Destiny King

Destiny King
Ledakan Tiba Tiba


__ADS_3

Puluhan tombak transparan muncul di udara, ujungnya tertuju pada raja iblis yang terperangkap rantai Zero, jarak antara ujung tombak dengan dengan kepala raja iblis hanya satu meter, Zero melibas tangannya ke bawah, mengontrol puluhan tombak secara bersamaan, puluhan tombak melesat dengan sangat cepat, langsung menembus semua bagian tubuhnya, darah berceceran disekitar raja iblis, darahnya berwarna hitam, lantai es tercemar dengan gabungan warna darah merah dan hitam, perlahan tombak mulai menghilang menjadi serpihan cahaya, raja iblis tidak memulai pergerakan apapun, nafasnya sudah hilang, rantai masih mengikat tubuhnya yang kurus


"sepertinya dia benar benar sudah mati" Ucap Livia, selanjutnya dia pergi memeriksa tubuh Alexa, mengecek apakah dia sudah mati atau belum, tangan Livia perlahan mendekati jantung Alexa


"Jangan menyentuhnya, menjauh sekarang" teriak Zero, dia menyadari jika Alexa hanyalah pion yang hampir tidak berharga, Zero merasakan kekuatan penghancur mengumpul di tubuh Alexa, pangeran itu masih hidup, tapi dia hanya bisa pasrah terhadap hidupnya, sudah tidak ada harapan untuk melanjutkan hidup, Livia kaget, tangannya tersentak, sontak Livia langsung melompat kesamping, Zero mengaktifkan lapisan pelindung, tapi nasib buruk menghampirinya, Livia terkena ledakan, tubuhnya terpental jauh menabrak dinding gua es.


"LIVIAAA...." Sayu berteriak sangat keras, dia langsung menuju tempat Livia terbaring


"Jangan khawatir, dia hanya pingsan, tubuhnya akan perlahan pulih setelah aku merawatnya" Ucap Zero, wajahnya tetap tenang, dia menonaktifkan pelindungnya, berjalan perlahan kearah Livia


"Tolong cepatlah, darahnya tidak mau berhenti mengalir" Ucap Sayu, dia merasa sedikit takut dengan Zero, menghadapi seorang wanita yang terluka, dia tidak khawatir sedikitpun, bahkan membunuh tanpa mengedipkan matanya, seolah olah seperti makanan sehari hari


"Tenanglah" ucap Zero dengan nada dingin, wajahnya berubah seratus delapan puluh derajat, Sayu tambah takut, dia sedikit menyesal meminta pertolongannya, pandangan Zero tertuju pada mayat raja iblis, kemudian perhatiannya teralih pada tubuh Alexa yang sudah hancur tanpa sisa, Zero menemukan sedikit aura kehidupan dari sana

__ADS_1


'ini seperti yang kupikirkan' pikir Zero, matanya kembali menuju mayat raja iblis, mayat itu perlahan menghilang ke udara, serpihan cahaya muncul dari mayat raja iblis, cahaya itu mulai meluncur menjauh dari Zero, mencoba keluar dari tempat ini, menembus dinding dinding gua, serpihan cahaya hilang dari pandangan mata, Zero tidak khawatjr dengan itu, dia mengeluarkan dua pedang yang terbuat dari tanduk menatour, kemudian menggenggamnya dengan erat, fokus Zero tertuju pada sekitarnya, meningkatkan semua indranya, aura kekuatan mulai mengalir kearah Zero, seperti air yang mengalir dengan tenang, Sayu tertegun melihat Zero, terlihat seperti orang yang berbeda dari sebelumnya


"Secret Technique : SPLIT DIMENSION" ucap Zero dengan tenang, aliran waktu mulai melambat disekitar, Zero merasakan jika keberadaan serpihan cahaya sudah sangat jauh, jauh berkilo-kilo meter dari tempat Zero berdiri sekarang, pedang ditangannya gemetar, tidak bisa menahan lebih jauh kekuatan masternya, Zero mengayunkan kedua pedangnya, pertama membuat serangan dari atas ke bawah, yang kedua diayunkan dari samping kiri ke kanan, membuat sebuah simbol plus, serangan diluncurkan, dunia sekitar berubah menjadi hitam putih, aliran waktu melambat sepersekian detik, serangan Zero langsung menuju serpihan cahaya, menembus semua penghalang didepannya, dunia kembali seperti semula, aliran waktu menjadi normal, serpihan cahaya lenyap seketika, Zero melemparkan kedua pedang kedimensi miliknya, berbagai tempat yang dilintasi serangan Zero tidak terjadi apa apa, serangan itu langsung menghancurkan target dari jauh, tanpa mengakibatkan efek samping lainnya.


"Haahhh, klon yang malang" ucap Zero, desahannya terdengar Sayu


'apa yang telah dia lakukan?, barusan aku merasakan kekuatan yang sangat hebat berkumpul disekitarnya, tapi tiba tiba menghilang dalam sekejap, dan diaa... kasihan? siapa yang dikasihaninya?' pikir Sayu, tapi tiba tiba dia tidak berpikir lebih jauh, 'biarkan itu menjadi urusannya sendiri, aku tidak harus mencampurinya' Sayu termenung, kemudian sadar kembali, darah Livia masih mengalir dari kepalanya


"Zero, darah Livia masih mengalir" ucap Sayu sambil terbata bata, dia meraih Livia kedalam pelukannya, tidak peduli walau bajunya terkena darah


"Tolong menyingkir sebentar, aku akan merawat lukanya" ucap Zero dengan tenang, Sayu meletakkan kepala Livia ke dasar lantai, karena disana tidak ada apapun untuk menjadi bantalannya, Sayu mundur perlahan, berjalan menjauhi mereka berdua


"Kumohon Livia, bertahanlah" ucap Sayu, air matanya turun membasahi pipinya yang mungil, kali ini dia benar benar menangis, harapannya agar Livia tetap hidup sangat besar. Zero mengaktifkan penghalang dimensi, agar Sayu tidak tiba tiba mengganggunya.

__ADS_1


"System, keluarlah" ucap Zero, dia melemaskan jari jarinya


"Aku disini bos" System menjawab, hologram transparan muncul didepan Zero


"Aku ingin membeli beberapa perban dan obat penyembuh" ucap Zero, dikarenakan lukanya terlalu parah, dia tidak bisa menyembuhkan langsung dengan kekuatannya, jika Zero melakukannya, kekuatan Livia akan menghilang, dan Zero yang sekarang tidak bisa memulihkannya


"Apa akhirnya kau tertarik dengan gadis, bos?" Tanya system


"Mungkin iya, mungkin tidak. Berikan saja itu padaku" jawab Zero, wajahnya masih tetap tenang, system mengeluarkan beberapa perban dan obat obatan dari udara, Zero langsung meraihnya


Sayu tidak bisa melihat menembus penghalang Zero, penghalang itu berwujud menjadi tidak terlihat, sekarang dia semakin khawatir, hanya saja Sayu tidak bisa berbuat apa apa, dia hanya bisa menyerahkannya kepada Zero, saat dia sedang gelisah, Sayu berlari kesana kemari tanpa arah tujuan, tiba tiba dia merasakan tubuhnya dikeluarkan dari alam rahasia secara paksa, Sayu langsung bergegas menuju dinding penghalang.


"Zeroo, cepat buka penghalangnya" Sayu berteriak dengan keras, dia memukul dinding dengan keras, tapi tidak ada respon apapun, penghalang Zero dibuat untuk mencegah apapun yang dari luar tidak bisa masuk kedalam, begitu juga sebaliknya, jadi Zero yang didalam tidak akan mendengar apapun, Sayu mengumpulkan kekuatan di tangannya, berharap bisa membuat sedikit keributan didalamnya, tapi setelah pukulan Sayu, penghalang itu tetap tidak bereaksi sama sekali, Sayu duduk dengan pasrah, berharap Zero benar benar merawatnya, sedetik kemudian tubuh Sayu sudah berada diluar alam rahasia, dia dipindahkan ke hutan yang sebelumnya berlokasi disekitar portal sebelum terbuka, matanya melihat lihat kearah sekitarnya, tapi hanya ada dirinya, Sayu mulai lari dan mencari jalan keluar, dalam hatinya dia sangat berharap Livia dapat hidup, "aku serahkan Livia kepadamu, kumohon" ucap Sayu dengan lirih, dia mengusap matanya, air matanya sudah berhenti mengalir, pipinya basah, dibawah matanya terdapat rona merah, gadis itu berlari dengan cepat menembus hutan.

__ADS_1


Didalam oenghalang, Zero merasakan keberadaan Sayu menghilang tiba tiba, dia melihat kebelakang, benar saja, Sayu sudah tidak ada disana, Zero membuka penghalangnya, kemudian menyebarkan seluruh kekuatannya disekitar, tapi tidak ada jejak Sayu sedikitpun, jejak yang tersisa hanyalah puing puing diluar penghalang milik Zero, disana terdapat jejak aura milik Sayu, dari situ Zero langsung menyimpulkan dua kemungkinan, antara diculik oleh seseorang yang lebih kuat darinya atau sesuatu yang tidak terduga terjadi, insting Zero lebih kearah kemungkinan kedua, yang berarti sesuatu yang tidak terduga terjadi.


Zero tidak memikirkan lebih lanjut, untuk sekarang dia akan terlebih dahulu merawat luka Livia.


__ADS_2