yang membantu gadis gadis tadi, mereka memuji kekuatan orang
tersebut yang menggunakan teknik itu, tapi hanya beberapa orang yang tahu bahwa
itu merupakan teknik milik seorang master, sedangkan orang orang yang tidak
tahu, mereka menaruh perhatian ke artefak yang dipegang oleh Livia tersebut,
beberapa orang bahkan merencanakan niat buruk, tidak heran jika orang berpikir
bahwa memiliki artefak tersebut dapat menjadikan dirinya sebagai yang terkuat,
sayangnya itu hanyalah salah satu teknik milik Zero.
Zero sudah menduga bahwa hal itu akan terjadi, dimana orang orang
akan berpikir untuk merebut artefak yang digunakan oleh Livia tadi, semuanya
sudah dalam rencananya, Zero sudah tahu dari awal jika Livia menyembunyikan
kekuatannya yang sebenarnya dari awal, orang orang tidak menyadarinya, mungkin
hanya dirinya dan Zero yang tahu, “Itu mencurigakan, jika orang itu memiliki
kekuatan yang sangat kuat, kenapa tidak membunuh semua orang disini, sehingga
bisa mendapatkan semua harta yang ada dalam portal tersebut, bukankah itu
menguntungkan?” tetua kedua Roland berbicara, dia bingung dengan apa yang akan
dilakukan oleh orang misterius tersebut, “itu tidak heran jika orang tersebut
bersembunyi, mungkin saja dia punya niat buruk atau apapun, tidak mau terekspos
di depan umum, mungkin saja membantu gadis tersebut dapat mengalihkan
perhatiannya” Dean menjawab keraguan Roland, menyimpulkan kejadian barusan yang
terjadi, ‘sungguh pemikiran yang hebat’ Zero berkata dalam hati, memuji
kecerdasan tetua keempat yang hampir bisa menebaknya, Zero masih bersandar di
pohon sembari mendengarkan percakapan kelima orang tersebut, dia hanya
melihatnya, mengingat bahwa dia adalah orang luar diantara mereka, dia tidak
mau terlalu dekat dengan mereka ataupun bermusuhan.
“Livia, sebentar lagi portal itu akan terbuka, kita bersiap
__ADS_1
siap”, “baiklah” Livia hanya menjawab singkat, dia berdiri dan menata peralatan
yang akan dibutuhkan,bersiap untuk hal terburuk yang akan terjadi di dalam portal
karena dia telah menarik perhatian hampir semua orang, ‘orang orang bodoh itu’
dia melirik orang orang yang melihatnya dengan tatapan lapar, hanya tinggal
menunggu portal itu terbuka dan mungkin itu akan menjadi hari kematiannya,
orang orang yang menatapnya itu memunculkan niat membunuhnya terang terangan,
dia seperti tikus yang terperangkap di kandang singa, tapi sayangnya mereka
tidak tahu, jika yang menjadi tikus adalah mereka.
Langit menjadi berwarna keemasan, burung burung berkicau
kesana kemari, angina bertiup kencang, seolah menandakan akan terjadi sesuatu
yang besar, tiba tiba dari kehampaan di tengah area itu muncul sebuah pintu hitam
raksasa, pinggirannya bercorak corak, warnanya merah darah, seperti dibuat dari
darah sungguhan, tanah disekitarnya tampak tidak terjadi apa apa, “sungguh
pemandangan yang mengerikan” Erald meneguk liurnya, pintu itu seperti sebuah
gerbang menuju neraka, ada hawa mengerikan disekitar pintu itu, hanya dengan
memandangnya saja dapat membuat orang orang menggigil kedinginan, “bersiap
masuk” Zenish, tetua pertama berseru, Erald, Zero dan ketiga tetua
mengikutinya, mereka semua langsung bersiap siap, “ingat misi pertama kita,
berkata lagi, kali nadanya sangat serius, memberitahu kepada semua orang untuk
tidak bercanda, “jika ada musuh yang tidak bisa dikalahkan, larilah dulu,
jangan mempertaruhkan nyawa hanya untuk harga diri yang tidak seberapa, harga
diri bisa dibalikkan perlahan lahan, sedanggkan nyawa, kita hanya punya satu”
Zenish kembali menjelaskan, gada muncul dibelakangnya, kemudian dia memegang
gada itu, bersiap untuk pertempuran masuk, ketiga tetua lainnya juga mengikuti,
tetua kedua dan ketiga memegang pedang, sedangkan tetua keempat, dia hanya
santai mengamati situasi, dia bersikap layaknya seorang strategis, memikirkan
apa hal yang harus dilakukan jika terjadi sesuatu yang tidak menyenangkan, Zero
dan Erald juga bersiap, Erald memegang pedang di pinggangnya, bersiap untuk
benturan pertama, Zero mengikuti dibelakang Erald, dia belum mempunyai senjata
apapun, waktu sebelumnya hanya dihabiskan untuk menyalin dan membuat teknik,
dia tidak punya waktu untuk membeli senjata,
Zero mengamati situasi medan, belum ada perkelahian, semua
orang masih bersiap menunggu pintu terbuka, “omong omong senjatamu sangat bagus”
Zero menyeringai ke Erald, melihat senjatanya dengan tatapan terpana, itu
__ADS_1
sangat bagus, pedang itu dilapisi oleh aura yang kuat, gagangnya sangat
runcing, bilah atas dan bawahnya sangat tajam, pedang bermata dua, jika seorang
amatir menggunakannya, dia akan terbunuh oleh senjata itu sendiri, tapi, bukan
itu bagian yang menarik, melainkan aura yang terbungkus rapi dalam setiap sudut
bilah tersebut “apa yang kau mau?, aku hanya punya satu yang seperti ini, aku
membelinya seharga sepuluh ribu koin emas, ingat itu, sepuluh ribu!”. Zero
hanya menghela nafas, menampilkan raut kecewa, “apa apaan dengan tatapan
kecewamu itu, beli sendiri sana!” Erald berbicara dengan kasar kepada Zero, “tch,
dasar anak orang kaya” Zero mendesah, “ya ya, ayahku orang kaya, aku sangat
beruntung dilahirkan di keluarga kaya, heh” Erald menunjukkan wajah bangganya,
mengejek Zero yang tidak beruntung, “apa kau punya satu lagi, yang kualitasnya
jelekpun tidak apa” Zero pasrah dengan omongan Erald, Erald mengeluarkan tiga
pedang dari cincin penyimpanannya “oh ini, aku punya beberapa, ambillah”, Zero
menerimanya, ‘orang kaya selalu mempunyai barang yang special, untungnya aku
mempunyai gudang dimensi system, heh’ Zero memikirkan betapa beruntungnya dia,
kali ini dia menang, Erald tidak tahu bahwa Zero mempunyai barang yang lebih
bagus dari cincin penyimpanan.
Tiga puluh menit kemudian – Pintu itu mulai terbuka,
menampilkan bunyi berderit yang terdengar sangat keras, suara itu bisa
terdengar sampai puluhan mil jauhnya, pintu setinggi 70 kaki tersebut terbuka
sepenuhnya, menyebarkan aura kematian yang ada di dalamnya, membuat semua orang
bergidik antara rasa senang dan ngeri, “itu sudah terbuka” seseorang bersuara
sangat keras, semua orang sudah tahu, tapi itu menjadi pertanda bahwa
pertarungan memasuki portal rahasia akan terbuka, semua orang bergegas menuju
pintu itu, yang semula di hutan menghindari petir bencana tadi, kini menjadi
sangat antusias, melupakan hal yang baru saja terjadi.
“Mundur” Zero berteriak kepada keempat tetua dan Erald yang
sedang terbang menuju portal, menghentikan langkah mereka, “apa yang kau katakan,
nak?, tidakkah kau tahu bahwa saudara saudara kami yang ada didalam menunggu?”
Zenish sang tetua pertama berkata, raut wajahnya mengkerut, dia marah karena
Zero menyuruhnya untuk mundur, Zero hanya menatapnya, sedangkan Erald yang
tidak tahu apa apa hanya bingung dan heran dengan Zero “kita mundur dulu, ada
yang tidak beres disana” tiba tiba Dean menyela, matanya terpaku pada gerbang
pintu itu, merasa ada yang tidak beres.
__ADS_1