
Zenish memerhatikan gerbang portal itu, hatinya ragu ragu, akan tetapi mengingat itu diucapkan oleh saudara keempatnya sendirii, dia merasa tidak berdaya, hanya bisa mengikuti apa yang disarankannya, perlahan mereka berlima turun, melangkah ke tempat Zero berada, "Dean, apa yang terjadi?" Zenish mempertanyakan keputusannya, "ada yang aneh dengan portal itu, kita tunggu sebentar lagi" Dean menjawabnya, sementara Roland, Wade, dan Erald hanya memerhatikan, tidak mencampuri keputusan mereka, kemudian Zenish melihat ke arah Zero, tatapan matanya menunjukkan keraguan, Zero yang melihat Zenish hanya mengangguk dengan raut muka serius, Zero melihat keanehan didepannya, perkiraan Zero kalau tidak salah ada bencana yang akan datang.
__ADS_1
Sementara di tempat lain, Livia dan Sayu berlari ke arah portal, jarak mereka dengan portal itu tidak terlalu jauh, "sialan, mereka masih mengejar kita" Sayu mendesah, pikirannya sangat kacau, mereka berdua diburu oleh banyak orang, Livia hanya mengikuti Sayu melangkah, mereka berdua bergerak cepat, memastikan musuh tak bisa mengejarnya, "kita hanya bisa masuk ke portal secepat mungkin, semoga saja kita dengan mereka berpisah" Sayu berharap mereka perggi secepat mungkin, dia tidak lagi berpikir untuk mengkambinghitamkan Livia yang rela berkorban untuknya, Wajah cantiknya sangat serius menghadapi mereka, "berhenti disana, berikan itu kepadaku, atau kau bisa memilih untuk melayaniku!" tiba tiba salah satu dari bos pencuri itu dihadapan mereka, Livia mengernyitkan dahinya, Sayu kaget dengan kehadiran tiba tibanya, mereka sudah terkepung oleh antek mereka, "menyerahlah gadis kecil" kata salah satu orang orang yang menginginkan artefak itu, "artefak itu hanya bisa digunakan tiga kali, dan kami sudah menggunakan semuanya" Sayu maju untuk menghadapi mereka, walaupun kali ini dia sudah kembali ke keadaan semula, tetap saja melawan banyak orang akan sangat melelahkan, belum lagi diantara orang orang itu ada yang kekuatannya setara dengan si rambut merah tadi, dia ingin lari, akan tetapi dia tidak bisa meninggalkan Livia sendirian, "siapa yang peduli dengan itu, aku hanya menginginkan tubuhmu" pemimpin salah satu orang itu berkata tegas, lidahnya menjilat bibirnya, meninggalkan kesan yang menjijikkan, Sayu mengeluarkan pedangnya dari pinggangnya, dia bersiap untuk berkelahi, "Livia, kamu larilah disaat aku mengalihkan perhatian mereka" Sayu membisikkan beberapa kata ke Livia.
__ADS_1
Zero melihat kelima orang yang cemas itu, dia kemudian mengamati gerbang portal lagi, kali ini firasatnya tidak salah, "system, tingkatkan kekuatanku ke puncak dunia ini, dengan kata lain ke rank D+" Zero berkata dengan serius, dia sudah memikirkannya matang matang, kekuatannya tidak akan terekspos keluar jika dia meningkatkannya secara langsung, dia hanya butuh lima menit, dimana orang meningkatkannya sampai ribuan tahun, dia hanya butuh lima menit, sangat singkat, dia juga sudah memperkirakan bahwa dunia ini tidak akan menolaknya karena dia tidak melampaui batasannya, dia sudah memprediksi semuanya, tatapannya kembali serius, [siap bos, omong omong setelah kekuatanmu meningkat, kau akan dapat membuka shop, walaupun itu bukan apa apa bagimu, melainkan hanya inventori sekali pakai], "oh baik sekali, aku ingin melihat barang barang apa yang ada didalamnya, kuharap bukan sampah yang ada didalamnya" Zero tersenyum, dia tidak menyangka jika system shop akan terbuka, Zero menghembuskan nafasnya, kali ini dia tidak seperti sebelumnya yang menyerap aura disekitarnya, dia kali menyerap semua yang ada didunia, tapi itu akan menarik perhatian semua orang, jika ada seseorang yang akan menerobos ke tingkat Adamantium, Zero sudah mengantisipasinya, dia sangat mahir dalam mengendalikan auranya sendiri hingga tidak ada satupun aura yang menarik perhatian orang orang, hanya dia dan system yang mengetahuinya.
__ADS_1