
Minatour yang terjatuh tidak bisa membangkitkan diri, tekanan yang dibuat Zero sangat kuat, minatour tidak bisa menandinginya, Zero mengangkat kepalanya, melihat batas atas dari dimensi kegelapan, ruang ini sangat besar, hingga seperti tak ada ujungnya, Zero melihat kedepan, kemudian membungkuk "hei makhluk rendahan, bukankah sudah giliranku?, tindakanmu ini sia sia", Zero memegang pedangnya dengan keras, lapisan ukiran dibilahnya menyala dengan cahaya, cahaya bilah pedang Zero menyala terlalu redup, tidak bisa menandingi terangnya api minatour, pedang Zero dilapisi aura yang sangat ganas, seolah olah bisa bisa memakan penggunanya kapan saja, Zero mengibaskan pedangnya kesamping, seketika satu tangan minatour putus, darah berceceran menyembur keluar, "Aaaarrgghhhhh" teriakan minatour sangat keras di ruangan yang sangat hening, Zero kenudian memotong tangannya satu lagi, kali ini minatour tidak bersuara sangat keras seperti tadi, minatour sedikit pintar, sudah tahu bahwa hidupnya akan berakhir kali ini, dia berdiri kembali, karena tangannya sudah terputus dia bisa melepaskan tekanan yang dibuat Zero, sebelumnya minatour tidak sanggup untuk melepaskan pedangnya.
__ADS_1
"Manusia, dendamku akan dibalas oleh tuan" minatour mengucapkan kalimat terbata bata, Zero tidak peduli, memandangi kedua tangan minatour yang terputus, Zero menyeringai, "kalau begitu aku akan mengambil nyawamu" Zero menghunuskan pedangnya, cahaya bersinar di bilahnya sekali lagi, kemudian Zero melepaskan aura kepedang, membuat cahaya dibilah bersinar sangat terang, "Secret Technique, Slash Of Darkness" Zero menggunakan teknik pedang tertinggi miliknya yang dikuasai, melibaskan pedangnya dengan gerakan sempurna, pedang itu dari atas menukik ke bawah, ketika pedang itu bergerak, retakan muncul dimana mana, tubuh minatour seketika terbelah menjadi dua bagian, tubuh bagian samping kiri dan kanan ambruk begitu saja, api biru yang menyala ditubuhnya padam, Zero memejamkan matanya, dimensi kegelapan kembali normal kembali, retakan yang tadi berserakan dimana mana menghilang, "ah sudahlah, mari kita bereskan ini" wajah Zero terlihat kecewa, rambut hitamnya yang agak panjang dikuncir di belakang bergerak pelan, disini tidak ada angin, Zero terlihat kecewa, tidak tahu kenapa tapi dia sangat kecewa, mungkin karena musuhnya lemah, "system, kau bilang fitur shop sudah terbuka, aku ingin melihatnya" [uggh bos, pointmu masih nol, jangan berpikir untuk curang bos, aku bisa rugi] "kenapa kau harus rugi? bukankah barang itu juga bukan milikmu, atau begini saja, aku akan mencari cara memisahkanmu sehingga kau bisa hidup bebas disini, bagaimana dengan itu? aku secara pribadi akan memisahkanmu dari system sialan itu, dan aku mengambil kesadaranmu dan menyatukan ke tubuh baru!?" [Yah ,kurasa aku tidak punya pilihan lain, lagipula aku tidak ingin selamanya terikat dengan ini] "sepakat", Zero berbicara dengan system dari pikirannya, didepan Zero muncul sebuah hologram transparan, dibagian atas tertulis point = 0, kemudian dibagian bawahnya terdapat berbagai macam aneka barang unik, "Destiny Change, point nol menuju tak terbatas" , tiba tiba point itu angkanya berubah, dari satu digit menjadi dua digit, tiga digit, empat digit, dan seterusnya, sampai sampai hologram itu dipenuhi dengan angka point milik Zero, kemudian point itu kembali normal, angkanya kembali menjadi satu digit, tapi itu bukan angka, melainkan tanda tak terbatas, infinity, tanda itu berbentuk dua angka nol yang menyambung bersampingan, Zero bersemangat, sudah agak lama dia tidak bermain curang dengan angka angka, Zero menggerakkan jarinya, mencari barang bagus dari system shop, [bos, kau berlebihan, kalau point itu masih lima digit, aku bisa menerimanya, tapi tak terbatas, ah sudahlah, aku akan menghilang saja] Zero hanya berkata singkat seperti hmm dan lain lain sepanjang system terus berkomentar tentang tindakan buruknya.
__ADS_1
Zero berhenti menggeser layar hologram system, melihat dengan jelas, matanya seharusnya tidak salah, "coba aku periksa dengan benar" Zero menggunakan pandangannya dengan skill 'Reading', itu benar benar barang bagus, bahkan stat yang dimiliki tidak kalah dengan pedang dari Erald yang sudah diperkuat, itu adalah jubah yang sangat keren, dengan warna hitam dan pada penutupnya terdapat motif yang abstrak, sangat simpel, membuat jubah ini sangat misterius, seperti tokoh bos utama pada game, Zero memilihnya, "system, ambilkan ini untukku" Zero memerintah system, senyumnya sangat lebar, kemudian muncul sebuah jubah melayang didepannya, Zero memakainya, menimbulkan kesan misterius pada orang yang memakainya, "ini sangat keren ketika aku yang memakainya, hehe" Zero berbalik, menatap minatour yang terbelah dan juga dua potongan tangannya yang menggenggam pedang melengkung, Zero melangkah pelan, jubah yang dipakai berkibar, kemudian Zero menyentuh pedang yang dipegang minatour, menyalurkan aura miliknya sendiri ke pedang yang dibuat dari tanduk minatour, pedang berubah mengecil, pedang melengkung berubah menjadi katana, panjangnya sekitar satu meter, Zero meletakkan pedang itu disamping monster minatour, "saatnya pergi", alasan Zero meninggalkan didimensi ini adalah dimensi ini miliknya, dia bisa memanggil pedang itu keluar kapanpun ia mau, Zero membuka portal kembali disampingnya, kemudian melangkah keluar.
__ADS_1
Beberapa saat sebelumnya - Erald dan tetua lain mengamati dari kejauhan dengan seksama, "apa rencana kita, disana masih terlihat berbahaya" Zenish berbicara, Erald dan yang lain mendengarkan, "tunggu sebentar, aku akan mengeceknya" Erald berdiri dan berlari menuju tempat portal rahasia itu, sementara Zenish dan tetua lain masih duduk disana, "astaga, kenapa dia sangat suka berlarian sendirian" Zenish mengeluh, Erald dari dulu memang sangat sering keluar dari rumah sendirian dengan menyelinap, padahal ayahnya sudah menyuruh untuk tetap dirumah, apalagi ketika semua orang pergi, Erald sendirian dirumah, dia akan langsung keluar melalui pintu depan, "Wade, kau temani dia" Dean melanjutkan,dia juga khawatir apabila terjadi sesuatu dengan putra kakaknya, dia tidak akan bisa menjelaskannya, Wade pergi menyusul Erald yang sudah jauh, menyisakan Zenish, Roland, dan Dean sendirian disana, Wade berlari dengan sangat cepat, "semoga tidak terjadi apa apa dengannya" dia cemas dengan Erald, beberapa saat kemudian, Wade tiba di area portal, disana Erald terlihat punggungnya, "kenapa disini sangat kosong, dimana monster monster itu?" Wade bingung dengan keadaan sekitarnya, tanah disana seperti telah mengalami bencana yang sangat mengerikan, "paman, kenapa disini sangat kosong?" Erald bertanya kepada Wade, "entahlah aku juga tidak tahu, untuk saat ini mari kita kembali dulu untuk melaporkan situasinya kepada mereka" Erald mengangguk, mereka bergegas kembali untuk melaporkan situasi yangg dilihat.
__ADS_1