Destiny King

Destiny King
Tanduk Minatour


__ADS_3

Dimensi milik Zero sangatlah luas, sepanjang mata melihat hanya terlihat kegelapan yang tidak ada ujungnya, Zero meregangkan tangannya, lalu meregangkan tubuhnya juga, bergerak kekiri dan kekanan, Zero menjentikkan jarinya, sebuah api berwarna biru menyala di atas telapak tangan, menerangi tubuh Zero yang berada dalam kegelapan, keempat minatour masih berusaha menyatukan api, sementara Zero sudah selesai, mereka masih membuatnya, membuat Zero menunggu, "kenapa lama sekali, tidak bisakah sedikit lebih cepat" Zero duduk bersila dihadapan keempat minatour, mencoba memprovokasi. Api minatour hampir bersatu, itu terlihat sangat besar, bahkan cukup untuk membuat cahaya yang menerangi jarak ratusan mil, untung saja berada di dimensi lain, jika tidak, tidak akan ada yang tahu apa yang akan terjadi, Api minatour membentuk sebuah bola berukuran ratusan meter, jika dilihat dari dekat persis seperti matahari yang ukurannya mengecil, dan juga sangat panas, Zero masih duduk dengan tenang, dengan sabar mengamati mereka, "harus kuberi nama apa ya?" Zero mengamati api birunya, berpikir keras untuk menemukan sebuah nama yang keren, minatour merasa marah dengan tindakan Zero, mereka mengirim bola besar kearah Zero, "manusia, matilah" minatour melemparnya, menyebabkan tekanan besar disekitar Zero, "oh ya, bagaimana dengan ini 'Fire Of Judgement', bukankah itu keren system?" Zero dengan antusias menyatakan ke system, [ya ya, sangat keren, lakukan sesukamu, lakukan sesuatu dengan itu], "sialan, aku hampir lupa kalau mereka disini" Zero meringis, menanggapi bola api sebesar rarusan meter itu dengan gurauan, Zero menjentikkan jarinya, apj yang berada di telapak tangannya terbang, Zero menyentil api itu, kemudian api Zero dan minatour itu bertabrakan, api kecil sebesar telapak tangan milik Zero berbenturan dengan api mintaour, menyebabkan ledakan yang sangat keras, suaranya memekakkan telinga, api yang sangat besar hancur tak bersisa hanya dengan sebuah api kecil Zero, sangat tidak masuk akal bagi orang orang, serangan yang dapat memusnahkan sebuah negara musnah begitu saja hanya dengan jentikkan jarinya, "kawan, kenapa kau sangat lemah?" Zero bertanya kepada minatour dengan wajah tidak senang, mempertanyakan kehadiran yang tidak masuk akal itu dengan seringai tajam, para minatour mengucurkan keringat deras, dengan mengingatnya kembali minatour itu sudah tak berdaya, tidak mempercayai apa yang mereka lihat, "manusia, jangan senang dulu, kau akan mati setelah ini" minatour mulai menyuarakan suara aneh, tubuh mereka bergerak tidak beraturan, keempat minatour mencoba bersatu kembali, api yang hampir padam di tanduknya menyala dengan sangat terang.

__ADS_1


Zero mengamati dengan duduk, dia masih bersantai dengan keadaan, sesuatu seperti ini biasa dia lihat ketika bermain menggunakan VR, tapi kali ini sangat nyata, walaupun sangat berbeda Zero sangat tenang, seolah sudah terbiasa dengan keadaan seperti ini, yang mana sangat mustahil bagi seseorang, Zero didunia ini hanya beberapa hari, tapi dia seperti sangat terbiasa dengan dunia ini, mungkin saja dengan kekuatannya sekarang tidak ada yang perlu dikhawatirkan, kekuatan minatour itu tepat dibawah Zero, peringkat D yang setara dengan peringkat gold di dunia ini, bisa menggulingkan sebuah kerajaan dengan mudah, bahkan yang seperti itu tidak dapat membuat Zero takut, Zero juga tidak mengerti kenapa itu bisa terjadi, Zero hanya membuat semuanya berjalan sesuai adanya, minatour sudah menjadi satu, tubuh mereka tumbuh dua kali lipat dari sebelumnya yang muncul dari portal sebelum membelah diri, api di tandukna semakin kuat, menandakan kekuatannya tumbuh dua kali lebih kuat, saat ini entah muncul dari mana, sebuah tombak berlapis emas dibalut dengan api biru muncul dari udara, minatour menggenggam tombak, berdiri dengan kuat dihadapan Zero, seolah berkata kepada Zero bahwa kali ini dia berbeda dari sebelumnya, kali ini dia tumbuh dengan sangat kuat, mencapai tingkat adamantium sekejap mata, akan tetapi Zero masih terlihat tenang, "kau terlihat lebih baik kali ini" Zero masih dengan tenang duduk disana, dihadapan dengan minatour yang sangat kuat, Zero masih dengan anggunnya santai disana, memperlihatkan bahwa kekuatan lawannya masih berada dalam jangkauannya, Zero perlahan berdiri, "serang aku lagi, aku akan memberimu 3 kali kesempatan menyerang" Zero meremehkan minatour itu, memprovokasinya, minatour mendengus, dari hidungnya keluar asap, minatour mengacungkan tombaknya lurus, searah dengan Zero, muncul sebuah api biru yang sangat ganas dari ujung tombak, ketika api itu diluncurkan, itu sangat cepat, bahkan cahaya akan kalah saing dengannya, melesat kearah Zero, membuat momentum yang sangat hebat, Zero menjentikkan jarinya lagi, membuat Zero merasa sangat keren jika berbuat seperti itu, "multi-dimensional barrier" Zero meringis, menanggapi kekuatan lawannya yang berbeda dari sebelumnya, 'multi-dimensional barrier' adalah teknik yang diciltakan Zero ketika membuat dimensi kegelapan ini, dia berpikir jika suatu saat akan terjadi hal tidak diinginkan, serangan musuh pada dasarnya akan dilemparkan ke dimensi kegelapan milik Zero, lokasi terlemparnya serangan adalah tempat antah berantah, bisa juga sesuai dengan keinginan Zero.

__ADS_1


Api melesat dengan sangat cepat, sampai pada pelindung yang diciptakan Zero, serangan itu menghilang, tertelan oleh pelindungnya, minatour semakin marah, "tersisa dua serangan lagi" Zero menyeringai, minatour tidak bicara apa apa, kemudian dia menghunuskan tombaknya, dia berlari dengan kecepatan penuh, melaju ke tempat Zero berada, ketika tombak itu hampir mendekatinya, tombak itu menyentuh pelindung Zero, tombak minatour terhisap oleh pelindung yang dibuat Zero, minatour mencoba menarik tombaknya kembali, tapi itu tidak berguna, tombak itu terhisap pelan masuk kedalam pelindung, menghilang entah kemana, minatour mundur, menyadari serangannya juga tak berguna, dia kemudian mendengus lagi, "tersisa satu lagi" Zero menunjukkan wajah dengan seringai jahat, minatour mundur dengan tidak sengaja, dia kemudian mematahkan dua tanduknya, ketika tanduk dipecahkan, suaranya sangat keras, minatour menggenggam kedua tanduk patahnya, tanduk itu tiba tiba menjadi pedang yang melengkung hampir 90 derajat, tubuh minatour menyala dengan nyala api biru, sekarang tubuhnya bisa dikatakan seperti penjelmaan monster neraka, pedang minatour diliputi dengan petir yang menyambar disekitar bilahnya, Zero mengamati dengan tajam, dia melihat situasi dengan hati hati, menyatakan bahwa pedang itu sangat berbahaya, Zero menyeringai kembali, "aku menginginkan itu" Zero berkata dengan keras, suaranya bergema hingga sangat jauh, minatour yang mendengarnya sangat marah, dia kehilangan kendali, langsung maju berlari kearah Zero, tidak terima dengan perkataannya, minatour menyerang membabi buta, pelindung yang dibuat Zero sangat berguna, bahkan tidak tergores sama sekali, akan tetapi ketika pedang itu bertemu dengan pelindungnya, suaranya sangat keras, seperti seorang pengrajin senjata yang sedang membuat senjatanya, membuat suara yang sangat bising, minatour tidak menyerah dengan menyerang membabi buta, ketika minatour menyerang kembali, Zero menghilang, minatour itu memukul angin, kedua pedangnya masih terhunus ke depan, tiba tiba Zero muncul diatas pedangnya, "sekarang giliranku, kau bahkan tidak bisa menyerangku setelah aku memberimu lebih dari tiga serangan" Zero menekan tubuhnya, pedang yang sangat besar itu jatuh seketika, tubuh minatour tertekan kebawah, tidak kuat untuk menahan beban Zero, tubuh besarnya tersungkur kebawah.

__ADS_1


__ADS_2