Destiny King

Destiny King
Misi Yang Sulit


__ADS_3

Pada malam hari, tidak ada bulan disana, hanya ada langit yang gelap sepanjang hari, pencahayaan hanya datang dari lahar panas yang membara, Livia duduk dengan diam disana, ditemani dengan Zero yang menggunakan senyum liciknya untuk menggoda, "berapa lama kau akan terus memandangiku seperti itu?" Perkataan Livia membuat suasana yang hening menjadi tambah sunyi, Zero terus menatapnya tanpa mengucapkan sepatah katapun, ketika malam tersisa sepertiga, Livia mengejutkan Zero yang hampir tertidur "tolong rahasiakan ini, apakah kamu bisa membantuku?" Livia bertanya kepada Zero, wajah datar nan dingin Livia seolah olah bukan bertanya, tapi memaksa menjawab, "apa ada yang bisa dibantu,...Nona?" Zero tersenyum, membuatnya menjadi semakin misterius dan menjijikkan, Livia melihat Sayu yang tertidur pulas, mereka berdua terjaga sepenuhnya, "apa kau dapat dipercaya sepenuhnya?", "Tentu saja!" Zero memalingkan pandangannya, membuatnya semakin mencurigakan, "kalau kau tidak percaya padaku, aku bisa membuatmu percaya, hanya orang bodoh yang akan percaya pada orang asing yang baru saja ditemuinya", Livia mengangguk, 'sejujurnya gadis ini baik, tapi melihat dari ekspresinya sepertinya masalah yang sangat rumit terjadi padanya' Zero berpikir dalam benaknya, Zero mengambil sake dari kantong disakunya, dan meminumnya, "berapa umurmu?" Livia reflek menanyakannya karena penampilan Zero yang terlihat sangat muda, kekuatan yang mengerikan tersimpan ditubuhnya tidak berhubungan dengan faktor umur karena hukum kekaisaran menyatakan bahwa anak dibawah umur tidak boleh minum minuman keras, karena jika mereka mengakibatkan sesuatu yang buruk tidak akan ada yang mau menanggung resikonya, apalagi jika menyinggung orang besar, "entahlah, bisa jadi lebih tua darimu, dan bisa jadi juga lebih muda darimu?, tebaklah" Zero mengatakannya sembari minum kembali, Livia terdiam untuk sesaat, jika dia melanjutkannya, dia tahu dia tidak bisa menang melawannya, "omong omong, untuk apa kau disini?", "Coba tebak" dengan suara datarnya menjawab pertanyaan Zero dengan jawaban yang sama dengan yang diberikan, Zero tertawa kecil, kemudian berbicara "apa kau tahu? langit diatas kita menyimpan jutaan misteri yang tak pernah terungkap" Zero mengucapkannya dengan tangan seperti ingin meraih langit, bergaya layaknya seorang ahli yang sudah hidup lama, 'tsk, keren sekali diriku yang hebat ini' hatinya bahagia, kali ini dia bisa merasakannya sendiri, sebelumnya dia hanya bisa melihat dari membaca sesuatu didunia lamanya, "Zero, karena kamu sudah tahu siapa aku, maka aku tidak akan berbasa-basi lagi, aku kabur dari rumah, tolong bantu aku menyelesaikannya, ayahku sudah mencariku kemana mana sampai setiap sudut terpencil" ekspresi wajahnya tetap datar seperti semula, tidak menunjukkan senyum atau apapun, "apa imbalanku sebagai balasannya", "aku akan memenuhi setiap permintaanmu, sebatas kemampuanku".

__ADS_1


Zero merenung dengan seksama, mencoba untuk menerima permintaannya atau tidak, "baiklah, aku akan mekakukan sebisaku", "Terima kasih", "jelaskan situasinya" Zero siap mendengarkan detailnya, berpikir dengan kuat, "ini hanya masalah sederhana, bunuh saja pangeran kerajaan ini" Livia hanya menjelaskan dengan singkat, Zero sontak terkejut, ini bukanlah masalah sederhana, apa hubungannya kabur dari rumah dengan membunuh pangeran kerajaan, tidak habis pikir, sejujurnya ketika Zero melihat Livia diarea gerbang portal, penyamarannya tidak mengganggu penglihatan Zero, Zero hanya tahu bahwa Livia sangat cantik, bahkan Sayu yang disebelahnya kalah, Zero tidak berpikir mengenai apapun, dia hanya tahu jika Livia pasti merupakan orang kaya yang lebih kaya dari Erald, tidak tahu jika identitasnya terhubung dengan sebuah kerajaan, ini mulai masuk akal, dengan kecantikan seperti yang menyamar, dan juga barang bawaan dan kekuatannya tidak salah jika dia lahir dikeluarga bangsawan, "yah masalahmu besar sampai sampai aku harus membunuhnya, lalu kenapa aku harus membunuh pangeran ini" Zero kembali bertanya dengan ekspresi tenang, mencoba menyembunyikan rasa gelisahnya, Zero tiba disini dan harus membunuh pangeran kerajaan, jika dipikir pikir itu adalah hal yang paling gila, "ayahku memaksaku untuk menikah dengan sang pangeran demi agar tidak terjadi pemberontakan dalam pemerintahannya, aku tidak pernah keluar dari istana semasa hidupku, dan juga baru kali ini aku sendirian berkelana keluar dari rumah, ibuku menyuruhku untuk pergi secepat mungkin, dia menyiapkan kereta kuda dan juga banyak uang" Livia menjelaskan dengan perasaan yang dalam, suaranya terdengar sedih, Zero yang hampir tidak pernah berurusan dengan wanita menjadi kacau setelah mendengarnya, "siapa ayahmu?", "Kaisar saat ini", Zero menggelengkan kepalanya, kepalanya serasa mau pecah, berurusan dengan kaisar sama mencari mati, tapi Zero menyukai tantangan, tidak peduli siapapun itu, dia tidak akan menarik kembali kata katanya, "tunggu sampai kita keluar dari portal rahasia ini, aku akan membantumu" Zero dengan wajah tenangnya menghadap kelangit yang gelap.

__ADS_1


Orang orang bisa memasuki tempat ini, berarti ada jalan keluar dari sini, itu yang pertama dipikiran Zero, kemudian Zero menganalisa sesuatu 'jika mereka berdua keluar dari lautan dengan tenang dan pasrah dengan keadaan, apa mungkin disini juga begitu?', akhirnya Zero membuang pikirannya jauh jauh dan berpikir kembali, tempat ini seperti neraka, tidak ada siapapun disini, Zero mengayunkan pedangnya kelangit, tubuhnya secara alami berdiri, sebuah tebasan membentuk langit yang gelap terbelah menjadi dua, Livia dan Sayu terkejut, merasakan kekhawatiran jika Zero mempunyai niat buruk, Zero melihat kelangit, matanya merasakan sesuatu jauh didalam langit yang terbelah, "kalian tunggu disini sebentar", Livia dan Sayu hanya bingung menyaksikannya, Zero melompat keatas, terbang dengan kecepatan penuh, tubuhnya menembus batasan langit, setelah Zero memasukinya, langit yang terbelah kembali memulih, menelan Zero dalam kegelapan, Livia dan Sayu tidak berkata apa apa.

__ADS_1


__ADS_2