Destiny King

Destiny King
Kegelapan Tak Terbatas


__ADS_3

Zero menengadahkan tangannya, dia berdiri terbang di langit, di atas tanah sejauh ribuan kaki, matanya melihat ke bawah, mengamati situasi di bawah yang berantakan, dia mengepalkan tangannya, muncul sebuah retakan hampa di atas empat minatour itu, seketika api minatour itu padam, disekitar gerbang portal sudah tidak ada aura ataupun oksigen, retakan dimensi itu terhubung ke kegelapan, tidak ada yang tahu apapun disana, ini pertama kalinya Zero menggunakan retakan dimensi, tidak menyadari efeknya bisa sekuat ini, "hmm, seperti ada yang kurang", Zero meletakkan tangannya kembali, dia mengambil pedang yang diberikan Erald dari pinggangnya, "Destiny Changer" Zero menggunakan skillnya, pedang yang semula hanya seperti pedang biasa tanpa ada aura sedikitpun sekarang berubah, pedang itu berwarna hitam, gagang pedangnya berwarna hitam, dilapisi kain putih, bilahnya terdapat ukiran yang sangat cantik, panjang pedang itu hanya setengah meter, tapi itu menampilkan penindasan yang sangat hebat, pada dasarnya Zero dapat mengubah apapun benda yang menjadi miliknya dengan menggunakan skill.


Retakan itu terus membesar, beberapa saat yang lalu, retakan itu sebesar satu meter, sekarang itu terus membesar hingga sekarang menjadi hampir seratus meter, minatour itu tetap tenang disana seperti patung, seolah tidak ada apapun yang mengganggunya, seseorang mencoba masuk masuk, tetapi orang itu langsung terbakar, walaupun aura disana sudah diserap habis oleh retakan dimensi, orang itu tetap terbakar, Zero melibaskan pedang ke bawah, membuat sekumpulan bilah angin, dikalan angin itu terus menuju ke bawah, angin itu terus berubah warnanya, sekarang menjadi hitam legam, bahkan cahaya tidak berani mendekatinya walaupun itu di siang hari, angin hitam menuju ke arah retakan itu, benturan angin hitam dengan retakan dimensi membuat retakan itu semakin melebar hingga puluhan mil, orang orang yang berada di sana langsung panik, mereka seperti lalat yang terbang berantakan, Zero hanya melihat dari atas, menunggu minatour itu terhisap ke retakan dimensi milik Zero.

__ADS_1


"Erald, ayo kita mundur" Zenish menggenggam tangannya, sedangkan para tetua hanya melihat kekacauan itu, banyak orang yang masuk dan terbunuh oleh retakan dimensi itu, sementara minatour masih belum bereaksi, orang yang tidak cukup kuat akan terhisap ke dimensi itu, orang orang yang berharap masuk ke portal rahasia malah berakhir terhisap ke retakan dimensi yang tidak ada ujungnya, Erald hanya menurut dengan yang dikatakan Zenish, Dean membuka kakinya, selapis cahaya berdiri disekitar lima orang itu, sesaat kemudian mereka menghilang, Dean menggunakan teknik teleportasi miliknya untuk membawa mereka.


Di tempat lain, Livia masih menunggu di samping Sayu, dia duduk sambil bersandar di pohon, sebelumnya Livia membawa Sayu pergi ke tempat yang aman, sangat jauh dari kekacauan di portal, dia melihat dari kejauhan, melihat empat minatour dan retakan dimensi itu, hatinya penuh gelisah, 'apakah mungkin orang yang sama?' Livia diam diam berpikir dalam benaknya, tidak mengetahui apa maksud dari orang tersebut, Livia menghela nafas melihat retakan yang sangat besar itu, kekuatan yang mengerikan terpampang jelas disana, bahkan tempat Livia sekarang berada masih merasakan kekuatan penghancur yang sangat kuat disana, untungnya itu hanya ditujukan untuk minatour tersebut, jika tidak, mungkin semua makhluk hidup disekitarnya akan mati.

__ADS_1


"Paman, tapi mungkin temanku Zero masih disana!" Erald menghentikan langkahnya, jauh di dalam hutan yang sangat rimbun, sedikit cahaya yang bjsa masuk ke sana, " tidak mungkin, bahkan aku sudah tidak merasakan keberadaannya disana" Dean menjelaskan kepada Erald, hanya dia yang terlihat tenang, Dean memperhatikan gerak gerik Zero dari awal, sebelumnya dia mengira Zero hanya bocah biasa, tapi sekarang sepertinya itu tidak mungkin, melihat bahwa dia mampu memperkirakan para minatour itu akan muncul, dia meremehkannya, 'mungkin saja bocah itu sudah kabur duluan', Erald termenung sebentar, dia langsung menerimanya dengan tenang, seperti yang diharapkan dari penerus keluarga Vidia, kemudian mereka duduk disana, menunggu kekacauan itu kembali mereda, "bagaimana cara kita melewati empat monster itu?, mereka seperti tak tertembus" Roland mulai membuka topik, dia mengutarakan keluhannya, Wade juga mengeluh, Zenish bahkan lebih parah, dia memukuli pohon disana, menyebabkan pohon pohon itu tumbang satu persatu, dia khawatir mungkin saja tidak ada kesempatan untuk menemukan sisa mayat mayat dari keluarga mereka. Erald melihat keempat tetua didepannya, hanya Dean yang terlihat paling tenang, dia seperti terpesona oleh kekuatan mengerikan itu, membuatnya terlihat seperti maniak psikopat, terus berbicara mengenai retakan itu.


Setelah kegelapan menembus pelindung, langit yang retak itu kembali semula, seperti barusan tidak ada yang terjadi, Zero masih menetap di langit, terbang dengan tubuhnya, "saatnya bermain" Zero tersenyum, kemudian Zero melangkah terbang ke samping, portal tiba tiba muncul disampingnya, Zero menghilang di dalamnya, sementara Zero sudah pergi, pelindung kehitaman akibat kegelapan itu itu menghilang dengan sendirinya, pelan pelan pelindung menghilang, setelah menghilang muncul asap di didalamnya, setelah asap menghilang, tampak sebuah gerbang portal yang masih terbuka, tak ada satupun makhluk disana, gerbang portal itu mengambang di udara, meninggalkan jejak tanah di bawahnya yang menghliang, membentuk sebuah lubang sedalam sepuluh meter, keadaan sudah mereda, menghilang dalam kegelapan.

__ADS_1


Zero didalam dimensi yang dibuatnya sendiri, hanya ada kegelapan disana, Zero memerhatikan keempat minatour itu yang mulai meraung, monster itu marah, karena Zero melemparnya ke dimensi lain, Zero melihat mereka yang tidak berdaya, berusaha untuk keluar dari dimensi ini, Zero menyelamatkan orang orang yang terlempar dari dimensi ini, dia sudah mengeluarkan mereka dari sini, mengeluarkan mereka disuatu hutan belantara yang jauh dari monster, yang bahkan Zero sendiri tidak tahu dimana tepatnya itu, hidup mereka tidak terancam, Zero membuat retakan dimensi itu agar tidak membahayakan bagi mereka, mereka hanya terpengaruh oleh kekuatan penghisap yang sangat kuat, walaupun Zero sudah menahannya agar mereka tidak terpengaruh, tetap saja mereka yang lemah tetap terhisap, akibatnya Zero harus mengurusnya agar tidak terjadi masalah. "menyenangkan sekali" Zero menghunuskan pedang, monster monster mendapatkan kembal ketenangannya, mulai memerhatikan Zero, mereka kesal dengan kehadiran yang sudah membuat mereka berpisah dari portal, "manusia, kau akan mati, tuan tidak akan membiarkanmu" dengan suara yang geram dan juga terbatah batah, salah satu minatour itu mengucapkan sesuatu, dia bilang tuan, siapa tuannya, Zero penasaran dengan tuan mereka, "aku tidak tahu siapa tuanmu, apapun itu, aku akan membuatnya berlutut dihadapanku" dengan suara khas bak raja yang berkuasa, Zero tidak takut dengan apapun, minatour itu sangat kesal dengan perkataan Zero, dia mengerti sedikit tentang bahasa manusia, walaupun minatour tidak tahu banyak, dia mengerti bahwa manusia yang dihadapannya menghina tuannya.


"kau akan menyesalinya, manusia" keempat minatour menggerakkan tangannya ke atas, membentuk sebuah bola api biru yang sangat besar, keempat bola itu pelan pelan mulai bersatu, "hebat sekali, aku menyukainya, bagaimana jika aku membuatnya juga".

__ADS_1


__ADS_2