
Tubuh Kaisar Langit bersinar terang, angin yang sangat kencang menyapu seluruh area sekitar, zirah emasnya berkilauan cahaya.
"Bocah, lihat ini. Ini adalah arti dari kekuatan yang sesungguhnya." Seru Kaisar.
Perlahan cahaya ditubuhnya mulai meredup, menampilkan sosok Kaisar yang gagah dengan zirah megah. Zero mengerdipkan matanya, dia tersenyum menanggapi Kaisar yang pamer dihadapannya.
"Kalau begitu, biar aku mencoba arti kekuatanmu itu." Remeh Zero.
Kedua tangan Kaisar diangkat keatas, ribuan tombak muncul dari udara di langit, semua tombak itu kekuatannya bisa membunuh rank -E dengan mudah, dan ini jumlahnya mencapai ribuan.
"Bagaimana? Apa kau merasa putus asa?" ejek Kaisar Langit, menatap Zero remeh.
Zero mempersiapkan posisi bertahan, menggenggam pedangnya dengan erat, petir di langit menyambar nyambar, seolah berteriak mendukungnya. Kaisar menghempaskan tangannya, ribuan tombak mulai menghujani tanah.
Gerakan Zero sangat cepat, menangkis semua tombak dari segala arah, pedangnya terus berputar, bagaikan menari diantara gempuran senjata. Kaisar tidak memberi kesempatan untuk Zero beristirahat, dia terus membuat membuat Zero kewalahan.
"Apa hanya ini kemampuanmu?" Zero mengejeknya lagi, tubuhnya belum terluka sedikitpun, tampaknya serangan itu tidak cukup untuk membuat luka di tubuh Zero.
Kaisar mengerutkan dahi, dia mengamati Zero dengan teliti. Kaisar terkejut belum ada sedikitpun bekas luka yang ada di dirinya. Tombak emas muncul di tangan kaisar dan langsung menyerang Zero bersama ribuan tombak yang menghujani.
"Kena kau." Gumam Zero.
Menghindari hujan tombak, tubuh Zero seperti menari di atasnya, bergerak menghindari semua arah serangan, Kaisar maju menyerang, tombaknya tepat terarah pada dadanya, Zero menyambut Kaisar Langit dengan tebasan pedang.
Kaisar dengan tepat menghindarinya, tebasan Zero mengenai angin, membelah semua pepohonan di belakangnya sejauh ratusan mil, pohon pohon ambruk saling menimpa satu sama lain.
"Kembali." Zero berbisik.
Tiba tiba pedang yang dilempar sebelumnya terbang kembali, lintasan pedang searah dengan tubuh Kaisar. Kaisar Langit tak sempat menghindar, pedang Zero mengenai zirah di kepalanya, menyebabkan zirah kepalanya hancur berkeping keping.
Untungnya hanya zirah emas Kaisar yang hancur, bukan kepalanya. Zero mendesis, tidak menyangka zirahnya sanggup menghalangi pedangnya, Kaisar Langit terkejut dengan itu, tombak tombak yang sebelumnya tertancap di tanah karena tangkisan Zero menghilang, tampaknya itu bukan tombak sungguhan.
__ADS_1
"Pak tua, apa artinya ini? Apa kau belum makan siang?" Zero mencelanya, memandang Kaisar dengan tatapan merendahkan, wajah Zero membentuk senyum kemenangan.
"Bocah tengil, jangan meremehkanku!" Kaisar berteriak, kali ini tubuhnya memancarkan aura yang lebih kuat.
"Kemarilah, tunjukkan semua kemampuanmu." Zero terus memprovokasi tanpa henti. Jari tengahnya diacungkan ke arah Kaisar.
Aura Kaisar Langit melonjak drastis, berbeda dari sebelumnya, sekarang Kaisar Langit terlihat seperti orang yang benar benar berbeda, angin berdesir kencang, tanah tanah mulai retak dimana mana.
Zero mempersiapkan diri menghadapi kembali, kali ini sepertinya adalah puncaknya. Kaisar Langit menatap Zero, auranya tidak berkurang sedikitpun, sebaliknya itu malah terus bertambaj seiring waktu. Zero tidak bisa menunggu sampai Kaisar terus bertambah kuat.
Kedua pedang telah siap di genggaman, Zero melesat cepat, menembus semua halangan di sekitar, Kaisar tidak lengah sedikitpun dan terus fokus memperhatikan Zero.
Dalam satu kedipan mata, Zero berada di belakang Kaisar Langit, pedangnya terangkat ke atas, siap untuk menebas kepala Kaisar.
"Kau terlalu muda untuk itu." Kaisar Langit mengarahkan tombak emas ke belakang. Menghalangi lintasan pedang Zero.
Suara dentingan senjata terdengar memekakan telinga, dua aura kuat bertabrakan satu sama lain, gelombang aura mereka memancar kemana mana, menyebabkan kerusakan yang terjadi di sekitar.
Setelah beberapa saat berhenti, Zero akhirnya yang mulai bergerak, dalam sekejap mata tubuhnya menghilang dari pandangan Kaisar, dan muncul kembali di samping Kaisar Langit, kedua pedang terhunus bersamaan menyerang Kaisar.
Kaisar yang menyadari itu tidak diam saja, dia bergerak menghindari ayunan pedang dengan halus, gerakannya tidak kasar, seolah sudah menebak Zero akan berada disana. Zero kembali mengayunkan pedang, sekarang melesat secepat kilat.
"Pak tua, kau tidak berpikir akan terus menghindar, kan?" Cemooh Zero.
Zero terus menyerang, kadang muncul di samping Kaisar Langit dan terkadang juga muncul kembali di atas, di depan, dan di belakang Kaisar Langit, gerakannya sangat tidak teratur dan tidak dapat ditebak, suara dentingan senjata terus terdengar, api yang menyala dan petir menyambar setiap kali senjata mereka berbenturan.
Kaisar mulai terlihat kewalahan, perlahan tapi pasti, kecepatan Zero semakin lama semakin cepat, dan gerakannya yang semula kasar seolah dipoles menjadi halus di setiap serangannya.
Area pertempuran kacau balau, terdapat kekuatan yang kuat tersisa di setiap inci tanah, Kaisar terus menangkis serangan Zero sampai akhirnya Kaisar Langit meledakkan auranya, gelombang ledakan menyebar di area pertempuran, membuat Zero terpental jauh ketika hendak menyerangnya, untungnya dia tidak jatuh, Zero menyeimbangkan tubuh kembali.
"Sialan, orang tua itu mengerikan." Zero mendengus kesal.
__ADS_1
Tidak memberi kesempatan untuk maju, Kaisar menyerang balik, tombak diacungkan ke Zero, gerakannya tidak kalah cepat dari Zero walaupun tidak secepat dirinya.
"Perhatikan langkahmu." Teriak Kaisar.
Kaisar menyerang tepat dihadapan Zero, akan tetapi Zero berhasil menangkisnya dengan kedua pedangnya, bentrokan senjata terus berdengung tanpa henti, mereka tak henti hentinya saling menyerang satu sama lain. Kaisar kali ini mengeluarkan teknik ribuan tombaknya kembali, semuanya mengarah pada Zero.
"Menyerahlah, bocah." ejek Kaisar.
Kaisar menyerang bersamaan dengan tekniknya, semua tombaknya terhunus kearah Zero. Zero mati matian menahan semua itu, Kaisar melihat celah ketika Zero sedang menangkis serangan dari dirinya dan tekniknya. Mengambil kesempatan itu, Kaisar menyerang Zero dengan tombak, kaki Kaisar menendang Zero dan berhasil mengenai perut. Zero tidak menyangka Kaisar akan menemukan celah dalam dirinya, terkena tendangan tersebut Zero terpental jauh ke belakang, terbang ratusan mil dan menabrak gunung.
Zero terjatuh dari ketinggan ratusan meter, tubuhnya menabrak tanah dibawahnya.
"Sialan, pak tua itu bermain kotor." Zero mencela Kaisar, tidak menerima kekalahan dirinya.
Mulutnya mengeluarkan banyak darah, mengotori tanah yang dipijaknya menjadi merah, Zero mengusap mulut yang bersimbah darah, tidak menyangka akan seperti ini. Kaisar tidak menunggu lama, saat Zero terpental jauh, dia segera bertindak ke tempat musuh jatuh.
"«Dark Star» datanglah!" Teriak Zero, dia mengeluarkan semua kekuatannya, akan tetapi saat itu Kaisar tiba di hadapan dirinya, mengacungkan tombak emas tepat di lehernya.
"Menyerahlah, aku akan mengampunimu." ucap Kaisar, tombak emasnya sedikit mengenai leher Zero, goresan tombaknya dengan mudah membuat luka, sedikit darah keluar dari goresan.
"Hahaha, itu sudah terlambat. Pak TUUAAA!!! hahahaha." Zero tertawa kencang.
"Apa yang kau mak.." Guntur di langit terhenti, Kaisar menatap langit, kegelapan sebelumnya digantikan dengan sebuah bola hitam raksasa yang berada di langit.
Seolah menelan semuanya, bola hitam raksasa itu sangat besar, sebuah kota kecil tidak dapat menandingi ukurannya, sebelumnya Zero pernah mengaktifkannya, saat itu dengan seluruh kekuatannya, ukurannya dapat menghancurkan benua ini dengan mudah, tapi kali ini karena keadaan terdesak, ukurannya mengecil beberapa kali lipat.
Akan tetapi, kekuatannya cukup untuk menghancurkan sebuah Kerajaan dengan sekali serang, Kaisar terperangaj melihatnya, bola hitam raksasa tersebut terus turun , perlahan jatuh dari ketinggian.
"Nak, jika aku membunuhmu, apakah bola hitam itu akan berhenti?" tanya Kaisar.
"Coba saja jika kau berani, mungkin saja Kekaisaranmu akan runtuh setelahnya." Zero menyeringai tajam, mengancam Kaisar.
__ADS_1