Destiny King

Destiny King
Sang Penguasa Firmament


__ADS_3

-Kota Rotberg, Kekaisaran Langit.


Dua orang misterius melewati jalanan yang ramai, sorak sorakan orang terdengar begitu ramai, saat ini hari sudah malam setelah Zero dan Aakesh melewati beberapa tempat, mereka berdua sedang menyamar, Aakesh menyamar sebagai pengemis ulung, pakaiannya compang camping, sementara Zero hanya menutupi tubuhnya dengan jubah hitamnya.


"Kemarilah." Kata Kaisar membuyarkan lamunan Zero.


Kaisar melangkah ke sebuah lorong lorong sempit yang sangat sepi, hanya ada beberapa pengemis yang tidur disana, Zero mengikuti langkah Aakesh, melihat kumpulan pengemis yang tidur disana sebenarnya sangat kuat, Zero sudah dapat menebak kemana Aakesh akan pergi, dilihat dari aura mereka setidaknya tiga tingkat di bawah mereka, itu sudah termasuk ahli kuat di dunia ini, mereka semua menyembunyikan auranya.


Kaisar Langit Aakesh mengambil sesuatu dari gulungan bajunya, itu adalah sebuah secarik kertas, di dalamnya terdapat aura misterius yang mengalir, Zero dan Aakesh terus berjalan sampai tiba di sudut lorong panjang, Aakesh menempelkan secarik kertas di dinding, tiba tiba sebuah pintu kayu terbentuk di dinding depan mereka.


"Kertas apa itu?" Tanya Zero.


"Kertas segel untuk masuk ke Firmament, kau akan segera tahu." ucap Aakesh.


Zero termenung sebentar, membayangkan sesuatu dalam pikirannya, dia masih jengkel tentang orang yang menculik Livia. Aakesh membuka pintu tersebut, setelah terbuka seseorang menyambut mereka berdua di depan pintu, orang itu tampak tua, kekuatannya hanya rata rata orang biasa.


"Bawa kami ke 'Sang Penguasa'." Perintah Aakesh.


Sekilas orang tersebut tampak ragu, Aakesh segera membuka topi jeraminya, wajahnya berubah kembali seperti semula, jenggot dan rambut putihnya kembali menghitam, lantas orang tersebut tampak seperti terkejut.


"Baik, tuan." Kata orang itu.


Kaisar mengenakan kembali topinya, penampilannya kembali seperti pengemis, Zero terlihat tenang di situasi saat ini, penjaga itu membawa mereka berkeliling, di dalamnya terdapat banyak kursi kursi dan juga tirai di lantai kedua, tampaknya ini adalah sebuah tempat pelelangan, hanya ada beberapa penjaga di sekitar sini.


Penjaga itu berhenti setelah bertemu salah satu temannya dan membisiki sesuatu, setelah itu berkata pada Aakesh. "Tuan-tuan, silahkan ikuti saya ke ruangan, 'Sang Penguasa' akan tiba disana sebentar lagi."


Kaisar Aakesh hanya mengangguk menanggapi, orang itu kembali melangkah, Zero dan Kaisar mengikutinya. Akhirnya mereka tiba di sebuah ruangan yang tidak terlalu besar dan kecil, ada dua kursi panjang dan meja yang terletak disana, interior didalamnya juga tidak buruk, setelah membawa Zero dan Kaisar dia segera pergi.


"Pak Tua, jangan membuang waktu lama" kata Zero, nadanya terdengar sinis.

__ADS_1


"Tidak, kita akan mendapatkan beberapa informasi dari sini." jawab Kaisar Langit.


Mereka berdua mengambil duduk di kursi yang telah disediakan, sesaat setelah mereka duduk, ada dua pelayan wanita yang masuk ke ruangan, mereka membawakan camilan dan teh untuk disuguhkan di meja, setelah itu mereka bergegas pergi.


"Oh ya, jangan panggil aku Kaisar ataupun Aakesh, kita disini untuk menyamar." ucap Kaisar memperingati Zero.


Zero yang mendengar itu tercengang dan berkata dengan ketus. "Siapa juga yang mau memanggilmu Kaisar atau apalah itu. Apakah aku sudah pernah mengucapkannya?"


"Kurasa kau benar, ahh sudahlah." Kaisar mendesah.


Pintu kembali terbuka, tapi kali ini yang masuk seorang pria berambut putih, pakaiannya tampak mewah dan elegan, tatapannya setajam elang, auranya begitu tenang tanpa ada satupun yang hilang kendali, dia terlihat seperti pria berusia lima puluh tahunan dengan wibawa yang luar biasa.


Pria itu membungkuk di hadapan Kaisar. "Selamat datang, Yang Mulia."


"Hentikan basa basimu itu, berikan aku informasi tentang orang misterius baru baru ini yang ada di benua, aku ingin tahu semuanya, detail kecil diperhatikan termasuk memasuki kota kota mana saja." ucap Kaisar.


"Perintah anda adalah berkah bagi saya, tunggu sebentar." Pria itu berbalik pergi meninggalkan ruangan, menyisakan Zero dan Aakesh.


"Orang orang memanggilnya 'Sang Penguasa', pemilik dari Firmament, pendiri pertama Firmament, dia lebih tua dariku. Dia rubah licik, jangan terlalu dekat dengannya" Jawab Kaisar Langit.


Zero terdiam setelahnya, menimbang nimbang ucapan Aakesh, kekuatannya tidak terlalu jelas, Zero hanya merasakan perasaan samar aura yang ditutupinya, tapi kurang lebih sepertinya sama atau kurang dari Kaisar. Pintu ruangan kembali terbuka, orang itu masuk kembali sekali lagi, dia membawa sebuah gulungan kertas dengan pita merah diatasnya.


"Ini dia." Pak tua itu menyerahkan gulungan kertas ke Kaisar, Aakesh menerimanya dengan senang hati, memasukkannya kedalam lengan bajunya.


"Apa yang ingin kau lakukan dengan ini? Kusarankan jangan ceroboh, pihak kami hanya tau sedikit informasi tentangnya."


"Putriku diculik oleh seseorang, aku berpikir bahwa dia adalah penculiknya." Aakesh menjawab dengan tenang.


"Putrimu yang itu? Satu satunya penerus Kekaisaran? Dia diculik? Siapa yang memberinya keberanian untuk itu?" Pak tua itu menggebrak meja di depannya, Aakesh dan Zero memandanginya.

__ADS_1


"Ya, yang mana lagi selain dia." ucap Kaisar.


"Kita harus bergegas." Zero berbicara ditengah tengah mereka, Kaisar mengangguk dan segera berdiri.


Tapi tiba tiba pak Tua 'Sang Penguasa' itu menarik lengan Kaisar Langit ."tunggu sebentar, siapa dia?"


"Jangan tanya aku." Aakesh menepis tangan pria tua itu, lalu keluar dengan terburu buru, meninggalkan Zero sendirian di dalam ruangan dengan pria tua.


"Nak, siapa kamu? Apa hubunganmu dengan Kaisar dan Putrinya?" Pria tua itu menatapnya dengan sinis, dia mengeluarkan secuil auranya untuk menguji Zero.


Walaupun pria tua itu hanya mengeluarkan sedikit auranya, itu terlihat menyeramkan, Zero saat ini sedang terburu buru untuk mencari keberadaan Livia, dia baru sore ini kehilangan dirinya, amarahnya belum padam dan dia sudah disuguhi dengan pria yang menyebalkan ini, Zero dalam hatinya sungguh ingin memusnahkan pria itu.


"Apa urusanmu menanyakan itu padaku?" Zero balas menatapnya tanpa takut.


Zero menghentakkan kakinya dan seketika aura yang dikeluarkan pria tua menghilang dalam sekejap, dia membuktikan bahwa dirinya lebih tinggi dibanding pria tua itu, pria tua terkejut melihat Zero bisa menghapus auranya dalam kejapan mata.


'menarik, mengesankan, jenius, luar biasa. Hanya dari sekecil hentakan kakinya dapat membuyarkan auraku dalam sekejap, usia tulangnya masih sangat muda, belum ada seperseratus dari usiaku, tapi kekuatannya sudah sangat mengerikan, monster....' pikir pria tua yang disebut Sang Penguasa itu.


"Siapa namamu, nak?" Tanya Pria itu.


"Untuk apa kau menanyakannya? Apa kau berhak untuk itu?" Zero menatapnya tajam seolah menatap mangsanya.


Tanpa pikir panjang, Zero keluar dari ruangan itu, melihat bahwa Kaisar tidak berada di sana, dia berpikir mungkin saja Kaisar telah keluar mengingat waktunya tidak banyak, Zero segera mencari jalan keluar dari tempat sebelumnya yang pernah dia lewati, setelah menemukan pintunya dia segera menarik gagang pintu, tapi dihentikan oleh penjaga sebelumnya.


Zero melihat penjaga sebelumnya yang tersenyum kepadanya, penjaga itu memberikan sepuluh carik kertas yang digunakan Kaisar sebelumnya untuk masuk ke dalam tempat ini, sepuluh kertas itu sama dan tidak ada yang beda. Setelah memberikan Zero kertas itu, penjaga membungkukkan badan, lalu pergi melangkah.


Kebingungan melanda dirinya yang pikirannya sedang kacau, dia tidak mengerti untuk apa itu, Zero tidak berpikir panjang dan memasukkan semuanya ke dalam dimensi kegelapan miliknya, kemudian membuka pintu keluar, menemukan Kaisar yang santai duduk membelakangi dinding.


Disisi lain, pria tua tidak beranjak dari tempat, dia masih memikirkan seperti apa wajahnya, pria tua itu seperti sedang memikirkan masa lalu, karena Zero tidak menampilkan apapun, dia hanya bisa menebak nebak.

__ADS_1


"Haiisshh, masih muda begitu arogan. Apa yang akan terjadi selanjutnya... Tsk." Pria tua itu mendecakkan lidahnya, tampak terganggu akan sesuatu.


__ADS_2