
"Saatnya berpesta" begitu Zero mengucapkan
kalimatnya, Zero menghilang dari tempat berdirinya, melesat kencang bagaikan
cahaya yang menembus pepohonan ke arah para binatang itu datang, gerakannya
sangat lincah seolah olah telah melewati ratusan pertempuran hidup dan mati, di
matanya hanya ada tatapan membunuh, tidak ada rasa takut sama sekali. Zero melesat
ke arah monster monster binatang, menuju barisan terdepan, tangannya mengepal, kakinya
menendang monster beruang hitam, begitu terkena tendangan Zero, monster itu
terpental mengenai monster monster yang dibelakangnya, ‘menyenangkan sekali’
Zero berpikir untuk mengalahkan semua monster, mereka hanyalah sekumpulan
monster Rank E-, sekarang Zero menggunakan tangannya untuk memukul gerombolan
serigala yang datang setelah beruang ganas itu terkapar, begitu tangan Zero
mengenai tubuh serigala, diiringi dengan dentuman keras terdengar, tubuh
serigala itu hancur berantakan, hanya menyisakan kepala dan bagian belakangnya
saja, Zero menyeringai, mulai menikmati pertempuran demi pertempuran.
10 Hari kemudian
“Hei Zero, apa kau tahu?, kemarin ditemukan sejumlah mayat monster
binatang di hutan belakang, katanya ada seorang ahli yang bertarung dengan
tangan kosong disana” Erald menarik kursinya, dan duduk di depan Zero, saat ini
mereka berdua berada di salah satu restoran di Kota Awan, “Oh ya, itu hebat”
Zero meletakkan gelasnya, ‘mereka sangat lambat, dengan suara dentuman keras,
mereka baru menemukannya setelah 10 hari, itu konyol’ Zero mengejek kinerja
para penjaga kota di hatinya, bagaimanapun mereka, para penjaga di kota ini
idiot, mereka takut kehilangan nyawa mereka. “Mereka menempelkan poster, bagi
siapapun yang bisa menemukan ahli itu, maka akan diberi hadiah oleh penguasa
kota” Erald mendesah, normalnya siapapun yang melaporkannya pasti akan diincar
oleh ahli itu, karena identitasnya terbongkar, dan juga kekuatan seperti itu
dapat menghancurkan sebuah kota dalam satu malam, “menurutmu siapa ahli itu?”
Zero bertanya kepada Erald, “entahlah, kalaupun aku tahu, aku tidak akan
melaporkannya, aku ingin belajar dari ahli itu”, Zero bernapas pelan, dia
berencana untuk tidak membongkar kekuatannya kepada siapapun, walaupun mereka
mendapatkan kepercayaannya. “3 hari lagi portal itu akan terbuka, bagaimana
__ADS_1
menurutmu kalau kita bekerja sama menyelesaikannya, para keluarga besar dari
seluruh penjuru sudah berdatangan, bahkan sang pangeran mahkota dari Kerajaan
ini, Kerajaan Sky ikut berpartisipasi” Erald menjelaskan seluruh situasi dalam
10 hari terakhir.
Menurut Erald, di kerajaan ini terdapat beberapa keluarga
besar yang ikut berpartisipasi, termasuk keluarga Vidia dan Keluarga Wayne, dan
juga beberapa keluarga besar. Mereka yang ikut masuk ke dalam portal rata rata
hanya sampai tingkat Iron, kecuali beberapa putra dan putri dari beberapa
keluarga besar yang sampai pada tingkat Copper atau setara dengan Rank E, Erald
sendiri juga sampai pada tingkat Copper, dan juga dia yang termuda dari
keluarganya, beberapa tetua dari keluarganya bahkan sampai pada tingkat Iron
yang setara dengan Rank D-, sedangkan untuk tingkat diatasnya, menurut Erald,
mereka adalah legenda, akan tetapi bukan berarti tidak ada, hanya saja mereka
adalah rahasia Kerajaan. Dan juga jarak antara satu tingkat ke tingkat lainnya
bagaikan langit dan bumi, mereka sangat berbeda, jika ada 100 orang di tingkat
Iron, mereka tidak akan bisa mengalahkan 1 orang di tingkat Brass atau setara
dengan Rank E-. Sedangkan Zero sendiri hanya mengandalkan auranya untuk sampai
Iron ataupun Gold, tubuhnya tidak akan bisa bertahan karena tubuhnya tidak
cukup kuat untuk menampung aura sebanyak itu, Zero sekarang hanya bisa mencari
teknik penguat tubuh ataupun yang lainnya untuk mencapai tingkat yang lebih
tinggi.
Tiba tiba beberapa orang mendobrak pintu restoran dengan
keras, “Menyingkir dari jalan tuan muda, dasar orang rendahan” seseorang
berteriak di depan pintu, pegawai restoran itu tampak tenang, seperti professional,
seolah semua ini adalah hal yang sering terjadi, mulai meladeni orang yang
membuat keributan. “Erald, siapa mereka?” Zero bertanya kepada Erald, kesal
karena tiba tiba obrolannya terganggu oleh orang orang hina ini, “Mereka dari
keluarga kelas dua, keluarga Devoners, yang dibelakang pengawal itu adalah Grab
Devoners. “oh, seseorang dari keluarga kelas dua berani membuat masalah di sini,
apakah mereka tidak takut dipukuli” Zero heran, orang orang bodoh itu tidak
diajarkan sopan santun atau mereka memang idiot. Zero berdiri dari kursinya,
__ADS_1
bersiap siap untuk pergi, “kau yang disana, jangan pergi dulu, temanilah tuan
muda kami bermain dulu” pengawal bodoh itu tiba tiba datang kearah Zero dan
Erald, Zero tersenyum, berpikir bahwa mereka orang bodoh yang suka membuat
masalah, Erald tiba tiba berdiri, akan tetapi dihalangi oleh Zero. Zero
berbisik kepada Erald “ketika mereka duduk disini, kau segera pergi, mungkin
beberapa diantara mereka akan mengejarmu”.
Orang orang itu mulai berjalan pelan kearah Zero berada
dengan senyum menjijikkan, begitu mereka duduk, salah satu pengawal mereka
merangkul Zero dengan keras, Zero terpaksa duduk untuk mengikuti rencanannya,
Erald langsung berlari kabur keluar dari restoran makan itu, Grab menyuruh dua
orang pengawalnya untuk mengejar Erald, mereka tidak tahu jika mereka malah
menuju kematian. Grab duduk berhadapan dengan Zero, posisinya sangat arogan,
dengan dua kakinya yang diatas meja, menyebabkan Zero ingin membunuhnya, Zero
menahannya sangat keras untuk tidak membunuh mereka, lagipula mereka hanyalah
Rank F+, tuan mereka juga sampah, Grab sendiri hanyalah rank F, lebih rendah
daripada pengawal mereka, “hei kau, siapa namamu?” pengawal yang merangkul Zero
itu bertanya sambil mengeraskan rangkulannya, Zero melepaskan Aura tingkat
Brass, Auranya menyelimuti para pecundang di sekitarnya, pengawal itu tiba tiba
mengendurkan cengkeramannya, merasa panik dengan aura yang dikeluarkan Zero,
begitu juga dengan Grab. Grab merasa panik, dirinya tercekik, kesusahan
bernafas karena aura yang menyelimutinya dan para bawahannya, Grab menurunkan
kakinya “kau, kauu, siapa kau?’ Grab bertanya dengan gugup, sambil mengacungkan
jarinya kea rah Zero. “aku, siapa aku?, jika kau ingin menanyakan nama
seseorang, alangkah baiknya jika kau memperkenalkan diri dulu” Zero
menyeringai, seorang pengawal mencoba melarikan diri, tiba tiba kepalanya hilang,
seolah kepala itu meledak dengan sendirinya. Zero hanya memusatkan hawa
membunuhnya untuk mencegat pengawal itu melarikan diri, tapi tidak disangka
malah membunuhnya. Pengawal itu mati karena otaknya meledak, tidak bisa menahan
tekanan dari master tingkat Bronze, pengawal itu terjatuh, orang orang yang ada
disana keluar dengan cepat kecuali orang orang Grab, “jangan khawatir, aku akan
membayar semuanya, dan juga kompensasi” Zero berkata kepada pelayan restoran
__ADS_1
itu, setelah itu Zero menaruh kakinya di atas meja, “hei kau, apa kau ingin
hidup?”