Destiny King

Destiny King
Mengambil Tindakan Langsung


__ADS_3

Ibukota Faiyum hari ini sangat ramai, ada banyak master berkeliling di jalanan Ibukota. Ras Iblis, Ras Setengah binatang, Ras Naga Laut dan banyak Ras lainnya. Kekuatan dari masing masing ras juga tidak kalah kuat dengan yang lainnya.


Zero memasuki halaman Istana, tidak ada yang berubah dari sebelumnya, Livia memimpin jalan untuk memasuki Istana, ketika masuk ke dalam Zero merasakan beberapa keberadaan yang kuat berada di dalamnya, Zero dan Livia terus berjalan masuk ke dalam.


Zero membuka pintu ruang takhta, setibanya di ruang takhta, Kaisar duduk di singgasana, di sampingnya ada Permaisuri Kaisar, Sang Permaisuri tampak mirip dengan Livia, perbedannya hanyalah usia dan tubuh yang dewasa. Di belakang Kaisar terdapat lima orang master, dua diantaranya adalah yang pernah dilihat Zero setelah bertarung dengan Kaisar Langit.


Beberapa orang duduk sambil menikmati hidangan yang tersedia, Ras Naga Laut berada paling dekat dengan Kaisar, diikuti dengan Ras Setengah Binatang, Ras Manusia dan Ras Iblis, mereka adalah para Raja dari Empat Kerajaan Utama di Benua Langit. Kekuatan mereka paling rendah adalah -E, itupun adalah para bawahan mereka.


"Memberi hormat pada Sang Permaisuri Agung." salam Zero, dia membungkuk hormat dan menangkupkan tangannya.


Permaisuri tersenyum kepadanya kemudian mengangguk, ini adalah pertama kalinya Zero melihat langsung Sang Permaisuri, sebelumnya Livia hanya menceritakan tentang Ibunya, sekalipun tidak pernah membahas tentang Ayahnya. Kaisar pura pura batuk saat melirik Zero, para petinggi yang lain melihatnya sesaat, kemudian kembali dengan kesibukannya masing masing.


"Salam Ayah, Ibu." Livia melangkah masuk setelahnya, para petinggi Kerajaan yang lain terperangah, untuk pertama kalinya mereka langsung sang Putri keluar.


"Mungkinkah, dia.." Raja Kerajaan Api tercengang, tidak menyangka akan melihat langsung sang Putri sendiri.


Biasanya Livia tidak akan pernah menemui tamu tamu penting, tapi hari ini untuk pertama kalinya dia menunjukkan diri ke publik. Para petinggi yang lain juga tak kalah terkejut. Kaisar segera menenangkan semuanya, kemudian tersenyum bangga.


"Silahkan." Kaisar mempersilahkan mereka berdua untuk ikut dalam pertemuan penting ini.


Zero mengambil tempat duduk paling ujung, kursi kursi membentuk huruf "U" terbalik dengan Kaisar Langit yang berada di ujung tengah, peserta pertemuan berjumlah enam belas, empat dari pihak Kekaisaran termasuk Zero dan para Raja dengan dua pengikutnya . Livia pergi mengikuti Zero, kecantikannya mengundang minat para petinggi kerajaan lain, tapi mereka tidak berani mengucapkan sepatah kata pun karena Kaisar berdiri di belakangnya.


"Baiklah, karena kita sudah berkumpul, mari kita mulai." Seru Kaisar.

__ADS_1


"Yang Mulia, sejak kapan anda melemah dan hampir kalah bertarung dengan anak kecil." Raja Kerajaan Api langsung melontarkan hinaan dalam bentuk candaan.


"Sirius, kau terlalu berlebihan." Viri Wenerer, Ras Naga Laut, Raja Kerajaan Air menasehatinya.


"Apa? Bukankah itu patut dipertanyakan? Jika Kaisar kalah dari anak kecil, akan ditaruh dimana wajah kita?" Gladia Trinity, Ras Banteng setengah manusia, sang Raja Kerajaan Bumi juga menpertanyakan Kaisar.


"Cukup, anak itu memang sangat kuat, jika kalian tidak percaya kalian coba saja sendiri." Kaisar menjelaskan. Tapi yang lain tidak percaya begitu saja, mereka tidak tahu jika orang yang berada di maksud adalah Zero.


"Yang Mulia, bagaimana mungkin kami percaya begitu saja. Kita telah berlatih selama ratusan tahun dan kita tidak bisa menembus batasan tingkat begitu saja. Jadi bagaimana bisa seorang pemuda yang belum menyentuh kepala dua puluh dapat menembus batasan." Sirius terus saja mengoceh, Kaisar hanya mengangguk, Permaisuri juga tampak tidak terganggu.


"Sirius, apa kau tahu kenapa putramu menghilang?" Dalam kebisingan itu Zero tiba tiba angkat bicara, orang yang tidak dianggap penting oleh mereka. Sirius menatap Zero, mengandung niat membunuh yang mengerikan, tapi itu tidak berdampak padanya.


"Nak, katakan apa yang kau tahu!!" Suasana menegang dalam sesaat setelah Zero berbicara, semuanya terdiam memandangi Zero, kabar hilangnya putra kedua Kerajaan Api telah menyebar secara luas, tidak ada yang tau apa yang terjadi sebenarnya.


"Nak, katakan. Aku akan memberimu apapun yang kau mau." tawar Sirius.


"Jika aku menginginkan nyawamu, apa kau akan memberikannya?" Zero menyeruput teh di mejanya. Sirius menggebrak meja dengan keras, membuat semuanya menelan ludah, situasi ini sudah diluar kendali.


"Kau bisa memakan apapun yang kau mau, tapi kau tidak bisa mengatakan apapun sesukamu." Sirius berteriak, suaranya terdengar sampai luar ruangan.


"Cukup, katakan saja nak." Kaisar bersuara dalam ketegangan itu, yang lain mengangguk mensetujuinya, Zero dalam posisi tidak menguntungkan kali ini.


Meski begitu, Kaisar hanya memprovokasi agar Zero memukul Sirius, orang tua itu cukup licik.

__ADS_1


"Aku yang membunuhnya." Dalam keheningan menunggu jawaban Zero, Livia bersuara pelan. Sontak orang orang disana tidak menyangkanya, pengakuannya tampak natural seolah Livia benar benar membunuhnya


"Yang Mulia Putri, apa yang anda katakan itu benar?" Sirius masih ragu dengan pengakuan Livia, mungkin saja bukan dia yang membunuhnya, melainkan hanya untuk melindungi sang pembunuh.


"Putriku, perkataanmu dapat menyebabkan perpecahan kedua belah pihak dan menyebabkan ribuan nyawa melayang. Jangan bercanda." seru Kaisar.


"Sudah terlambat, perang sudah dimulai. Untuk apa membicarakan tentang perpecahan." Livia masih dengan tenang duduk disana, Zero tidak menyangka gadis itu akan seberani ini.


Sosok dibelakang Sirius menghilang dan muncul kembali di depan Zero dan Livia dalam sekejap, sebuah belati tertarik dari sarungnya dan siap menerkam mangsanya. Kaisar yang melihat itu diam saja tidak melakukan apapun, Sirius tampak sangat marah, auranya menyebar di seluruh ruangan takhta, kekuatannya yanv telah mencapai titik puncak menindas yang lainnya kecuali Permaisuri yang dilindungi Kaisar dan Zero.


Tanpa basa basi Zero maju menyerang orang itu, menendang kepalanya dengan sekuat tenaga, orang itu terhempas jauh menembus tembok tembok Istana dan mati dalam sekejap, kepalanya remuk dan pecah, menyebabkan suara dentuman berisik. Para petinggi Kerajaan lain menelan ludah melihat Zero yang menendang seseorang di rank E seperti menensang kertas.


"Lancang!!! Siapa lagi?!?!" Teriak Zero, suaranya menggema di seluruh ruangan.


Sirius menyulut bibirnya, kekuatan orang yang menyerang bawahannya hampir sama dengan dirinya, Kaisar memanggut dari jauh, Permaisuri juga melihatnya kemudian tersenyum pada Zero, saat itu Zero tidak memerhatikan.


"Ahh Bukankah sudah kuberitahu kalau kekuatannya sangat kuat." Kaisar bertepuk tangan, diikuti dengan Permaisuri.


"Yang Mulia, apakah dia orangnya?" Raja Kerajaan Iblis, Raja Xenoz yang sejak tadi diam mengamati situasi mengambil bicara.


Kaisar mengangguk, petinggi lainnya melongo memandangi Zero, sejak tadi dari awal masuk Zero tidak mengeluarkan auranya sedikitpun, hanya tampak seperti orang biasa di mata mereka, dari ciri ciri yang disebutkan Kaisar tidak ada satupun yang mirip dengan Zero.


Sebelumnya di mata mereka, pemuda yang hampir mengalahkan Kaisar adalah seorang pria terkemuka, hatinya lembut dan suka berbuat baik, tapi kenyataan berkata sebaliknya.

__ADS_1


"Satu langkah... Jika ada satu dari kalian yang berani mengambil langkah disini , walaupun hanya satu langkah kecuali Kaisar dan Permaisuri, aku akan mengambil nyawanya." Perkataan Zero terdengar bagai guntur di telinga mereka, kekuatannya mendominasi seluruh area, bahkan Sirius tidak berani gegabah mulai saat ini.


__ADS_2