Destiny King

Destiny King
Portal terbuka


__ADS_3

Mengejutkan semua orang, teknik yang dibuat sendiri oleh


Zero tersebut dinamai teknik ‘Lightning Rule’, teknik tersebut dibuat Zero dari


kumpulan beberapa teknik yang berelemen petir, untuk membuat teknik tersebut,


Zero berpikir keras cara menamai teknik tersebut, untuk membuatnya tak begitu


susah untuknya, hanya penamaan saja yang membuatnya bersusah payah berpikir


beberapa malam, tekniknya terdapat 7 tingkatan, yang dikeluarkan tadi hanyalah


tingkat pertama, dan itu membuat seluruh area menjadi cukup berantakan, itu


membuktikan bahwa teknik yang dibuat olehnya sangat tidak akal.


Keempat tetua dan Erald melanjutkan obrolan mereka tentang


orang misterius yang membantu gadis gadis tadi, mereka memuji kekuatan orang


tersebut yang menggunakan teknik itu, tapi hanya beberapa orang yang tahu bahwa


itu merupakan teknik milik seorang master, sedangkan orang orang yang tidak


tahu, mereka menaruh perhatian ke artefak yang dipegang oleh Livia tersebut,


beberapa orang bahkan merencanakan niat buruk, tidak heran jika orang berpikir


bahwa memiliki artefak tersebut dapat menjadikan dirinya sebagai yang terkuat,


sayangnya itu hanyalah salah satu teknik milik Zero.


Zero sudah menduga bahwa hal itu akan terjadi, dimana orang orang


akan berpikir untuk merebut artefak yang digunakan oleh Livia tadi, semuanya


sudah dalam rencananya, Zero sudah tahu dari awal jika Livia menyembunyikan


kekuatannya yang sebenarnya dari awal, orang orang tidak menyadarinya, mungkin


hanya dirinya dan Zero yang tahu, “Itu mencurigakan, jika orang itu memiliki


kekuatan yang sangat kuat, kenapa tidak membunuh semua orang disini, sehingga


bisa mendapatkan semua harta yang ada dalam portal tersebut, bukankah itu


menguntungkan?” tetua kedua Roland berbicara, dia bingung dengan apa yang akan


dilakukan oleh orang misterius tersebut, “itu tidak heran jika orang tersebut


bersembunyi, mungkin saja dia punya niat buruk atau apapun, tidak mau terekspos


di depan umum, mungkin saja membantu gadis tersebut dapat mengalihkan


perhatiannya” Dean menjawab keraguan Roland, menyimpulkan kejadian barusan yang


terjadi, ‘sungguh pemikiran yang hebat’ Zero berkata dalam hati, memuji


kecerdasan tetua keempat yang hampir bisa menebaknya, Zero masih bersandar di


pohon sembari mendengarkan percakapan kelima orang tersebut, dia hanya


melihatnya, mengingat bahwa dia adalah orang luar diantara mereka, dia tidak


mau terlalu dekat dengan mereka ataupun bermusuhan.


“Livia, sebentar lagi portal itu akan terbuka, kita bersiap

__ADS_1


siap”, “baiklah” Livia hanya menjawab singkat, dia berdiri dan menata peralatan


yang akan dibutuhkan,bersiap untuk hal terburuk yang akan terjadi di dalam portal


karena dia telah menarik perhatian hampir semua orang, ‘orang orang bodoh itu’


dia melirik orang orang yang melihatnya dengan tatapan lapar, hanya tinggal


menunggu portal itu terbuka dan mungkin itu akan menjadi hari kematiannya,


orang orang yang menatapnya itu memunculkan niat membunuhnya terang terangan,


dia seperti tikus yang terperangkap di kandang singa, tapi sayangnya mereka


tidak tahu, jika yang menjadi tikus adalah mereka.


Langit menjadi berwarna keemasan, burung burung berkicau


kesana kemari, angina bertiup kencang, seolah menandakan akan terjadi sesuatu


yang besar, tiba tiba dari kehampaan di tengah area itu muncul sebuah pintu hitam


raksasa, pinggirannya bercorak corak, warnanya merah darah, seperti dibuat dari


darah sungguhan, tanah disekitarnya tampak tidak terjadi apa apa, “sungguh


pemandangan yang mengerikan” Erald meneguk liurnya, pintu itu seperti sebuah


gerbang menuju neraka, ada hawa mengerikan disekitar pintu itu, hanya dengan


memandangnya saja dapat membuat orang orang menggigil kedinginan, “bersiap


masuk” Zenish, tetua pertama berseru, Erald, Zero dan ketiga tetua


mengikutinya, mereka semua langsung bersiap siap, “ingat misi pertama kita,


berkata lagi, kali nadanya sangat serius, memberitahu kepada semua orang untuk


tidak bercanda, “jika ada musuh yang tidak bisa dikalahkan, larilah dulu,


jangan mempertaruhkan nyawa hanya untuk harga diri yang tidak seberapa, harga


diri bisa dibalikkan perlahan lahan, sedanggkan nyawa, kita hanya punya satu”


Zenish kembali menjelaskan, gada muncul dibelakangnya, kemudian dia memegang


gada itu, bersiap untuk pertempuran masuk, ketiga tetua lainnya juga mengikuti,


tetua kedua dan ketiga memegang pedang, sedangkan tetua keempat, dia hanya


santai mengamati situasi, dia bersikap layaknya seorang strategis, memikirkan


apa hal yang harus dilakukan jika terjadi sesuatu yang tidak menyenangkan, Zero


dan Erald juga bersiap, Erald memegang pedang di pinggangnya, bersiap untuk


benturan pertama, Zero mengikuti dibelakang Erald, dia belum mempunyai senjata


apapun, waktu sebelumnya hanya dihabiskan untuk menyalin dan membuat teknik,


dia tidak punya waktu untuk membeli senjata,


Zero mengamati situasi medan, belum ada perkelahian, semua


orang masih bersiap menunggu pintu terbuka, “omong omong senjatamu sangat bagus”


Zero menyeringai ke Erald, melihat senjatanya dengan tatapan terpana, itu

__ADS_1


sangat bagus, pedang itu dilapisi oleh aura yang kuat, gagangnya sangat


runcing, bilah atas dan bawahnya sangat tajam, pedang bermata dua, jika seorang


amatir menggunakannya, dia akan terbunuh oleh senjata itu sendiri, tapi, bukan


itu bagian yang menarik, melainkan aura yang terbungkus rapi dalam setiap sudut


bilah tersebut “apa yang kau mau?, aku hanya punya satu yang seperti ini, aku


membelinya seharga sepuluh ribu koin emas, ingat itu, sepuluh ribu!”. Zero


hanya menghela nafas, menampilkan raut kecewa, “apa apaan dengan tatapan


kecewamu itu, beli sendiri sana!” Erald berbicara dengan kasar kepada Zero, “tch,


dasar anak orang kaya” Zero mendesah, “ya ya, ayahku orang kaya, aku sangat


beruntung dilahirkan di keluarga kaya, heh” Erald menunjukkan wajah bangganya,


mengejek Zero yang tidak beruntung, “apa kau punya satu lagi, yang kualitasnya


jelekpun tidak apa” Zero pasrah dengan omongan Erald, Erald mengeluarkan tiga


pedang dari cincin penyimpanannya “oh ini, aku punya beberapa, ambillah”, Zero


menerimanya, ‘orang kaya selalu mempunyai barang yang special, untungnya aku


mempunyai gudang dimensi system, heh’ Zero memikirkan betapa beruntungnya dia,


kali ini dia menang, Erald tidak tahu bahwa Zero mempunyai barang yang lebih


bagus dari cincin penyimpanan.


Tiga puluh menit kemudian – Pintu itu mulai terbuka,


menampilkan bunyi berderit yang terdengar sangat keras, suara itu bisa


terdengar sampai puluhan mil jauhnya, pintu setinggi 70 kaki tersebut terbuka


sepenuhnya, menyebarkan aura kematian yang ada di dalamnya, membuat semua orang


bergidik antara rasa senang dan ngeri, “itu sudah terbuka” seseorang bersuara


sangat keras, semua orang sudah tahu, tapi itu menjadi pertanda bahwa


pertarungan memasuki portal rahasia akan terbuka, semua orang bergegas menuju


pintu itu, yang semula di hutan menghindari petir bencana tadi, kini menjadi


sangat antusias, melupakan hal yang baru saja terjadi.


“Mundur” Zero berteriak kepada keempat tetua dan Erald yang


sedang terbang menuju portal, menghentikan langkah mereka, “apa yang kau katakan,


nak?, tidakkah kau tahu bahwa saudara saudara kami yang ada didalam menunggu?”


Zenish sang tetua pertama berkata, raut wajahnya mengkerut, dia marah karena


Zero menyuruhnya untuk mundur, Zero hanya menatapnya, sedangkan Erald yang


tidak tahu apa apa hanya bingung dan heran dengan Zero “kita mundur dulu, ada


yang tidak beres disana” tiba tiba Dean menyela, matanya terpaku pada gerbang


pintu itu, merasa ada yang tidak beres.

__ADS_1


__ADS_2