
Ditengah kegelapan terdapat seseorang yang melintas, tangannya memegang pedang, bersiap menunggu sesuatu, Zero memicingkan matanya, cahaya berwarna biru bersinar sangat tipis dalam kegelapan, didepan Zero terdapat altar, pilar pilar membentuk lingkaran mengelilingi altar, disetiap pilar terdapat sebuah patung berbentuk, ditengah altar terdapat sebuah batu yang dipotong sedemikian rupa, diatasnya ada mutiara berwarna biru, "apa-apaan ini?" Zero mengamati sekitarnya, kegelapan masih menyelimuti mereka, tapi kegelapan tidak dapat memengaruhinya, Zero menghentakkan kakinya, suara dentuman yang dibuat Zero sangat keras, api tiba tiba menyala disekeliling, membuat ruangan menjadi lebih bercahaya, Zero melangkah maju kedepan, menuju tempat altar berada, dalam keheningan langkah kaki Zero terdengar menggema, "apakah ini mutiara langit?" Zero mengamati mutiara lebih dalam, dia tidak berani langsung memegangnya, tidak lucu jika sesuatu terjadi didalamnya, Zero pernah membaca buku kuno diperpustakaan kota, didalamnya menjelaskan tentang mutiara langit, harta berharga yang jarang diketahui makhluk didunia, terdapat kekuatan magis yang sangat hebat tersimpan didalamnya, konon jika seseorang memurnikannya, kekuatannya akan langsung mencapai puncak tertinggi, namun itu hanyalah legenda dalam buku, Zero tidak ingin mengambil resiko, lagipula Zero tidak membutuhkan kekuatan lebih untuk sekarang, dia bisa memanipulasi kekuatannya sesuai keinginan, Zero menyentuh mutiara langit, tidak ada goresan disetiap sisinya, sebuah bola yang sangat sempurna, 'ini pasti bagus jika dibuat bermain bola'.
__ADS_1
Tangannya merasakan kehangatan, bola itu terasa hangat, mutiara langit sangat halus, bahkan kain terbaik didunia akan kalah telah dengan mutiara ini, Zero bersiap untuk mengangkatnya dari tempat, kedua tangannya menyentuh mutiara langit, kemudian mengangkatnya dan menyimpan kepenyimpanan dimensi miliknya, setelah 5 menit berlalu, Zero tetap diam dengan berdiri "hmm, kenpaa tidak terjadi apapun, aku mengaharapkan sesuatu yang hebat, seperti monster tiba tiba muncul dari udara atau apapun itu, tsk tempat ini tidak bisa diharapkan" Zero pergi dengan santai meninggalkan altar, kemudian melirik altar kembali, tapi tetap tidak terjadi apapun, "system!" [Ada apa bos?] Sebuah suara terdengar dikepala Zero, "oh kau masih hidup, kukira kau mati tanpa mengucapkan sepatah kata", system hanya terdiam, tidak merespon, Zero membelah kegelapan dengan pedangnya, cahaya muncul didepannya, kemudian dia pergi tanpa memedulikan apapun menuju cahaya.
__ADS_1
Ditempat Livia dan Sayu berada, langit terbelah kembali setelah beberapa saat yang lalu tertutup, Livia merasakan keberadaan Zero, Kedua gadis tersebut sedang menunggu Zero dengan duduk tenang, seseorang tiba dari langit, itu adalah Zero, melayang diudara, tidak memancarkan aura berbahaya, sangat tenang seperti biasanya, "apa kalian baik baik saja?" Zero melangkah ditanah, menanyakan kondisi mereka, seolah diatas tidak terjadi sesuatu, "tidak ada yang aneh disini, apa kamu menemukan sesuatu?" Sayu berdiri dari tempat duduknya, diikuti dengan Livia, mereka memandanh Zero, memastikan sesuatu, "tidak ada apapun" Zero tersenyum, senyum mencurigakan, Livia mengerutkan keningnya, Sayu hanya mengangguk, kemudian mereka kembali berjalan, disepanjang jalan Zero terus memegangi pedangnya yang tertutup sarung pedang, mereka terus menerus berjalan mencari jalan keluar, sampai tiba disuatu tempat, tempat itu berbeda dari sebelumnya, ketika sebelumnya semua pijakan hancur berantakan berisi lahar panas dibawahnya, kali ini adalah sebuah danau es, didepan mereka sejauh ribuan kilometer terdapat gunung es yang menjulang sangat tinggi, "ada orang disana" Zero menunjuk sesuatu, "apakah kita telah keluar dari tempat mengerikan itu?" Sayu terkejut, sebelumnya Sayu merasakan jika dia tidak bisa keluar dari neraka api selamanya, "mungkin saja, kita seharusnya bersyukur bisa keluar tanpa kejadian apapun" Zero menjelaskan, keluar dari tempat mengerikan yang seperti labirin adalah sebuah berkah, jika Zero tidak bisa keluar dari sana selama tiga hari, Zero akan menghancurkan seluruh tempat itu menjadi debu, alasan mereka bisa keluar dari tempat itu adalah Zero mengambil mutiara biru yang diletakkan dipembatas alam, mutiara langit menutrisi alam dengan menyalurkan energinya kealam, jika mutiara langit menghilang, otomatis alam itu akan kehilangan energi dan auranya, sehingga mekanik didalam medan menghilang dengan sendirinya, Zero tidak peduli dengan hal itu, tapi Zero pernah membaca jika mutiara langit dapat membuat tempat biasa menjadi luar biasa.
__ADS_1
Diam diam Zero tiba tiba menghilang, dari awal dia sudah menyembunyikan kekuatannya agar tidak terlihat mencolok, tidak ada yang memperhatikannya, 'dimana dia, kenapa tiba tiba menghilang?' Livia terkejut, disaat dia sedang memberitahu agar Sayu tidak masuk terlebih dahulu dan menunggu, dia merasakan hawa keberadaan Zero menghilang dalam sekejap. Sementara itu ditempat lain, Zero sudah masuk kedalam gua, dilapisan luar, terdapat sebuah penghalang yang kuat, tapi tidak cukup kuat untuk menghentikannya, Zero menembus penghalang dengan sangat mudah "kuharap makhluk disini kuat, akan tetapi melihat penghalang didepan aku tidak yakin" Zero melangkah masuk kedalam, disekeliling gua hanyalah lapisan es, tidak ada apapun selain itu, jalannya juga hanya terus lurus, Zero sudah berjalan hampir setengah jam, tapi tidak menemukan apapun, kemudian Zero berhenti, jalan didepan bercabang, tidak ada perbedaan yang signifikan antara keduanya, "hmm, kurasa jalan yang dikiri seharusnya lebih berbahaya" Zero mengelus dagunya, "tapi sebelah kanan juga tidak jauh berbeda, ini membingungkan" Zero mengamati keduanya, "oh ya, kenapa tidak menjelajah keduanya saja, hehe" kemudian Zero berjalan masuk kesebelah kiri, setelah masuk Zero terus melangkah menyusuri gua, akhirnya menemukan ruangan yang besar didalamnya, pohon raksasa berdiri ditengahnya, selain itu ada juga beberapa tanaman disebelah pohon raksasa, dipojok ruangan suara dengkuran terdengar sangat keras, harimau putih tertidur disana, Zero langsung berlari dengan kecepatan penuh, menghampiri harimau putih yang sedang tidur, setelah sampai disamping harimau, Zero langsung menendangnya, harimau putih terbang membentur dinding gua es, suara benturan terdengar sangat keras, es dari atap gua roboh sedikit demi sedikit "kucing kecil, bangunlah dan bermain denganku".
__ADS_1