
Arthur melihat lihat sekitar setelah kembali ke rumahnya,
dia merasa sangat cemas, karena merasa ada aura yang sangat familier dan juga
sangat berbahaya. Begitu Arthur membuka pintu rumahnya melihat ada sosok yang
begitu agung “Nyonya, sesuai perintahmu”. Wanita itu seperti tak peduli
terhadapnya, kemudian dia minum secangkir teh yang ada dihadapannya “lakukan
sesuai rencana, kalau ada yang tidak sesuai, kau sendiri tahu akibatnya bukan”
setelah mengucapkan kata kata itu, wanita tersebut menghilang perlahan. Begitu wanita
tersebut menghilang, Arthur melihat sekelilingnya, setelah memastikan bahwa
tidak ada siapapun, dia terjatuh, seolah olah terjatuh ke dalam jurang yang
sangat dalam, seluruh tubuhnya berkeringat, dia menghadap ke langit langit “sesuai
perintah………tuan”.
Dalam perjalanan menuju kota, Zero melihat 300 koin tembaga
yang ada di sakunya “system, ubah menjadi 10.000 tembaga” {memproses secara
kesuluruhan, mulai melipatgandakan, keberhasilan 10%-30%-60%-90%-100%, berhasil
memproses}, setelah serangkaian proses, kantung yang dipegang Zero berubah
menjadi agak berat, “hmm, lumayan, kira kira berapa batasnya” [mungkin
sepanjang bos bisa mengucapkannya sejauh mana] “baiklah bagus, kau lumayan
berguna” [kalau begitu, koin tembaga tersebut cukup untuk 1 tahun, maka dari
itu bos tidak akan dapat menggandakannya lagi] “hoo, kau mulai berani ya” Zero
mengancam system “kau tahu, mungkin di hutan tersebut terdapat beberapa
binatang buas mengerikan yang sangat kelapan” Zero menunjukkan senyum yang
ramah [aku tidak berani, maafkan aku bossss] system meringis sambil memeluk
kaki tuannya, yang entah bagaimana tidak dapat dibayangkan “bekerja keraslah
untukku, kalau kau berguna, aku tidak akan membuangmu” Zero hampir tiba di kota
tersebut.
Orang orang mengantri untuk masuk ke kota, berbagai macam
ras berkumpul di antrean ini hanya untuk masuk ke sebuah kota. “MENYINGKIR,
NONA MUDA DARI KELUARGA WAYNE DATANG!!!” sebuah kereta yang ditarik oleh seekor
bunglon besar tiba tiba menerobos gerbang kota langsung, tetapi penjaga kota tidak
menghentikannya. “lihat itu adalah nona muda dari keluarga wayne, sang jenius
dari wilayah barat” “kudengar dia sangat cantik dan juga sangat berbakat, aku
akan bersyukur seumur hidupku kalau aku bisa melihat wajahnya walau hanya
sekilas” orang orang berbicara dan bergumam tentang rombongan yang baru saja
lewat. “sialan, apanya yang cantik dan berbakat, dia hanya beruntung punya
hubungan yang baik dengan para master di wilayah barat” orang yang ada didepan
Zero berbicara lirih, kemudian Zero mendekat “kawan, siapa dia, kenapa orang
orang memujinya sedangkan kamu tidak?” “kawan, apa kau sungguh tak tahu
__ADS_1
tentangnya?, kalau begitu kuberitahu, nona biadab itu dari keluarga Wayne,
keluarga kelas satu di daratan ini dan aku tidak menyukainya karena dia selalu
membully yang lemah, dan menjilat yang kuat, keluarganya pun seperti itu. Huhh”
Zero melihat lihat pakaian yang dikenakan pemuda yang menghina nona itu, Zero
berpikir, kalau dia berani menghina nona itu di depan umum secara
terang-terangan, walaupun sedikit yang mendengarnya, dia pasti dari keluarga
yang berkuasa juga. Seketika itu, pikiran Zero mulai aneh, mulai merencanakan
sesuatu. “kawan, omong-omong aku tidak tahu apapun disini, aku baru keluar dari
desa yang terpencil, bisakah kau memberiku suatu petunjuk kawan?” pemuda itu
seperti kaget saat mendengar apa yang baru saja diucapkan Zero “kawan, kau
kesini sungguh tak tahu apapun, baiklah akan kuberitahu sesuatu, tapi tidak
disini. Tunggu sampai kita masuk ke dalam kota, oh ya siapa namamu?” setelah
mendengarnya, Zero merasa ada yang tak beres “namaku Zero Vacancies, panggil
saja Zero” “aku Erald, Erald Vidia” kedua laki laki itu bersalaman.
“5 koin tembaga untuk biaya masuk kota” Zero kemudian
memberikan koin tersebut kepada penjaga, setelah itu mereka berdua kemudian
melangkah masuk ke dalam kota. Erald mengajak Zero ke salah satu restoran yang
ada di tengah kota tersebut. Zero baru ingat, biasanya system akan menunjukkan sesuatu
seperti profil data diri, karena kemarin terlalu sibuk memikirkan kenapa bisa
profil diriku sendiri?”, Zero telah banyak melihat komik dan novel yang ada di
dunia yang sebelumnya, jadi tak asing dengan sesuatu yang seperti ini, [ada bos,
apa ingin melihatnya?] “ya, biar kulihat” kemudian hologram tiba tiba muncul
didepan Zero
NAMA = ZERO VACANCIES
UMUR = 18
RAS = MANUSIA
KEKUATAN = 0
RANK = -F
SKILL = PENGUBAH TAKDIR (LEVEL 1), COPY PASTE (LEVEL 1)
“WOW, skill milikku hebat sekali, bukankah berarti cheat
milikku merupakan takdir itu sendiri” [kemungkinan begitu bos] “hebat, kalau
begitu tingkatkan sekill ‘PENGUBAH TAKDIR DAN COPY PASTE’ ke level maksimal”
[pfft, kenapa kau bodoh sekali bos] “ouh kau mulai berani ya!” Zero mengepalkan
tangannya karena kesal, tidak terima dipanggil bodoh. [uhuk uhuk, skill ‘PENGUBAH
TAKDIR’ dan ‘COPY PASTE’ milikmu tidak bisa ditingkatkan bos, tapi ada
kemungkinan kalau skill yang lain bisa ditingkatkan menggunakan cheatmu, karena
kedua skillmu sendiri sangat memungkinkan kalau itu adalah yang terkuat, ‘PENGUBAH
__ADS_1
TAKDIR’ level 1 dapat memanipulasi objek milikmu menjadi tak terbatas,
sedangkan ‘COPY PASTE’ level 1 dapat menyalin teknik yang dikeluarkan lawan
sebanyak 50%, itu berarti kalau lawanmu lemah, maka kau akan menjadi lemah,
begitu juga sebaliknya] “yah masuk akal, karena skill tersebut sudah dipastikan
melawan kehendak dewa”.
Zero dan Erald masuk ke dalam restoran, Zero sangat senang mengetahui
bahwa skill miliknya sangat kuat, kemungkinan jika kekuatan lawan setara
ataupun sedikit di atasnya, maka tidak akan ada yang bisa mengalahkannya, Erald
dan Zero duduk di kursi pojok yang ada di restoran, “Zero, kenapa dari saat
kita berjalan ke sini kau selalu tersenyum? Apakah ada sesuatu yang membuatmu
begitu senang?” zero tersentak dari lamunannya, “ah tidak apa apa, tidak usah
dipikirkan” kemudian Zero memanggil salah satu pelayan dan memesan banyak
makanan, “tidak apa apa, makanan ini semuanya aku yang bayar, hitung saja
sebagai ganti petunjuk darimu” Erald hanya mengangguk lalu mulai berbicara
tentang sesuatu yang membuat banyak keluarga besar berkumpul di kota ini, Erald
sendiri juga berasal dari salah satu keluarga kelas satu, ternyata tujuannya
datang ke kota ini adalah untuk masuk ke portal rahasia yang akan dibuka 2
minggu lagi, begitu pula orang orang yang masuk ke kota baru baru ini.
Setelah mereka berdua menghabiskan semua makanan yang ada di
meja, Erald mengajak Zero untuk pergi ke penginapan yang sama dengannya, tetapi
zero menolaknya, “ya, kau kembalilah dulu, aku ada sesuatu yang harus kuurus”, “baiklah,
aku akan menunggumu, terima kasih makanannya” setelah Erald pergi, Zero
membayar makanannya dan meninggalkan restoran. “ini menakjubkan sekali, pergi
ke dunia lain memang sangat menyenangkan, system, bagaimana cara meningkatkan
kekuatan. Aku ingin menjadi kuat hingga tak terkalahkan sekarang” [regangkan
otot, Tarik napas lalu keluarkan, dan rasakan keberadaan aura yang ada di
sekililingmu] “baiklah, sekarang kita harus mencari tempat sepi dahulu, oh iya,
sepertinya kita tak perlu untuk menguji bakat, aku mempunyai feeling bahwa
bakatku sangat sempurna, bagaimanapun aku berada di dunia lain, biasanya orang
yang dikirim ke dunia lain mempunyai bakat tak tertandingi, yahhh kecuali
beberapa orang” Zero tersenyum puas, Zero melihat kantung koinnya, dan ternyata
masih sisa banyak sekali, Zero kecewa karena bingung mau dihabiskan untuk
membeli apa. Tiba-tiba terdengar teriakan dari salah satu kerumunan “ampuni aku
tuan, aku tidak sengaja menabrak anda”, Zero melangkah dan menyelinap di
kerumunan itu untuk melihat apa yang terjadi, “permisi permisi, aku ingin
melihatnya”, zero mendengar ocehan dari orang orang, tapi Zero menghiraukannya,
setelah bisa melihat apa yang terjadi.
__ADS_1