Destiny King

Destiny King
Sangat Licik


__ADS_3

Es tajam dari atap gua runtuh satu persatu, harimau terbangun, mengaum dengan keras, menyebabkan lebih banyak es yang jatuh, Zero menyeringai, tangannya mengepal, bersiap menghantam harimau putih, "bermain dengan kucing memang lebih menyenangkan, haha" Zero tertawa, melesat menghilang dari tempat, kemudian muncul kembali dibelakang harimau, "kucing kecil, rasakan ini" hantaman menyapu tubuh harimau putih, menyebabkan harimau terbanting melayang ke tengah, tubuhnya penuh dengan luka, mulut harimau mengeluarkan darah, Zero mengusap tangan yang baru saja digunakan untuk menghantam harimau putih, "wow, tubuhmu cukup kuat, kau bisa menangkis 2 pukulanku", harimau putih mengaum sekali lagi, Zero dengan santai mengamatinya, menunggu harimau menyerang, "kucing kecil, kemarilah" Zero memprovokasinya, jari tengahnya diacungkan kepada harimau, harimau terpancing, dia langsung menyerang, berlari dengan cepat, menerjang Zero, cakarnya mengenai dinding gua es, bekas kekuatannya terlihat dengan sangat jelas, harimau tidak berhasil mengenainya, sebelum cakar harimau mengenainya, Zero langsung menghilang dalam sekejap, muncul kembali disamping harimau, "ohh, kekuatanmu sepadan dengan rank D, monster tingkat ketujuh, jika kau melawan orang orang yang didepan sana, kau akan menang telak, tapi sayangnya lawanmu aku" Zero mengacungkan jarinya kearah depan gua, menunjuk kesekelompok orang, harimau menggeram, mustahil memenangkan pertarungan, harimau membuka mulutnya, kemudian melompat kearah Zero, tujuannya adalah menerkam mangsanya, Zero melayangkan kakinya, kepala harimau putih terkena tendangan Zero, diposisi udara harimau putih terpental jauh, dia tidak sanggup untuk bangkit, tubuhnya sudah mencapai batasannya, pukulan yang diterima membuatnya tidak bisa memulihkan diri, "kucing kecil, aku ingin membawamu keluar, kau mau?" Zero secara alami menyukainya, harimau adalah spesies yang ganas, jika dia bisa menundukkannya, maka dia bisa memperoleh bantuan tambahan, harimau putih hanya diam terkapar, tapi dia masih sadar dengan kata kata musuhnya, Zero berjalan kearah harimau, langkah kakinya membuat tubuh harimau putih bergetar, harimau putih tergolong ras hewan yang sangat langka didunia ini, ras yang tidak kenal rasa takut, tapi dihadapan Zero naluriah harimau tidak bekerja, rasa takut membayanginya, Zero menyodorkan tangannya, berharap harimau menerimanya.

__ADS_1


Diluar gua, Sayu dan Livia masih berunding dengan sekumpulan orang orang, mereka duduk bersama untuk membahas gua es, dari kejauhan beberapa orang terlihat mendekat, dia adalah pangeran kerajaan ini dan juga orang yang sebelumnya juga menolong orang orang ketika minatour menghembuskan nafas racun, Alexa Alvious, pangeran dengan pengawalnya muncul, kening Livia mengerut, tidak menyukai orang yang datang, sementara Sayu yang tidak tahu apapun, dia gembira melihat seorang pangeran kerajaan datang, "lihat, itu pangeran Alexa, dia akan kesini" teriak seseorang dengan menunjuk kearah pangeran tiba, raut wajah Livia cemberut, Sayu segera menyadari Livia bertindak aneh "Livia, apa kamu tidak nenyukainya?", Livia tidak menjawabnya, raut wajahnya tetap datar, "tidak, tidak apa apa, hanya saja aku tidak tahu bagaimana harus bereaksi?" Livia menunjukkan senyumnya, kemudian menoleh kembali kearah pangeran datang, orang orang dengan antusias menyambut kedatangan pangeran, "Pangeran, bagaimana anda bisa datang kesini?", "Tuan pangeran, jika anda tidak keberatan, putriku masih bersih", "pangeran terhormat, hanya dengan melihatmu aku sudah tidak punya penyesalan dalam hidup", orang orang meneriakkan kata kata konyol, bahkan sebelum pangeran tiba, sesampainya tiba diarea perkumpulan bahkan lebih heboh lagi, orang orang berlari untuk menjilati sang pangeran, mereka tidak tahu malu, Livia dan Sayu duduk sendirian diatas tanah es, mereka melihat situasi disini bertambah kacau dengan kehadiran dirinya, Livia merasa mempunyai firasat buruk, "orang seringkali mendongak keatas, hingga lupa caranya menunduk kebawah" Livia mengucapkan dengan sangat lirih, tidak ada yang mendengarnya, angin menjadi saksi bisu perkataannya.

__ADS_1


"Ayolah kucing kecil, aku tidak akan memperlakukanmu dengan buruk!" Zero memaksa harimau menurutinya, tubuh besarnya yang terkapar diatas tanah es tidak memercayai kalimat orang itu, siapa juga yang percaya akan memperlakukan dengan baik jika pertemuan pertama langsung memukul ketika sedang tidur, siapa tahu apa yang terjadi dimasa depan, mungkin dia akan mati ketika sedang tidur, harimau mengaum, menolak ajakan Zero, tubuhnya tidak bisa digerakkan, dia hanya bisa mengaum, Zero berpikir untuk tidak mencoba membujuk tanpa kekerasan, kemudian Zero mengeluarkan mutiara langit dari dimensi, "jika kamu mau mengikutiku, ini akan jadi milikmu" Zero menyodorkan mutiara bersinar kepada harimau, mutiara masih sangat bersih, bahkan tidak ada sedikitpun kotoran dilapisannya, harimau tidak tahan dengan godaannya, dia langsung mengangguk, tidak memedulikan kejadian sebelumnya, harimau langsung berdiri tegak dan mengambilnya, 'ada apa dengan tubuh terkapar tadi, mungkinkah dia berpura pura?' Zero mengamati harimau yang memeluk mutiara langit dengan erat, harimau yang sadar dengan tatapan Zero, langsung memeluk mutiara dengan lebih keras agar tidak diambil kembali oleh Zero, "kalau begitu, aku akan membuat kontrak darah" Zero gembira, mendapatkan peliharaan lucu yang mengikutinya membuat dirinya sangat bahagia.

__ADS_1


__ADS_2