
Kedua gadis itu terkejut karena lawannya masih mempunyai
kekuatan yang besar, “Sayu, pakai ini” gadis cantik itu menoleh kearah suara
yang datang,, dia ternyata gadis berwajah buruk itu, dia menyentuh rammbutnya,
mencabut pita yang dipakainya, Sayu tak mengerti kenapa dia melepasnya di saat
saat seperti ini, “apa yang kau lakukan?” Sayu terkejut dengan tindakannya,
kemudian gadis dibelakangnya itu melemparkan pita yang dipakainya itu ke Sayu, “ambil
itu, mungkin bisa menolongmu”, Sayu sudah menyerah dengan tindakannya yang sia
sia, ditambah dengan perkataan dan kelakuan gadis itu, dia tak mengerti,
mengutuk dirinya sendiri karena lemah, dia pasrah dengan keadaan, berharap
semoga perkataan gadis itu menjadi kenyataan.
Di lain sisi Zero, Erald, dan keempat tetua mengobrol dengan
tenang, keenam orang itu masih memperhatikan pertengkaran orang orang itu,
mereka tak menganggapnya serius, karena kekuatan mereka dianggap remeh, jika
salah satu dari keenam orang itu bertarung dengan ketiga orang itu, dipastikan
bahwa lawan akan mengalami kekalahan total yang menyedihkan, “lihat itu, dia
mengeluarkan sesuatu” Erald menunjuk gadis yang mengeluarkan sesuatu itu,
tatapan matanya tajam, begitu juga dengan keempat tetua itu, hanya Zero yang
dengan tenang mengabaikan mereka,’system, bisakah kau mempunyai kesadaran
sendiri?, dan juga hidup di dunia ini seperti seorang manusia?’ [mungkin saja
bos, sejauh kalkulasiku sendiri, kemungkinan itu dengan kekuatanmu yang
sekarang adalah 0,002 persen, yah seperti gacha karakter SSR dalam game yang
biasa kau mainkan] Zero menghela nafas, tapi setelah itu dia tersenyum kembali,
[jangan berpikir seperti itu bos, itu mustahil dengan kekuatanmu yang sekarang
untuk menantang mereka], “apa yang dibutuhkan agar kau bisa mendapatkan tubuhmu
sendiri?”, [ah sudahlah bos, hingga saat ini aku sudah muak denganmu yang suka
semena mena, tunggu saja hingga kau sangat kuat], orang yang dibicarakan system
sibuk menonton pertempuran itu, Zero mengabaikan perkataan terakhirnya, system
hanya bisa menghela nafas, walaupun itu tidak bisa dilakukan mengingat dia
tidak punya tubuh yang utuh.
“Zero, bagaimana menurutmu?” Erald masih melihat pertempuran
itu, “entahlah, aku tak tertarik denggan mereka” Zero menggelengkan kepalanya,
merangkak menuju pohon, dan bersandar dikaki pohon itu, sifat pemalasnya kambuh
lagi, dia paling suka bermalas malasan ketika semua orang sedang sibuk, ini
__ADS_1
seperti hiburan tersendiri baginya, Zero kembali memikirkan taruhannya dengan
Erald, kali ini dia pasti menang, tidak sabar untuk melihat teknik milik
keluarga Vidia, penasaran teknik sekuat apa yang bisa membuat keluarga Vidia
menjadi keluarga tingkat satu di kerajaan ini.
Sayu menerima pita itu, melihat pita dengan seksama, si
rambut merah itu tidak menca mengulur waktu untuk kedua gadis, dia langsung
menyerang, dia maju menuju kedua gadis, menghantamkan pukulannya ke Sayu,
pukulannya mengenai perutnya langsung, Sayu tidak siap menerima pukulan itu,
tubuhnya terlempar ke belakang sejauh sepuluh kaki, menabrak tebing di
belakangnya, “hahaha bukankah nikmat!” orang itu tertawa, memandang rendah
gadis itu, lalu kembali menyerang gadis lainnya, lagi lagi gadis yang satunya
tidak siap menerima pukulannnya, itu terlalu cepat bagi mereka, gadis itu juga
terpental jauh, wajahnya menjadi hancur, gadis itu menabrak tanah, tergeletak,
akan tetapi dia langsung berdiri, mencoba mendapatkan keseimbangannya, “cepat gunakan
itu” gadis itu berteriak ke Sayu, orang yang diteriakinya sudah berdiri,
bingung dengan apa yang dia katakan, akan tetapi, gadis itu mencoba menyalurkan
auranya ke pita itu.
mengucapkan beberapa kata, tiba tiba awan hitam datang menyelimuti area
lapangan itu, menyebabkan kehebohan massa, orang orang berteriak heboh,
gumpalan awan hitam itu memperlihatkan warna kebiruan, kilat menyambar nyambar
diantara awan awan itu, lalu tiba tiba saja, secepat cahaya, petir merah jatuh
dari awan awan itu, tidak hanya satu, tapi langsung seratus, menyambar tubuh si
rambut merah, sekali lagi, penonton heboh dengan kekuatan itu, kekuatan diluar
nalar, mengendalikan hukum alam, orang orang menyingkir dari area itu, menjauh
sejauh mungkin, si rambut merah yang terkena petir itu hilang tak bersisa,
tubuhnya hancur lebur, jiwanya dihancurkan oleh petir yang menyambar.
Keempat tetua dan Erald bengong, mulutnya menganga, “ada
seorang master disekitar sini” tetua keempat memecah suasana, “ya, walaupun aku
agak bodoh, teknik yang dapat memanipulasi hukum alam itu merupakan teknik
tingkat tinggi” tetua kedua ikut menimpali, “walaupun aku biasanya tidak akan
mengalah dalam hal kekuatan, tapi kali ini aku setuju, jika itu aku, aku juga
tidak akan bertahan, jika itu satu, aku masih bisa menahannya walaupun ada
kemungkinan cacat, tapi itu langsung seratus”, mereka mengobrol, memuji master
__ADS_1
tersembunyi itu, mereka tidak akan pernah tahu jika Zero yang melakukannya,
Zero sudah menyembunyikan auranya rapat rapat, hingga tidak ada satupun aura
yang terbuang sia sia, rencara ini sangat cemerlang, bertaruh dengan seseorang,
memenangkannya sendiri, dan juga menyembunyikannya rapat rapat, menurut Zero,
itu sangat keren.
Gadis yang wajahnya tadi hancur oleh pukulan itu, tiba tiba
langsung kembali ke semulanya, seolah olah tidak terjadi apa apa, “bagaimana
kau bisa…”, Sayu tertegun, “diamlah, ambil ini, ramuan kelas atas yang
kuperoleh dari harta keluargaku, ini satu satunya, jangan menolak”, gadis itu
memberikan ramuannya ke Sayu, Sayu bingung harus menerima atau tidak,
bagaimanapun itu hanya harta satu satunya keluarganya, dia bertemu dengan gadis
itu di tengah jalan, sedang dibully oleh seorang bandit, dia menyelamatkannya,
kemudian membawanya kemari dengan tujuan agar dijadikan tumbal apabila terjadi
apa apa di dalam portal, tapi tidak menyangkanya dia memberikan harta satu
satunya keluarganya yang tersisa agar digunakan olehnya, hatinya sangat
tersentuh, yang semula dipenuhi oleh niat jahat, berubah menjadi tulus, dia
bingung, merasa dirinya dipenuhi dengan rasa bersalah, Sayu menerima ramuan itu
dan langsung meminumnya, “terima kasih Livia, setelah ini, aku akan
melindungimu dengan sekuat tenagaku” Sayu berterima kasih sangat tulus,
tubuhnya langsung pulih ke keadaan semula, rasa lelah dan sakitnya perlahan
hilang, dalam hitungan detik kembali ke normal, “oh ya, dimana pita tadi yang
kuberikan padamu” Livia bertanya kepada Sayu, berharap pita yang diberikan tadi
tidak terjadi apa apa, Sayu langsung memberikannya, “kenapa itu sangat kuat,
itu juga satu satunya pusaka keluargamu?” Sayu penasaran dengan pita itu,
kekuatan tadi sangat tidak terbayangkan, “mm eh iya, iya itu” Livia bingung
dengan jawaban apa yang akan diberikan kepada Sayu, dia sendiri paling tahu itu
bukan kekuatan yang dihasilkan oleh bendanya, dia hanya tahu jika seseorang
membantunya, tapi dia tidak tahu siapa itu.
Akhirnya Livia memberikan penjelasan bahwa benda itu hanya
bisa digunakan tiga kali, dan sudah dipakai semua, dan tadi yang terakhir, dia
bercerita kepada Sayu bahwa keluarganya dibantai oleh monster mengerikan yang
tak terhitung di desanya, hanya dia yang selamat, dan juga itu adalah harta
yang terakhir yang diberikan oleh orang tuanya.
__ADS_1