Destiny King

Destiny King
Sebuah Nama


__ADS_3

Zero meneteskan darah dari jari, begitu darah jatuh ketanah, asap muncul disekeliling, memenuhi gua es dengan asap tebal, Zero melukis mantra ditelapak tangan, tanah dibawahnya memulai bentuk lingkaran dipenuhi garis garis sihir, memutari Zero dan harimau putih, asap tebal mulai menghilang, Zero bisa merasakan aura disekelilingnya memudar, Zero bisa merasakan koneksi dengan binatang harimau putih, "itu berhasil?", Zero bersemangat, ritual darah membuatnya memberikan hasil baik, ritual darah adalah ritual yang dilakukan agar posisi yang kontrak setara dengan pembuat kontrak, berbeda dengan kontrak perbudakan, "kenapa begitu mudah?" Zero berharap hal hal agar sedikit sulit baginya, akan tetapi dengan kekuatan dan pengetahuan dirinya membuatnya mustahil dilakukan, luka harimau perlahan pulih dengan sendirinya, kekuatannya mencapai puncak tingkat ketujuh, kepadatan aura disekitarnya sangat banyak, yang bahkan jarang ada tempat seperti itu didunia luar, "kau senang?" Zero bertanya ke harimau putih, harimau mengangguk, tidak berani membantah walau kontrak setara, tapi cukup membuktikan bahwa Zero adalah orang baik, "aku mastermu sekarang, apa kau mempunyai nama?" Zero penasaran, melalui umur yang panjang, harimau putih ini sekarang usianya hampir mencapai tiga ribu tahun, harimau putih menggelengkan kepalanya, "hmm, kalau begitu, namamu sekarang...?" Zero melirik harimau, menanyakan pendapatnya, bakat Zero dalam menamai seseorang sangat buruk, harimau menggeleng kepalanya, semuanya terserah dengan keputusan masternya, harimau hanya mengikuti, "tidak ada cara lain, aku harus bertanya seseorang terlebih dulu", Zero mengangkat tangannya, semua keributan yang sebelumnya terjadi semuanya menghilang dalam sekejap, tapi bekas kekuatan cakaran harimau tidak Zero hilangkan, agar seseorang tidak menetap disini terlalu lama, harimau putih termasuk hewan langka yang sangat mendominasi, kekuatan penghancurnya adalah yang terbaik ditingkatnya, aula lantai es sekarang bersih, tidak ada sedikitpun debu, "ayo keluar, kecilkan tubuhmu, kita akan bertemu orang orang diluar" harimau putih perlahan mengecilkan tubuhnya, sekarang tubuh harimau seukuran kucing biasa, tidak akan ada yang menyadari bahwa dia adalah harimau putih, orang akan mengira bahwa dia adalah kucing putih yang lucu, harimau membuka mulutnya dengan sangat lebar, ukurannya mulutnya dua kali lipat dari tubuhnya, kemudian menelan mutiara langit, mutiara sekarang tersimpan dalam tubuhnya, seseorang tidak akan mencurigai mutiara langit yang sangat berharga ternyata tertelan didalam tubuhnya, "naik kepundakku, kucing kecil" Zero menyentuh pundaknya, mempersilahkan kucing kecil duduk dipundaknya, kucing melompat kearah Zero, Zero mengelus kepala kucing, "sekarang mari kita hajar orang orang diluar" Zero menghilang dalam sekejap, diikuti dengan aliran udara yang sangat kencang.

__ADS_1


Sesampainya diluar, orang orang berdiri berbaris, tujuannya adalah mengalirkan kekuatan kepada satu orang yang berada didepan penghalang gua, Livia dan Sayu bediri paling belakang. Zero tiba disana sendirian, kucing kecil dipundaknya merasa akan muntah, kecepatan Zero dalam menyelinap membuatnya tidak bisa bernafas dengan benar, Zero melihat dari kejauhan, orang orang sedang berkumpul, kemudian menemukan Livia dan Sayu diantara orang orang itu, Zero langsung menghampirinya, menghilang dari tempat tiba dan langsung muncul dibelakang Livia, Sayu tidak memerhatikan, tapi Livia secara samar merasakan keberadaan Zero, "apa kau punya saran untuk sebuah nama?", Livia terkejut setengah mati, hampir saja reflek memukul kepala Zero, tapi begitu melihat Zero, Livia menghilangkan niatnya untuk memukul, "apa yang kau lakukan disini?" Livia berbisik, dia tidak sadar tiba tiba Zero sudah disampingnya, "aku tadi pergi sebentar, jalan jalan dan memungut kucing dijalanan" kucing dipundaknya mengeong, sebenarnya lucu jika orang tidak tahu kebenarannya, Livia memerhatikan kucing putih diZero, itu sangat imut, Livia mengelus kucingnya, "memungut kucing dijalanan?, aku lebih percaya jika orang biasa yang membuat tempat ini" alis Livia mengerut, menaruh rasa curiga kepada Zero dan kucingnya, bagaimanapun tempat ini adalah alam lain, apalagi medan disini sangat aneh, mustahil jika kucing biasa dapat hidup disini, "apa kau ingin masuk kedalam?" Livia menunjuk gua didepan, "tidak, aku tidak...?" Zero terkejut, 'sialan, aku lupa jalur disebelahnya' Zero belum memeriksa gua disebelah harimau putih, dia sibuk bermain dengan kucing sampai lupa memeriksa gua sebelah, Zero tidak ingin kembali lagi kedalam, dia terlalu malas untuk menjelajah lagi, "ada apa?" Livia terheran dengan perubahan ekspresi Zero, "tidak apa apa, hanya saja terlalu senang membuatku melupakan sesuatu".

__ADS_1


Formasi menyebar secara menyeluruh, menyelimuti gua es dibawahnya, "hancurkan" ahli menyuarakan dengan lantang, formasi turun kebawah, tapi seketika hancur ketika bertabrakan dengan penghalang gua, Zero mencibir diam diam, kemudian Zero diam diam menggerakkan jarinya, penghalang seketika hancur berkeping keping, orang orang tidak menyadarinya, "apa kau membantunya?" Livia berbisik kepada Zero, dia tahu bahwa kekuatan seperti itu tidak dapat menghancurkan sebuah penghalang tingkat 6, Livia menyadari Zero membantu menghancurkannya. Orang orang memuji ahli kerajaan dan pangeran, berusaha mencari kesempatan agar dilihat oleh pangeran, setelah menghancurkan penghalang, pangeran mencari kesempatan, dia menghampiri Sayu, "apakah kamu yakin tidak akan ikut denganku?" Pangeran berusaha kembali merayu Sayu, adegan itu dilihat oleh Zero, dia tersenyum, Zero yang berada dibelakang Sayu melihat pangeran dari kepala sampai kaki, "maafkan aku, aku benar benar tidak bisa" Sayu dengan hormat menjelaskan kepangeran, kemudian pangeran melirik Zero, dia kemudian menyeringai jahat, menunjukkan secara terang terangan pikiran jahatnya kepada Zero, 'bodoh dan naif' Zero berpikir seperti itu terhadap pangeran.

__ADS_1


__ADS_2