Destiny King

Destiny King
Iblis?


__ADS_3

Livia meredam emosinya, tapi raut wajahnya mengatakan sebaliknya, dia penasaran dengan pembicaraan Sayu dan Zero, tubuhnya tetap tenang, emosinya disembunyikan sedalam mungkin


"Apakah itu benar, Livia?" Tanya Sayu kepada Livia, dia agak terkejut dengan itu, dan mencoba menanyakan Livia apakah itu benar benar terjadi


"Apa yang benar?, Aku bahkan tidak bisa mendengarnya" Jawab Livia, walaupun dia mencoba menyembunyikannya, tetap saja jauh didalam hatinya dia merasa penasaran


"Itu.... Kamu dan Dia... Apakah benar.." Ucap Sayu sambil menunjuk jarinya kearah Zero dan livia


"Apa yang kamu katakan?* Tanya Livia kepada Zero, sekarang dia benar benar menunjukkan emosinya, keningnya mengerut, sepenuhnya berada dalam kendali Zero


"Tidak ada, hanya menyatakan hubungan kerja sama kita" Zero menjawabnya dengan ekspresi acuh tak acuh


"Dan juga, bukankah kamu yang memintanya" tambah Zero, dia seolah menegaskan bahwa hubungan itu benar benar terjadi


"Ya, aku memang memintanya, kalau begitu aku minta maaf" ucap Livia, dia menyerah berdebat dengan Zero, merasa seperti tidak akan bisa menang jika terus melanjutkannya


"Aku juga minta maaf, aku benar benar tidak tahu jika hubungan kalian seperti itu" Ucap Sayu, dia benar benar salah paham tentang hal ini karena perbuatan Zero

__ADS_1


"Yah tidak masalah, anggap saja tidak terjadi apa apa" ucap Zero dengan tenang, dia kembali menghadap ke Alexa, tubuhnya yang diselimuti es tampak sangat kasihan, jika seseorang tidak mengetahui perbuatannya, mereka akan benar benar-benar mengira jika itu hanyalah seorang anak kaya yang dijebak dan dirampok


Zero mengembalikan pedang ke dimensi kegelapan, kemudian menatap tubuh pangeran yang masih pingsan, 'jika aku bisa menggunakan cara yang mudah, kenapa harus dipersulit' pikir Zero, dia kemudian menciptakan api dari tangannya, api itu seukuran dengan telapak tangan Zero, ketika api dikeluarkan, udara disekitar mulai menghangat, tidak ada perasaan dingin sama sekali, itu mulai mencairkan balok es di tubuh Alexa, api milik Zero hanyalah teknik elemen tingkat rendah, namun itu bisa menghancurkan sebuah desa dengan satu serangan, karena dia meningkatkan levelnya langsung ke tingkat tertinggi, dimana tidak ada seorangpun didunia ini yang bisa mencapainya, kalaupun ada, orang itu tidak akan satu generasi dengannya.


Tangan Zero mengayun lembut, melemparkan api langsung ke perut Alexa, Es yang membungkus tubuhnya mencair dalam sekejap, tidak berhenti disitu, api itu langsung mengenai tubuh Alexa, pangeran langsung terbanting kebelakang disertai dengan ledakan yang begitu intens, asap hitam muncul ketika ledakan terjadi, setelah asap menghilang, tubuh Alexa tergeletak terbaring tidak berdaya, tubuhnya membentur dinding es, Alexa yang saat itu terkena ledakan langsung sadarkan diri, dia tidak punya niat untuk mati tanpa mengetahui penyebabnya, tulang punggung Alexa hancur, mulutnya mengeluarkan darah, Alexa tertatih tatih untuk bangkit, tapi dia sama sekali tidak bisa menggunakan tubuhnya.


'aku tidak terlalu berlebihan bukan, padahal aku sudah menahannya' pikir Zero, dia menahan api hingga ke titik tidak akan menghancurkan tubuh, 'ah sudahlah, mungkin karena dia terlalu lemah' Zero tidak mempedulikannya, api itu hampir membunub Alexa, jika Zero tidak menahan api itu sama sekali, kemungkinan Alexa akan mati meleleh karena suhu yang sangat tinggi.


"Aku ingin membunuhnya dengan tanganku sendiri" ucap Livia, dia tiba tiba berbicara, ingin menyelesaikan masalahnya


"Tidak masalah, tapi sebelum itu.." jawab Zero, dia menghentikan ucapannya, kemudian memperhatikan tubuh Alexa, matanya menuju kebagian dada kanan pangeran, bajunya sudah rusak akibat serangan apj, Zero memperhatikan jantung Alexa, pangeran itu tidak mengeluarkan sepatah katapun, bagaimanapun Alexa tidak bisa menggerakkan satupun jarinya


"Nak, kau sangat hebat, jika kau bersedia bergabung denganku, aku bisa menyediakanmu kedudukan, kekuatan, wanita, uang dan apapun yang kau mau" makhluk itu berbicara, asap emas perlahan berubah menjadi sesosok manusia, tubuhnya sangat ramping, kurus, tulang tulang tangannya terlihat jelas, wajahnya menyeramkan, tubuhnya memancarkan aroma aneh, telinganya panjang, mulutnya penuh dengan taring, makhluk tersebut memakai pakaian hitam, terlihat bagaikan iblis nyata, dia mencoba merayu Zero dengan iming imingnya


"...." Zero terdiam, dia masih bingung antara untuk tertawa ataupun sedih, jelas saja, Zero bisa memiliki semua itu bahkan tanpa bantuan makhluk itu


"Apa kau iblis, atau semacamnya?" Ucap Zero

__ADS_1


"Pertanyaan bagus, aku iblis pertama di dunia ini, sebut saja *Raja Iblis" jawab raja iblis, dia masih tetap diam ditempatnya, nampaknya raja iblis benar benar tertarik dengan Zero


"Kalau begitu, kau diamlah, aku benar benar tidak tertarik denganmu" ucap Zero dengan acuh tak acuh, Zero tidak peduli dengan raja iblis itu, Zero melihat kearah Alexa, 'ohh, dia masih hidup' pikir Zero, tidak mudah untuk menyimpan makhluk sekelas raja iblis didalam tubuh lemahnya


"Nak, jangan kura..." Ucapan raja iblis berhenti ditengah tengah, tiba tiba raja iblis itu terikat oleh rantai yang muncul dari udara, rantai itu mengikatnya dengan sangat erat, bagian luar rantai terselimuti oleh aura kegelapan yang sangat pekat, api hitam menyala di semua bagian rantai


"Semakin kuat memberontak, maka rantai ini akan semakin kuat, tidak peduli sekuat apapun makhluk yang terikat, selama dia lebih rendah dariku, rantai itu tidak akan pernah bisa lepas, kecuali aku menginginkannya, itulah *Chain of Restraint Hell*" jelas Zero, agar musuh tak mencoba kabur, Zero mengangkat tangannya, rantai pengekang tersebut semakin kuat memerangkap raja iblis, Sayu dan Livia hanya terdiam menyaksikan


'teknik yang sangat hebat, aku pertama kalinya melihat yang seperti, mungkin teknik kekaisaran akan kalah dengan miliknya' pikir Livia, matanya melihat Zero, hatinya gelisah, Livia benar benar tidak tahu harus berbuat apa, 'jika dia berakhir menjadi musuh kekaisaran, apa yang harus kulakukan?' Livia cemas, tapi dia berharap jika Zero adalah orang yang bisa membedakan benar dan salah


"nak, jangan berpikir jika teknik renda...mhhmmph" lagi lagi kata kata raja iblis terhalangi, dia belum menyelesaikan kalimatnya, dan ditutup oleh Zero menggunakan rantai pengekangnya


"Apa dia raja iblis?, Setahuku raja iblis keberadaan yang hebat, dingin, kejam, dan jarang bicara. Tapi yang ini terlalu berisik, apa dia benar benar raja iblis sungguhan?" Ucap Zero, dia sekarang terlihat begitu mendominasi, kekuatannya sangat hebat diantara generasi yang sama


"Mungkin ini palsu, raja iblis yang asli sudah disegel oleh orang orang pada masa kuno, disegel jauh didalam benua lain" Livia menjelaskan, dia tidak begitu terkejut dengan kehadiran yang mengaku raja iblis ini, sudah banyak makhluk makhluk yang mengaku menjadi raja iblis, jadi Livia sudah tidak heran


"Ya, kau pasti palsu, tidak mungkin raja iblis bisa bebas dari segelnya" tambah Sayu, wajahnya meremehkan makhluk didepannya

__ADS_1


"Uhh, matilah, kau tambah mencemarkan nama seseorang yang sudah buruk, itu tidak baik" Ucap Zero, wajahnya terlihat penuh belas kasihan kepada raja iblis itu, walaupun Zero tahu jika didepannya adalah asli, untuk saat ini, lebih baik menjelajah tempat ini terlebih dahulu


__ADS_2